Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Mengatasi Cemas saat Tabungan Tak Kunjung Bertambah
Ilustrasi cemas melihat layar smartphone (Pexels.com/Helena Lopes)
  • Kecemasan karena tabungan stagnan dapat diantisipasi dengan mengenali masalah finansial dan menyusun rencana pengeluaran serta tabungan yang matang.
  • Lebih mindful saat belanja: prioritaskan kebutuhan, tunda hal yang tidak mendesak, dan terapkan frugal living untuk menekan atau mengalihkan pengeluaran ke tabungan.
  • Pemasukan dapat ditambah lewat pekerjaan sampingan dengan menentukan keahlian, membangun portofolio, memanfaatkan koneksi atau media sosial, serta mencari lowongan freelance.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bingung gak, sudah merasa bekerja keras tapi nominal tabungan gak kunjung bertambah? Buat sebagian orang, hal ini lumrah terjadi apalagi kebutuhan hidup terus meningkat sehingga target finansial rasanya semakin jauh. In this economy, gak jarang orang merelakan tabungannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebenarnya, kecemasan akan tabungan yang gak kunjung bertambah ini bisa diantisipasi. Misalnya dengan introspeksi diri dan mulai membangun mindset supaya tahu apa yang harus dilakukan untuk mengatasi kecemasan saat tabungan gak bertambah.

1. Mulai lebih mindful dengan pengeluaran

Ilustrasi seorang perempuan mandiri secara finansial (pexels.com/Mikhail Nilov)

Mulailah dengan mindset baru untuk lebih menghemat pengeluaran. Coba belajar lebih mindful dalam berbelanja. Belilah apa yang jadi kebutuhan dan bukan keinginan.

James R Langabeer Ph.D., Ed.D, seorang profesor dari University of Texas Health Science Center kepada Psychology Today mengatakan bahwa kecemasan bisa teratasi ketika seseorang menyadari apa yang jadi permasalahan mereka. Ketika sudah punya rencana yang matang, maka seseorang tidak akan mudah cemas. Begitu juga dengan kondisi finansial.

"Berhati-hatilah dalam pembelian dan hindari siklus pengeluaran yang tidak perlu. Bersikap bijaksana berarti hadir dan menyadari pikiran dan emosimu. Perlambat dan hindari multitasking saat menghadapi keputusan keuangan yang sulit. Rencanamu harus mencakup detail tentang bagaimana kamu berniat untuk menghasilkan lebih banyak uang, menabung lebih banyak uang," kata James kepada Psychology Today.

Penting untuk punya perencanaan yang matang. Budgeting dari awal, mana saja yang menjadi kebutuhan sehari-hari dan mana yang bisa dimasukkan ke dalam tabungan.

2. Menekan kebutuhan dan keinginan

Ilustrasi ketergantungan finansial (pexels.com/Vitaly Gariev)

Cara kedua adalah menekan keinginan dan kebutuhan. Kamu bisa memikirkan lagi apa saja yang sangat penting dan harus dipenuhi, serta mana yang bisa ditunda. Sadari bahwa gak semua hal harus dipenuhi saat itu juga.

Dengan frugal living, kamu bisa menekan pengeluaran atau justru mengalihkan pengeluaran itu ke tabungan. Jadinya, kamu gak akan cemas karena ada tabungan yang bisa dipakai.

"Kalau gak punya tabungan akan seperti apa? Kita mau gak mau harus nabung dari sekarang, kan kita gak tahu kehidupan itu ada apa. Nanti kita mengalami kebnagkrutan atau apa. Jadi, kalau sudah aware dengan finansial pasti bisa mengelola uang yang sudah kita dapatkan selama ini," kata Christie Paulien, konten kreator edukasi keuangan di TikTok kepada IDN Times, April 2026.

Peter Gray, Ph.D, seorang penulis dan peneliti di Boston College, mengatakan kepada Psychology Today beberapa cara menerapkan frugal living. Misalnya menghemat biaya transportasi dengan berjalan kaki atau bersepeda, melakukan hal-hal yang bisa dikerjakan sendiri daripada membayar jasa orang lain, menanam bahan makanan sendiri, beralih ke olahraga yang tidak memerlukan biaya, dan lain sebagainya.

3. Cari pekerjaan sampingan untuk menambah pemasukan

ilustrasi mencoba peluang dari pekerjaan freelance. (www.pexels.com/SHVETS production)

Supaya tabunganmu makin bertambah banyak, maka perbanyaklah juga pemasukannya. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah mencari pekerjaan sampingan. Kalau bingung, mulailah dengan menentukan niche atau skill apa yang paling kamu kuasai.

Ketika kamu sudah tahu, maka kamu bisa membuat portofolio yang bisa menjadi daya tarik. Setelah itu, cobalah memanfaatkan koneksi atau media sosial untuk "mempromosikan" diri. Selain itu, kamu juga bisa berusaha mencari lowongan-lowongan kerja freelance di berbagai platform.

"Di Indonesia, 'stabil' tidak selalu berarti satu perusahaan sampai pensiun. Stabil bisa berarti skill Anda portabel. Jika lingkungan tidak stabil, fokuslah untuk membuat CV Anda stabil, artinya, apapun yang terjadi di perusahaan, kemampuan Anda tetap laku di pasaran," tutur Hoshael W. Erlan, M.Psi, Psikolog dan Mental Health Counselor di IDN pada Senin (24/8/2026).

Cemas bisa mereda ketika kamu tahu apa masalah dan solusinya. Nah, kalau tabunganmu tak kunjung bertambah, cari tahu salahnya di mana dan apa yang harus kamu perbaiki, misalnya dengan memperbaiki CV, memperbanyak skill, dan mencari tambahan pemasukan. Yuk, terapkan tips-tips ini!

Curated For You

Editorial Team

Related Article