Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Menolak Ajakan Ikut Lomba 17an Tanpa Bikin Tetangga Tersinggung

5 Cara Menolak Ajakan Ikut Lomba 17an Tanpa Bikin Tetangga Tersinggung
ilustrasi lomba 17-an (pexels.com/Yaomil Akbar)
Share Article

Jelang perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh tiap tanggal 17 Agustus, biasanya diadakan berbagai perlombaan. Lomba-lomba tersebut biasa diselenggarakan dari mulai tingkat RT, hingga ke instansi pemerintahan, bahkan sampai ke ranah swasta.

Ajakan mengikuti lomba 17-an pasti sudah mulai berdatangan. Sayangnya, gak semua orang bisa dan mau mengikuti perlombaan. Nah, jika kamu sedang bingung bagaimana menolak ajakan ikut lomba 17-an di rumahmu, berikut ada beberapa cara yang bisa dipakai agar tetangga yang mengajak gak tersinggung.

  1. 1. Mulai dengan mengucapkan terima kasih atas ajakan tersebut

    ilustrasi lomba 17-an
    ilustrasi lomba 17-an (pexels.com/TIORHISTA R)

    Meskipun sudah mempunyai keinginan menolak, tapi gak ada salahnya untuk tetap mengucapkan terima kasih karena sudah diajak. Ini sebagai bagian dari sopan santun, dan tanda bahwa kamu tetap menghargai niat baiknya. Lisa Mirza Grotts, seorang Pakar Etiket dan pendiri Golden Rules Gal, dalam wawancara di MSN menyarankan untuk fokus pada hal positif terlebih dahulu, seperti mengucapkan terima kasih di awal.

    "Daripada langsung minta maaf, katakan betapa senangnya kamu menerima ajakan itu dan meskipun tidak bisa ikut, kamu berharap di kesempatan lain dapat berpartisipasi." Ujar Grotts.

    Walaupun sejak awal kamu tidak berminat untuk ikutan lomba, tapi berterima kasih juga bukan langkah yang salah. Paling tidak, meskipun ajakannya ditolak, tetanggamu tetap mendapatkan feedback yang positif dan niat baiknya terasa dihargai.

  2. 2. Hindari memberikan janji palsu

    ilustrasi lomba 17-an
    ilustrasi lomba 17-an (pexels.com/Heru Dharma)

    Perasaan takut menyakiti orang lain bisa mendorongmu untuk bersikap kurang tegas. Alih-alih berkata 'iya' atau 'tidak', lebih baik untuk bicara apa adanya. Paling penting, hindari memberikan janji palsu.

    "Jika kamu tahu tidak dapat melakukan sesuatu, lebih baik menolak dengan sopan sejak awal daripada harus membatalkannya nanti atau lebih parahnya di detik terakhir." Saran Grotts.

    Menurutnya, mengatakan 'mungkin' bukanlah jawaban yang tepat untuk sebuah undangan atau ajakan. Apalagi pendataan peserta lomba 17-an ada yang dilakukan jauh-jauh hari. Berkata 'mungkin', tapi aslinya tidak ingin ikut hanya membuat seseorang merasa dipermainkan. Tentu saja hal ini bisa membuat tetanggamu dan panitia lomba merasa tersinggung.

  3. 3. Berkata jujur tapi jangan terlalu jujur

    ilustrasi lomba 17-an
    ilustrasi lomba 17-an (pexels.com/Heru Dharma)

    Terkadang, untuk memberikan penolakan saja kamu berpikir ribuan kali apakah alasanmu cukup masuk akal atau tidak. Padahal, bicara terus terang dan jujur apa adanya saja sudah cukup. Meski begitu, berkata terlalu jujur juga tidak disarankan. Misalnya, alasanmu tidak mau mengikuti lomba karena malas atau kesal dengan salah satu orang yang terlibat di sana.

    Tentunya, kamu tidak akan menggunakan alasan ini secara gamblang, karena takutnya bakal membuat kondisi memburuk. Menurut Grotts, semakin sedikit penjelasan malah semakin baik. Tahan keinginan untuk menjelaskan secara berlebihan atau memberikan lebih banyak detail.

  4. 4. Usahakan untuk tidak terlalu sering menolak

    ilustrasi lomba 17-an
    ilustrasi lomba 17-an (pexels.com/Yazid N)

    Dari sekian banyak tawaran mengikuti lomba 17-an, mungkin ada beberapa lomba yang kamu minati. Ada baiknya untuk mempertimbangkan mengikuti salah satu di antaranya. Terlalu sering memberikan penolakan akan menimbulkan kecurigaan. Pastinya kamu gak mau dituduh tidak kompak sebagai warga atau punya masalah dengan salah satu tetangga.

    Kalau pun kamu benar-benar tidak ingin mengikuti lomba 17-an sama sekali, tak ada salahnya untuk tetap muncul saat hari-H. Berperan sebagai penonton atau supporter akan jauh lebih baik ketimbang tidak menampakkan diri sama sekali. Kecuali kamu punya alasan kuat untuk tidak hadir, misalnya saja sedang bekerja atau berada di luar kota.

  5. 5. Contoh penolakan singkat, padat, dan sopan

    ilustrasi lomba 17-an
    ilustrasi lomba 17-an (pexels.com/Heru Dharma)

    Agar memiliki sedikit gambaran bagaimana memberikan penolakan pada ajakan mengikuti lomba 17-an, berikut ada beberapa contoh kalimat penolakan yang bisa disontek. Yuk, simak dan pilih, kira-kira mana yang paling cocok dengan situasimu.

    • "Terima kasih, ya untuk ajakannya. Tapi sayang sekali kali ini saya gak bisa ikut."
    • "Terima kasih sudah diajak, tapi kebetulan harinya bertepatan dengan jadwal piket di kantor, jadi maaf saya belum bisa ikut."
    • "Saya sudah ada janji dengan keluarga besar pada hari itu. Jadi maaf sekali tahun ini belum bisa ikut berpartisipasi."
    • "Keliatannya lomba tahun ini bakal seru banget, ya! Tapi maaf, sayangnya saya belum bisa ikut memeriahkan."
    • "Mohon maaf, tahun ini saya izin jadi penonton dulu saja, ya."
    • "Terima kasih untuk informasi dan ajakannya, tapi saya mohon izin untuk absen ikut lomba dulu."
    • "Saya cuma bisa ikutan lomba balap karung hari Minggu besok, karena kebetulan waktunya mepet sama acara keluarga."

    Memberikan alasan yang jelas, to the poin, dan tetap mengutamakan sopan santun adalah cara paling ampuh untuk menolak ajakan mengikuti lomba 17-an. Kamu bisa memakai contoh di atas, atau memodifikasinya sendiri dengan gaya dan bahasa ala kamu.

    Menerima atau menolak ajakan ikut lomba 17-an adalah hakmu sepenuhnya. Tidak ada aturan baku yang memakasa seseorang hatus ikutan lomba untuk memeriahkan ulang tahun kemerdekaan RI. Semoga artikel ini bisa menginspirasi buatmu yang sedang mengalami kondisi serupa, ya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More