5 Gaya Hidup Frugal Living ala Upin & Ipin, Layak Ditiru!

- Keseharian Upin, Ipin, dan warga Kampung Durian Runtuh menggambarkan frugal living lewat hiburan sederhana seperti bermain, memancing, dan bersepeda tanpa biaya besar.
- Memasak di rumah dengan bahan yang tersedia membantu mengontrol pengeluaran, memaksimalkan bahan makanan, dan mengurangi kebiasaan membeli makanan siap saji.
- Kebiasaan memperbaiki, mendaur ulang barang menjadi karya, serta saling meminjam kebutuhan mengurangi pembelian baru, memperpanjang masa pakai barang, dan menekan limbah.
Di tengah tren frugal living yang semakin populer, ternyata gaya hidup hemat sudah lama tergambar dalam keseharian tokoh-tokoh di serial Upin & Ipin. Meski tak secara langsung membahas pengelolaan keuangan, kehidupan sederhana di Kampung Durian Runtuh menunjukkan berbagai kebiasaan yang selaras dengan prinsip frugal living.
Berbagai kebiasaan tersebut menjadi pengingat bahwa hidup hemat bukan berarti pelit atau mengorbankan kenyamanan. Nah, berikut beberapa potret gaya hidup frugal living yang bisa dipelajari dari keseharian Upin, Ipin, dan warga Kampung Durian Runtuh!
1. Memilih hiburan yang tidak menguras biaya

Upin, Ipin, dan teman-temannya hampir setiap hari menemukan cara untuk bersenang-senang tanpa harus mengeluarkan banyak uang. Mereka bermain layang-layang, gasing, petak umpet, memancing, atau bersepeda mengelilingi kampung. Aktivitas tersebut gak membutuhkan biaya besar, tetapi tetap memberikan pengalaman yang menyenangkan karena dilakukan bersama-sama.
Dalam frugal living, memilih hiburan sederhana menjadi salah satu cara menjaga pengeluaran tetap sehat tanpa mengurangi kualitas hidup. Justru dari kegiatan sederhana itulah hubungan dengan teman dan keluarga menjadi semakin erat.
2. Memasak sendiri di rumah

Dalam kesehariannya, Opah atau kak Ros hampir selalu memasak untuk keluarga menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah. Jarang terlihat Upin dan Ipin membeli makanan siap saji atau makan di luar setiap hari. Selain lebih hemat, memasak sendiri juga membuat bahan makanan dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga mengurangi pemborosan
Kebiasaan ini merupakan salah satu praktik frugal living yang masih relevan hingga sekarang, terutama di tengah harga makanan yang terus meningkat. Dengan memasak di rumah, pengeluaran bisa lebih terkontrol sekaligus memastikan makanan yang dikonsumsi sesuai kebutuhan.
3. Memperbaiki barang sebelum membeli yang baru

Alih-alih langsung membeli barang baru, warga Kampung Durian Runtuh sering berusaha memperbaiki barang yang masih bisa digunakan. Tok Dalang menjadi salah satu tokoh yang dikenal memiliki banyak keterampilan, termasuk membuat atau memperbaiki berbagai benda. Kebiasaan ini menunjukkan bahwa barang yang rusak belum tentu harus dibuang begitu saja.
Dengan sedikit usaha, banyak barang masih dapat digunakan kembali sehingga masa pakainya menjadi lebih panjang. Dalam konsep frugal living, memperbaiki barang merupakan cara efektif untuk mengurangi pengeluaran yang tidak perlu. Selain lebih hemat, kebiasaan ini juga membantu mengurangi limbah karena tidak semua barang langsung berakhir menjadi sampah.
4. Memanfaatkan barang bekas untuk berkreasi

Dalam beberapa episode, Upin, Ipin, dan teman-temannya terlihat bermain dengan alat yang mereka buat sendiri. Mereka kerap memanfaatkan barang-barang sederhana di sekitar, seperti kardus, bambu, daun, atau bahan lain yang mudah ditemukan untuk membuat mainan maupun kerajinan.
Kebiasaan ini menunjukkan bahwa barang bekas yang masih layak pakai dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Selain mengasah kreativitas, cara tersebut juga membantu mengurangi pengeluaran karena tidak harus selalu membeli barang baru.
5. Meminjam barang daripada membeli

Warga Kampung Durian Runtuh juga digambarkan memiliki hubungan yang akrab sehingga gak ragu saling meminjam barang ketika diperlukan. Anak-anak sering berbagi atau meminjam mainan, sepeda, maupun perlengkapan lainnya tanpa harus masing-masing memiliki barang yang sama. Kebiasaan ini membuat kebutuhan dapat terpenuhi tanpa perlu mengeluarkan uang untuk membeli barang baru yang mungkin hanya digunakan sesekali.
Dari sudut pandang frugal living, meminjam barang yang jarang digunakan merupakan keputusan yang lebih bijak daripada membeli secara impulsif. Cara sederhana ini menunjukkan bahwa hidup hemat juga bisa dilakukan melalui kebiasaan berbagi dengan orang di sekitar.
Itu tadi gaya hidup frugal living ala Upin Ipin. Kira-kira kamu bisa menerapkannya gak?


![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin, Kami Tebak Kamu Seorang yang Green Flag atau Red Flag](https://image.idntimes.com/post/20250530/img-20250530-203717-a4e4cddefdae713cd1a3efe97f21f1d1-d39800576cc5d4ebd91a012aa51130f5.jpg)


















