Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Menggunakan Cahaya sebagai Aksen Penegas Interior
ilustrasi ruang tamu (unsplash.com/Collov home design)
  • Pencahayaan terarah dapat menegaskan elemen arsitektur seperti dinding bertekstur, panel kayu, ceruk, kolom, dan plafon dengan menciptakan bayangan serta focal point.
  • Lampu lantai, meja, spotlight, atau lampu dinding bisa menonjolkan furnitur, dekorasi, dan karya seni; intensitas serta sudut cahaya perlu diatur agar tetap nyaman dilihat.
  • Hidden light memberi aksen halus dan dimensi pada interior, sementara temperatur warna yang konsisten membantu memperkuat nuansa ruang tanpa membuatnya terasa tidak harmonis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cahaya tidak hanya berfungsi untuk menerangi ruangan. Dalam desain interior, pencahayaan dapat menjadi aksen yang membantu menonjolkan elemen tertentu. Sekaligus berperan dalam membentuk suasana.

Penempatan lampu, arah sorotan, hingga warna cahaya bisa membuat furnitur, tekstur, maupun detail arsitektur terlihat lebih menarik. Jika digunakan secara tepat, cahaya bahkan mampu menjadi elemen visual yang memperkuat karakter sebuah ruang. Berikut lima cara menggunakan cahaya sebagai aksen penegas interior.

1. Sorot elemen arsitektur yang menarik

ilustrasi ruangan beige stone (unsplash.com/Kam Idris)

Manfaatkan pencahayaan untuk menegaskan bagian arsitektur yang memiliki karakter. Seperti dinding bertekstur, panel kayu, ceruk, kolom, atau permainan plafon. Lampu dengan arah sorot tertentu dapat menciptakan bayangan. Sekaligus memperlihatkan detail permukaan yang mungkin terlihat biasa saat terkena cahaya umum.

Teknik ini membuat elemen arsitektur berfungsi seperti focal point. Pastinya tanpa harus menambahkan dekorasi berlebihan. Selain itu, arah cahaya disesuaikan dengan bentuk permukaan agar tekstur yang ingin ditonjolkan terlihat jelas dan tetap nyaman dipandang.

2. Gunakan lampu untuk menonjolkan furnitur

ilustrasi ruangan aesthetic (unsplash.com/Aalo Lens)

Furnitur tertentu bisa menjadi pusat perhatian dengan bantuan pencahayaan. Sofa, kursi aksen, meja konsol, atau rak pajangan dapat diberi pencahayaan tambahan. Tujuannya agar tampil lebih menonjol dibandingkan elemen lain di sekitarnya.

Gunakan lampu lantai di samping sofa, lampu meja pada konsol, atau spotlight yang diarahkan ke furnitur tertentu. Pilih intensitas cahaya yang tidak terlalu kuat agar objek tetap terlihat natural. Dengan cara ini, cahaya membantu mengarahkan perhatian sekaligus memperkuat fungsi furnitur sebagai bagian penting dari komposisi interior.

3. Tekankan dekorasi dan karya seni

ilustrasi ruangan taupe (pexels.com/S3T Koncepts)

Lukisan, foto, patung, maupun koleksi dekoratif dapat terlihat lebih berkarakter ketika mendapatkan pencahayaan khusus. Spotlight atau lampu dinding dapat diarahkan langsung pada objek. Cara ini membuat perhatian secara visual tertuju pada area tersebut.

Namun, hindari cahaya yang terlalu tajam karena dapat menciptakan pantulan berlebihan. Terutama pada karya yang menggunakan kaca atau permukaan mengilap. Gunakan sudut pencahayaan yang tepat sehingga dekorasi tetap terlihat jelas tanpa mengganggu kenyamanan mata.

4. Memanfaatkan hidden light sebagai aksen

ilustrasi ruangan aesthetic (unsplash.com/Aalo Lens)

Pencahayaan tersembunyi dapat menjadi pilihan untuk menciptakan aksen yang lebih halus. LED strip yang ditempatkan di balik panel, bawah kabinet, tepian plafon, atau bagian belakang rak mampu. Penempatan ini akan menghasilkan efek cahaya yang membuat elemen interior tampak lebih berdimensi.

Karena sumber lampunya tidak terlihat secara langsung, perhatian tetap tertuju pada bentuk atau material yang diterangi. Teknik ini cocok untuk interior minimalis yang membutuhkan aksen sederhana. Pastinya tanpa membuat ruangan terasa penuh oleh elemen dekoratif.

5. Atur warna cahaya sesuai karakter ruang

ilustrasi ruangan rustic (unsplash.com/Francesca Tosolini)

Warna cahaya juga dapat digunakan untuk memperkuat nuansa interior. Cahaya putih hangat dapat memberikan kesan nyaman dan membantu material terlihat lebih lembut. Sementara itu, cahaya yang lebih netral dapat digunakan pada area yang membutuhkan tampilan bersih dan jelas.

Kuncinya adalah menjaga konsistensi. Hindari mencampurkan terlalu banyak warna cahaya dalam satu ruang karena dapat membuat tampilan terasa tidak harmonis. Pilih temperatur warna yang mendukung material dan palet interior agar pencahayaan benar-benar berfungsi sebagai aksen penegas.

Cahaya dapat menjadi alat desain yang sederhana tetapi berdampak besar. Ini membangun hierarki visual tanpa menambah banyak elemen. Kuncinya bukan hanya membuat ruangan lebih terang. Melainkan menentukan bagian mana yang ingin ditonjolkan dan bagaimana cahaya membentuk pengalaman visual di dalamnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAgsa Tian

Related Article