7 Cara Seseorang Jaga Kekayaannya, Lebih Selektif Soal Circle

- Orang kaya tidak gegabah dalam berinvestasi, lebih berhati-hati dan siap dengan risiko.
- Menikahi orang setara atau berpendidikan tinggi untuk menjaga kekayaan.
- Orang kaya memutar sebagian uang untuk usaha dan mengoptimalkan pendidikan anak.
Secara umum, orang disebut kaya apabila memenuhi dua kriteria. Pertama, pendapatannya jauh lebih besar daripada kebutuhannya sehingga uang gak sekadar habis buat makan. Kedua, penghasilannya konsisten di atas rata-rata pendapatan masyarakat.
Jika kedua syarat di atas terpenuhi, otomatis orang tampak lebih sejahtera ketimbang orang-orang yang tak berhasil memenuhinya. Selalu menarik untuk mengamati perilaku orang-orang kaya. Bukan hanya supaya kamu bisa mengikuti jejaknya dan ikut kaya.
Akan tetapi, juga agar dirimu tidak mudah kaget ketika berteman atau bertetangga dengan mereka. Ada beberapa hal yang mungkin bikin kamu kurang nyaman. Namun, itu harus dipahami sebagai cara orang kaya mempertahankan kekayaan mereka. Jangan baper, ya, jika kamu mengetahui cara seseorang jaga kekayaannya memang seperti itu.
1. Tidak berinvestasi di sembarang instrumen

Orang kaya suka berinvestasi. Namun, mereka tidak FOMO dalam menanamkan uangnya. Orang yang sudah kaya sering kali bersikap jauh lebih berhati-hati ketimbang orang yang masih mengejar kekayaan. Saat kamu sedang getol-getolnya mencari uang, dirimu lebih berani mengambil risiko.
Ini yang membuat orang-orang sepertimu mudah terjerat investasi bodong. Namun, orang kaya tidak gegabah. Mereka tak mau menaruh banyak uang dalam instrumen investasi yang tidak dipahami dengan baik meski iming-imingnya menarik.
Lebih baik mereka menahan uangnya dulu. Kalaupun mereka mencoba investasi yang agak meragukan, mereka siap betul dengan risiko. Uang yang diinvestasikan tak ada apa-apanya dari total kekayaan. Bila uang itu hilang pun bukan masalah besar bagi mereka.
2. Menikahi orang dengan kekayaan setara atau berpendidikan tinggi

Ini sebabnya kamu tidak bisa sembarangan menyebut seseorang materialistis. Orang yang hanya mau menikah dengan seseorang yang sekaya dirinya sama sekali gak salah. Itu naluri mereka untuk menjaga kekayaan.
Menikahi orang dengan kelas ekonomi di bawahnya lebih rentan menyeretnya turun daripada naik. Apalagi jika keluarga besar pasangannya dirasa membebani. Kalaupun seseorang tidak sekaya dirinya, minimal pendidikannya bagus. Itu dapat menjadi keunggulan pengganti kekayaan materi yang dapat dipertimbangkan.
3. Memutar sebagian uang untuk usaha

Orang kaya senang bermain-main dengan uang mereka dalam arti kiasan. Mereka tidak suka membiarkan uang hanya tidur atau diam. Mereka ingin uang bekerja buat mereka kalau gak sekarang juga, maka di masa depan.
Oleh sebab itu, orang kaya tak cuma membagi penghasilannya untuk biaya hidup serta tabungan. Bahkan tidak berhenti pada investasi seperti emas. Mereka berani belajar memutar sebagian pendapatannya buat usaha yang dapat memberi tambahan pemasukan rutin. Bukan karena uangnya masih kurang, melainkan makin banyak makin baik.
4. Membatasi jumlah anak dan mengoptimalkan pendidikannya

Orang kaya cenderung memiliki kesadaran yang lebih tinggi terkait pentingnya pembatasan jumlah anak. Bukan karena mereka tidak suka anak-anak. Namun, membesarkan anak dengan baik memerlukan biaya yang tidak sedikit.
Kebutuhan orang dewasa dapat ditunda, tetapi gak dengan kebutuhan anak. Lebih baik mereka mempunyai sedikit anak dan mengoptimalkan pendidikannya. Itu diharapkan mencetak generasi emas yang melanjutkan bahkan meningkatkan kejayaan keluarga.
5. Tak berpangku tangan meski usia tidak muda lagi

Kini banyak anak muda ingin mengejar kebebasan finansial demi pensiun dini. Mereka sering membayangkan betapa enaknya hidup santai tanpa kekurangan uang. Namun, mereka belum betul-betul memperhitungkan potensi biaya yang diperlukan hingga menutup mata.
Belum lagi jika anak masih bersekolah. Orang kaya malah sebaliknya. Mereka tak menjadikan umur sebagai patokan untuk pensiun. Banyak dari mereka masih aktif bekerja selagi mampu. Bukan hanya untuk memastikan mereka tetap punya pemasukan. Namun, juga untuk mempertahankan kesehatan, posisi di masyarakat, serta memberikan manfaat bagi sesama.
6. Sangat menjaga circle yang membantunya tetap bahkan tambah kaya

Orang kaya selektif dalam berteman. Akan tetapi, sekalinya mereka menemukan teman yang cocok buat pengembangan kekayaannya, mereka dapat loyal sekali. Mereka merawat pertemanan ini seperti persaudaraan.
Ini membuat sering kali uang seolah-olah hanya berputar di antara mereka. Mereka saling merekomendasikan setiap ada permintaan dari luar. Mereka tidak mengandalkan orang lain selama masih ada kawan sendiri yang dapat diajak menjalankan usaha atau memenuhi kebutuhannya.
7. Gak membicarakan kekayaannya dengan sembarang orang

Orang kaya tidak selalu berpenampilan sederhana dan itu gak salah. Penampilan adalah soal pilihan. Namun, orang kaya lebih hati-hati membicarakan kekayaannya. Bahkan mereka cenderung menutupinya di depan kolega sekalipun.
Kalau orang harus tahu aset-asetnya, biarlah itu terjadi secara alami. Misalnya, rekan bisnisnya menjadi tahu lokasi beberapa bisnis propertinya. Namun, mereka tidak secara sengaja menggembor-gemborkannya.
Apalagi di depan orang yang gak ada sangkut paut dengan bisnisnya. Seperti laut, orang kaya tidak merasa terlalu penting bagi orang lain untuk mengetahui kedalaman kantongnya. Malah sebaiknya orang-orang tak tahu daripada bikin ribet sampai mengundang kejahatan.
Jika kamu menemui cara seseorang jaga kekayaannya pada tetangga atau teman, cukup dimaklumi. Gak usah dirimu menghakiminya. Begitu pula bila cintamu baru ditolak karena perbedaan kelas ekonomi. Percayalah, kalian akan menemukan jodoh masing-masing yang terbaik.


















