Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Cara Sederhana Agar Merasa Lebih Berharga Setiap Hari, Cobain!
ilustrasi perempuan sedang memegang gelas (pexels.com/olly)
  • Artikel menekankan bahwa rasa berharga bisa dibangun lewat kebiasaan kecil sehari-hari, bukan hanya dari pencapaian besar atau pengakuan orang lain.
  • Ditekankan pentingnya mengingat hal baik yang dilakukan, menyimpan pesan positif, serta mengucapkan terima kasih dengan tulus dan spesifik untuk memperkuat rasa berarti.
  • Membangun koneksi sederhana dan memperlakukan setiap orang dengan empati membantu menciptakan rasa keterhubungan serta menumbuhkan keyakinan akan nilai diri sendiri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah merasa keberadaanmu seperti gak terlalu diperhatikan? Atau merasa apa yang kamu lakukan sehari-hari seolah biasa saja dan gak punya dampak berarti? Perasaan seperti ini sebenarnya cukup umum terjadi, terutama ketika kita sedang lelah, stres, atau terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain.

Padahal, merasa berharga gak selalu harus datang dari pencapaian besar, promosi jabatan, atau pengakuan dari banyak orang. Apalagi, setiap manusia memiliki kebutuhan dasar untuk merasa dihargai dan dianggap penting. Kabar baiknya, rasa berharga bisa dibangun lewat kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari berikut ini!

1. Ingat kembali hal baik yang sudah kamu lakukan hari ini

ilustrasi perempuan membaca buku di rest corner (pexels.com/karolinagrabowska)

Saat menjalani hari yang sibuk, kita sering kali lebih fokus pada kesalahan atau hal-hal yang belum berhasil dilakukan. Akibatnya, berbagai kontribusi kecil yang sebenarnya bermanfaat bagi orang lain jadi terabaikan begitu saja. Padahal, hal-hal sederhana itu bisa menjadi pengingat bahwa kehadiran kita memiliki arti.

Coba luangkan beberapa menit sebelum tidur untuk mengingat satu hal baik yang sudah kamu lakukan hari itu. Mungkin kamu membantu teman yang sedang kesulitan, mendengarkan curhatan seseorang, atau menyelesaikan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab. Kebiasaan sederhana ini membantu kamu melihat bahwa sekecil apa pun tindakanmu, tetap ada dampak positif yang kamu berikan.

"Kesadaran diri seperti ini membantu membangun rasa berharga yang berasal dari dalam diri kita sendiri," ujar Jennifer Breheny Wallace, seorang jurnalis pemenang penghargaan dan penulis buku Mattering, dikutip dari Real Simple.

2. Simpan pesan-pesan positif yang pernah kamu terima

ilustrasi surat (freepik.com/master1305)

Pujian, ucapan terima kasih, atau pesan apresiasi sering kali hanya dibaca sekilas lalu terlupakan. Padahal, kata-kata positif dari orang lain bisa menjadi pengingat berharga tentang dampak yang pernah kita berikan dalam hidup mereka. Sayangnya, banyak orang lebih mudah mengingat kritik dibandingkan apresiasi.

Karena itu, gak ada salahnya mulai menyimpan pesan-pesan baik yang pernah kamu terima. Kamu bisa membuat folder khusus di ponsel, menyimpan tangkapan layar, atau mengumpulkan kartu ucapan yang pernah diberikan seseorang. Saat sedang merasa kurang percaya diri, membaca kembali pesan-pesan tersebut bisa membantu mengingatkan bahwa dirimu pernah membuat perbedaan bagi orang lain.

"Pada hari-hari ketika kamu merasa tidak berarti, kamu bisa membuka kembali semuanya dan mengingat nilai yang kamu miliki," ujar Jennifer Breheny Wallace.

3. Ucapkan terima kasih dengan lebih spesifik

ilustrasi dua perempuan berbincang (pexels.com/divinetechygirl)

Mengucapkan terima kasih memang terdengar sederhana, tetapi cara kita menyampaikannya bisa membuat perbedaan besar. Banyak orang hanya berfokus pada hadiah atau bantuan yang diterima, padahal ada perhatian, waktu, dan usaha yang diberikan di baliknya. Mengapresiasi hal-hal tersebut dapat membuat seseorang merasa lebih dihargai.

Misalnya, daripada hanya berkata, "Terima kasih hadiahnya", kamu bisa mengatakan, "Terima kasih karena kamu selalu tahu apa yang aku suka". Kalimat seperti ini menunjukkan bahwa kamu menghargai orangnya, bukan sekadar apa yang ia berikan. Tanpa disadari, kebiasaan tersebut juga membantu membangun hubungan yang lebih hangat dan bermakna.

"Ketika orang menyaksikan ekspresi rasa syukur, mereka melihat bahwa orang yang bersyukur itu adalah tipe orang yang menyadari ketika orang lain melakukan kebaikan dan benar-benar meluangkan waktu untuk mengakuinya. Artinya, mereka adalah mitra sosial yang baik," kata Sara Algoe, profesor psikologi dari University of North Carolina at Chapel Hill, dikutip dari Greated Good.

"Orang-orang yang responsif dalam hubungan sosial merupakan pribadi yang sangat diinginkan untuk dijadikan teman atau pasangan hubungan sosial," tambahnya.

4. Bangun koneksi kecil dengan orang-orang di sekitar

ilustrasi barista dan planggan (pexels.com/rdne)

Banyak orang mengira rasa berharga hanya bisa didapat dari hubungan yang sangat dekat. Padahal, interaksi sederhana dengan orang-orang yang sering kita temui juga bisa memberikan rasa keterhubungan yang kuat. Bahkan, percakapan singkat di sela aktivitas sehari-hari dapat membuat seseorang merasa diakui keberadaannya.

Mulailah dengan hal-hal kecil, seperti menyapa tetangga, mengobrol dengan barista langganan, atau mengingat nama orang-orang yang sering kamu temui. Ketika hubungan-hubungan kecil ini tumbuh secara alami, kamu akan merasa menjadi bagian dari sebuah komunitas. Perasaan terhubung inilah yang membantu mengurangi rasa kesepian dan membuat hidup terasa lebih bermakna.

5. Perlakukan setiap orang seolah mereka ingin merasa dihargai

ilustrasi kedua perempuan berbincang (pexels.com/brettsayles)

Jennifer Breheny Wallace memiliki sebuah cara pandang yang menarik. Ia membayangkan setiap orang yang ditemuinya membawa tanda tak terlihat yang bertuliskan, "Katakan padaku, apakah aku berarti?". Cara berpikir ini membuat kita lebih mudah bersikap ramah dan penuh empati kepada orang lain.

Ketika kita meluangkan waktu untuk mendengarkan, memberi perhatian, atau sekadar menunjukkan kepedulian, kita membantu orang lain merasa dihargai. Menariknya, tindakan tersebut juga berdampak pada diri sendiri. Saat menyadari bahwa kita mampu membuat orang lain merasa lebih baik, kita pun semakin yakin bahwa keberadaan kita memiliki nilai dan arti.

Merasa berharga gak selalu harus menunggu pencapaian besar atau pengakuan dari orang lain. Terkadang, rasa itu justru tumbuh dari hal-hal sederhana yang kita lakukan setiap hari dan dampak kecil yang kita berikan kepada orang-orang di sekitar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article