Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Bahasa Gaul ala Gen Z, 'When Yah' hingga 'Sepakat'

4 min read
5 Bahasa Gaul ala Gen Z,  'When Yah' hingga 'Sepakat'
ilustrasi Gen Z (pexels.com/RDNE Stock project)
  • Artikel membahas lima istilah gaul Gen Z yang sering dipakai dalam chat, kolom komentar, dan percakapan untuk menyampaikan maksud secara singkat.
  • “In this economy” menandakan kondisi keuangan yang membuat pengeluaran terasa berat, sedangkan “worth it” menyatakan pengeluaran dianggap pantas karena keinginan dan kemampuan terpenuhi.
  • “When yah” menunjukkan harapan memiliki sesuatu, “iyalagi” menandakan pengalaman serupa, sementara “sepakat” menjadi respons singkat untuk menyetujui pendapat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ngobrol bersama Gen Z kadang bikin kita menemukan cara baru untuk menyampaikan sesuatu. Menariknya, beberapa istilah justru terasa lebih pas dipakai saat ngobrol daripada harus repot-repot menjelaskan maksud dengan kalimat panjang.

Istilah-istilah seperti ini juga sering muncul via chat, kolom komentar, atau saat membalas unggahan teman. Yuk, simak beberapa bahasa gaul ala Gen Z yang mungkin juga sering kamu dengar sehari-hari, tetapi masih bingung artinya apa!

  1. 1. In this economy

    ilustrasi gak punya uang
    ilustrasi gak punya uang (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Ada teman yang mengajak kamu untuk makan di tempat mahal, lalu kamu cuma bisa balas, “In this economy?” Frasa ini biasanya keluar ketika seseorang sebenarnya mau, tetapi kondisi keuangannya membuat ajakan tersebut terasa kurang masuk akal. Jadi, daripada terang-terangan bilang “gue gak punya duit”, cukup ketik atau ucapkan in this economy dan biasanya orang lain sudah paham maksudnya.

    Ungkapan ini juga bisa dipakai ketika melihat sesuatu yang sebenarnya diinginkan, tetapi harganya bikin kamu harus mikir ulang ratusan kali. Misalnya saja, “In this economy, mending beli itu sepatu pas tanggal kembar,” atau “In this economy, gak worth it kalau nge-thrift kena harga segitu.” Tetap ada nada bercanda di dalamnya, tetapi masih menunjukkan bahwa saat itu kondisi dompet sedang sekarat.

  2. 2. When yah

    ilustrasi foto bareng pacar
    ilustrasi foto bareng pacar (pexels.com/Gustavo Fring)

    Pasti kamu pernah, dong, lagi asyik scroll media sosial, tiba-tiba lewat video pasangan yang kelihatan romantis banget. Komentar yang muncul bisa sesingkat “when yah” dan orang yang membacanya biasanya langsung paham maksudnya. Ungkapan ini dipakai ketika seseorang melihat sesuatu yang diinginkan dan berharap suatu hari bisa merasakan atau memilikinya juga.

    Pemakaiannya paling sering digunakan oleh mayoritas orang ketika melihat hubungan orang lain yang bikin iri. Ada pasangan yang saling kasih kejutan, perhatian, atau kelihatan di mata orang lain punya hubungan yang diidamkan, lalu muncul komentar, “when yah ketemu pasangan yang kayak gini.” Ungkapan ini juga bisa dipakai untuk konteks lain, misalnya saat melihat kehidupan yang diinginkan, seperti “gaji dua digit, job desk santai, kantor green flag”. When yah?”

  3. 3. Iyalagi

    ilustrasi ngobrol
    ilustrasi ngobrol (pexels.com/SHVETS production)

    Kata yang satu ini sering terucap saat kamu cerita ke teman, “Kalau lagi jalan sendirian kadang suka ngerasa kayak diliatin orang gak sih?” Lalu dia cuma membalas, “Iyalagi.” Balasan seperti ini langsung terasa familier karena maksudnya bukan sekadar mengiyakan, tetapi seolah mengisyaratkan, “Gue juga ngerasain hal yang sama lagi.”

    Iyalagi biasanya muncul ketika seseorang benar-benar merasa relate dengan ucapan temannya. Mau itu soal kebiasaan kecil, pengalaman yang sama-sama pernah dialami, atau keluhan yang ternyata dirasakan berdua, kata ini bisa langsung dipakai sebagai balasan. Jadi, daripada ikut cerita panjang, cukup balas atau jawab “iyalagi” dan temanmu sudah tahu kalau kamu paham betul maksudnya.

  4. 4. Worth it

    ilustrasi belanja
    ilustrasi belanja (pexels.com/Gustavo Fring)

    Kalau in this economy bisa dipakai saat harga sesuatu bikin dompet gemetar, worth it justru sering muncul ketika seseorang merasa, “Ya udah, gak apa-apa keluar uang segini.” Misalnya, habis beli barang yang sudah lama diincar, makan di tempat yang agak mahal, atau tiba-tiba checkout sesuatu yang memang sedang ingin dibeli. Selama kamu merasa mampu dan gak kepikiran setelah membayarnya, “Worth it lah” rasanya sudah cukup sebagai pembelaan.

    Ungkapan ini juga bisa dipakai setelah melakukan sesuatu yang sebenarnya mahal, tetapi kamu sama sekali gak merasa sayang alias eman-eman. Misalnya, “Tadi siang aku ke AYCE buat makan, eh, habis Rp300 ribu sendiri, worth it lah ya. Lagi pengin juga.” Atau setelah beli barang yang sudah lama diinginkan, “Agak mahal sih, soalnya handcarry dari Korea, tapi worth it. Daripada gue kepikiran terus langsung aja gue beli.” Jadi, menggunakan kata worth it gak selalu soal harga murah atau barang berkualitas tinggi, tetapi juga soal merasa pengeluaran tersebut memang pantas dilakukan karena kondisi dan keinginanmu saat itu memang sedang berkecukupan.

  5. 5. Sepakat

    ilustrasi ngobrol
    ilustrasi ngobrol (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA)

    Ada jenis balasan yang sebenarnya sederhana banget, tetapi belakangan sering muncul di lini masa, yakni “sepakat.” Kata ini bisa dipakai begitu saja setelah teman menyampaikan pendapat yang menurutmu benar. Gak perlu menulis “aku setuju banget sama pendapat kamu” karena satu kata saja sudah cukup.

    Misalnya temanmu bilang, “Kayaknya kalau lagi pengin beli sesuatu, jangan langsung checkout. Tunggu besok, kalau masih kepikiran terus baru beli.” Kamu tinggal balas, “sepakat.” Kata ini juga enak dipakai ketika teman baru saja menyampaikan sesuatu yang memang sudah kamu setujui sejak awal, jadi gak perlu mencari balasan panjang.

    Cara orang berkomunikasi memang bisa berubah mengikuti kebiasaan yang muncul di internet dan media sosial. Ada banyak ungkapan atau istilah singkat, tetapi teman yang membaca langsung tahu maksudnya. Dari lima bahasa gaul ala Gen Z, mana yang paling sering kamu pakai sehari-hari?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More