Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cara Membuat dan Merawat Edible Garden agar Subur, Minim Perawatannya!

Cara Membuat dan Merawat Edible Garden agar Subur, Minim Perawatannya!
ilustrasi memanen bayam (pexels.com/jenna-hamra)
Intinya Sih
  • Edible garden menggabungkan tanaman pangan dan lanskap indah; keberhasilannya bergantung pada perencanaan lokasi, cahaya matahari, serta pemilihan tanaman sesuai kondisi halaman.
  • Kenali tanah, kelembapan, dan drainase sebelum memilih bibit. Mulailah dari area kecil agar perawatan lebih ringan, lalu perluas kebun setelah memahami tanaman yang paling cocok.
  • Padukan tanaman pendamping untuk mendukung pertumbuhan dan menekan hama. Gunakan media kaya organik berdrainase baik, serta siram konsisten sesuai kebutuhan tanpa membuat akar terlalu lembap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Menanam sendiri sayuran, buah, maupun tanaman herbal di rumah semakin diminati karena mampu menyediakan bahan pangan segar sekaligus membuat halaman terasa lebih asri. Salah satu konsep yang kini banyak diterapkan adalah edible garden, yaitu taman yang menggabungkan tanaman pangan dengan tampilan yang tetap indah sehingga berfungsi sebagai kebun sekaligus elemen lanskap.

Meski terlihat sederhana, membuat edible garden tidak hanya sekadar menanam berbagai jenis tanaman di satu tempat. Perencanaan lokasi, pemilihan tanaman, hingga cara merawatnya perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan agar kebun dapat tumbuh sehat dan mudah dirawat. Berikut beberapa cara membuat dan merawat edible garden yang bisa kamu terapkan di rumah.

1. Pilih lokasi yang mendapatkan cahaya matahari sesuai kebutuhan tanaman

ilustrasi memangkas tanaman (pexels.com/anntarazevich)
ilustrasi memangkas tanaman (pexels.com/anntarazevich)

Langkah pertama sebelum membuat edible garden adalah menentukan lokasi tanam yang tepat. Perhatikan berapa lama area tersebut menerima sinar matahari setiap hari karena setiap tanaman memiliki kebutuhan cahaya yang berbeda. Sayuran buah seperti tomat, paprika, dan terong membutuhkan paparan matahari langsung lebih lama dibandingkan sayuran daun seperti selada atau bayam.

Selain intensitas cahaya, amati pula apakah terdapat pohon, bangunan, atau pagar yang menimbulkan bayangan pada waktu tertentu. Jika halaman cenderung teduh, bukan berarti kamu tidak bisa berkebun, tetapi sebaiknya pilih tanaman yang memang mampu tumbuh baik di area dengan cahaya matahari terbatas. Dengan menyesuaikan jenis tanaman sejak awal, peluang memperoleh hasil panen yang optimal akan jauh lebih besar.

"Tanaman yang menyukai cuaca panas, seperti paprika, terong, tomat, labu, dan jagung, membutuhkan setidaknya lima hingga enam jam paparan sinar matahari langsung setiap hari. Jika kamu memiliki lahan yang memang tidak mendapatkan enam jam sinar matahari langsung, sebaik apa pun kamu merawat tanaman, hasil panennya tidak akan banyak," ujar Natalie Boustead, Koordinator Community Gardens di FoodShare Toronto, dikutip dari CBC.

2. Kenali kondisi tanah sebelum menentukan tanaman

ilustrasi wanita merawat tanaman (pexels.com/timamiroshnichenko)
ilustrasi wanita merawat tanaman (pexels.com/timamiroshnichenko)

Setiap lahan memiliki karakteristik yang berbeda sehingga tidak semua tanaman cocok ditanam di tempat yang sama. Karena itu, sebelum membeli bibit, kenali terlebih dahulu kondisi tanah, tingkat kelembapan, serta sistem drainase di halaman rumah. Langkah sederhana ini akan membantu menentukan tanaman yang paling mudah tumbuh tanpa membutuhkan banyak perawatan.

Tanah yang cepat mengalirkan air cocok untuk berbagai tanaman herbal khas Mediterania, sedangkan lahan yang lembap dapat dimanfaatkan untuk tanaman yang memang menyukai kondisi basah. Daripada memaksa tanaman beradaptasi dengan lingkungan yang kurang sesuai, memilih tanaman berdasarkan kondisi alami lahan justru membuat edible garden lebih sehat dan berkelanjutan.

"Kalau kamu memiliki kebun yang cukup teduh, bukan berarti kamu tidak bisa menanam apa pun. Coba lihat hutan. Banyak tanaman tumbuh subur di bawah naungan pepohonan dan tanaman tahunan (perennials), terutama berbagai jenis tanaman herbal, sangat cocok untuk kondisi seperti itu," ujar Steve Williams, pakar berkebun dan ahli dalam acara BBC Two Your Garden Made Perfect, dikutip dari BBC.

3. Mulailah dari kebun berukuran kecil

ilustrasi memanen bayam
ilustrasi memanen bayam (pexels.com/jenna-hamra)

Memiliki halaman yang luas bukan berarti seluruh area harus langsung dijadikan kebun. Jika baru pertama kali berkebun, memulai dari area yang kecil akan membuat proses perawatan terasa lebih ringan sekaligus mengurangi risiko merasa kewalahan.

Setelah memahami kebutuhan tanaman dan rutinitas perawatannya, kamu bisa memperluas area tanam secara bertahap. Cara ini juga memberikan kesempatan untuk mengetahui tanaman mana yang paling cocok dengan kondisi rumah sebelum menambah koleksi tanaman lainnya.

4. Padukan tanaman yang saling mendukung pertumbuhannya

ilustrasi menyiram tanaman (pexels.com/karolinagabrowska)
ilustrasi menyiram tanaman (pexels.com/karolinagabrowska)

Edible garden tidak hanya berisi satu jenis tanaman, tetapi memadukan berbagai tanaman yang dapat tumbuh berdampingan. Menanam tanaman yang saling mendukung atau companion planting mampu membantu meningkatkan produktivitas sekaligus membuat ekosistem kebun menjadi lebih seimbang.

Sebagai contoh, tomat cocok ditanam berdekatan dengan bawang, bawang putih, basil, maupun berbagai tanaman herbal. Selain membantu memaksimalkan pertumbuhan, kombinasi tanaman tersebut juga dapat mengurangi gangguan hama secara alami sehingga penggunaan pestisida dapat diminimalkan.

"Sebagian besar tanaman cocok ditanam berdampingan dengan tomat atau kacang-kacangan, tetapi tidak dengan keduanya sekaligus. Kedua tanaman inilah yang sebenarnya menjadi penentu utama dalam menentukan kombinasi tanaman yang akan kamu tanam di kebun," ujar Carson Arthur, landscape designer, pembawa acara televisi, sekaligus pemilik Carson's Garden + Market, dikutip dari CBC.

5. Gunakan media tanam yang kaya nutrisi dan memiliki drainase baik

ilustrasi merawat tanaman dalam pot (pexels.com/garybarnes)
ilustrasi merawat tanaman dalam pot (pexels.com/garybarnes)

Media tanam menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan edible garden. Jika menggunakan pot maupun raised bed, pilih campuran media tanam yang kaya bahan organik agar tanaman memperoleh nutrisi yang cukup selama masa pertumbuhannya.

Selain subur, media tanam juga perlu memiliki drainase yang baik agar air tidak menggenang di sekitar akar. Kondisi tanah yang terlalu basah dalam waktu lama, dapat meningkatkan risiko pembusukan akar dan membuat pertumbuhan tanaman menjadi kurang optimal.

6. Siram tanaman sesuai kebutuhan dan jangan berlebihan

ilustrasi menyiram tanaman dalam pot (pexels.com/timamiroshnichenko)
ilustrasi menyiram tanaman dalam pot (pexels.com/timamiroshnichenko)

Penyiraman merupakan perawatan rutin yang tidak boleh diabaikan, tetapi jumlah air yang diberikan juga perlu disesuaikan dengan kondisi tanaman dan cuaca. Tanaman yang ditanam di dalam pot umumnya membutuhkan penyiraman lebih sering dibandingkan tanaman yang tumbuh langsung di tanah karena media tanamnya lebih cepat mengering.

Sebaiknya lakukan penyiraman secara konsisten sambil memantau kelembapan media tanam, terutama saat musim kemarau. Dengan cara tersebut, tanaman tetap memperoleh air yang cukup tanpa membuat akar terlalu lembap yang justru dapat memicu berbagai penyakit.

Edible garden tidak hanya menghadirkan bahan pangan segar untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga membuat halaman rumah terasa lebih hijau dan menyenangkan. Dengan memilih lokasi yang tepat, menyesuaikan tanaman dengan kondisi lingkungan, serta melakukan perawatan secara rutin, kamu bisa memiliki kebun pangan yang produktif sekaligus minim perawatan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More