Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Menjaga Pertemanan Dewasa Tetap Sehat

ilustrasi berteman
ilustrasi berteman (pexels.com/Sharefaith)
Intinya sih...
  • Saling jujur dan terbuka dalam komunikasi
  • Hargai perbedaan dan batasan pribadi
  • Beri dukungan tanpa menuntut balasan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjalin pertemanan di usia dewasa tidak selalu mudah. Kesibukan pekerjaan, tanggung jawab keluarga, hingga perubahan gaya hidup sering kali membuat hubungan pertemanan terasa renggang. Waktu dan prioritas yang berbeda juga membuat komunikasi berkurang dan kedekatan perlahan memudar.

Berbeda dengan masa remaja, pertemanan dewasa menuntut kedewasaan dalam bersikap dan berkomunikasi. Diperlukan kejujuran, rasa saling menghormati, dan kemampuan menjaga batasan agar hubungan tetap sehat. Dengan memahami cara menjaga pertemanan dewasa tetap sehat, hubungan bisa berkembang menjadi lebih bermakna tanpa drama yang menguras energi.

1. Saling jujur dan terbuka

ilustrasi sahabat
ilustrasi sahabat (pexels.com/ELEVATE)

Kunci dari pertemanan yang sehat adalah komunikasi yang terbuka. Tidak semua orang pandai mengekspresikan perasaan, tetapi menyampaikan apa yang dirasakan secara jujur dapat mencegah kesalahpahaman. Misalnya, ketika merasa tersinggung, akan lebih baik jika dibicarakan secara baik-baik dibanding disimpan hingga menjadi beban emosi.

Kejujuran juga menciptakan rasa aman dalam hubungan. Menurut Harvard Health Publishing, komunikasi yang jujur dapat memperkuat koneksi emosional karena kedua pihak merasa dihargai dan dipahami. Dengan berbicara secara terbuka, setiap individu memiliki ruang untuk mengekspresikan diri tanpa takut dihakimi.

2. Hargai perbedaan dan batasan pribadi

ilustrasi sahabat
ilustrasi sahabat (pexels.com/MART PRODUCTION)

Pertemanan yang sehat tidak mengharuskan dua orang atau lebih sejalan dalam segala hal. Di usia dewasa, setiap individu memiliki nilai, pandangan, dan rutinitas yang berbeda. Menghargai perbedaan tersebut justru menumbuhkan rasa saling menghormati dan kedewasaan dalam hubungan.

Selain itu, setiap orang juga berhak memiliki ruang pribadi. Menghormati batasan berarti memahami bahwa teman bisa memiliki waktu sendiri tanpa harus diartikan sebagai jarak. Batasan yang jelas justru memperkuat pertemanan karena menciptakan rasa saling menghormati dan kepercayaan. Hindari memaksakan pendapat atau campur tangan terlalu dalam dalam pengambilan keputusan hidup teman.

3. Beri dukungan tanpa menuntut balasan

ilustrasi menghibur teman
ilustrasi menghibur teman (pexels.com/Kaboompics)

Dalam hubungan yang sehat, dukungan diberikan dengan tulus, bukan untuk mendapatkan imbalan. Teman sejati hadir untuk mendengarkan dan membantu tanpa mengharapkan sesuatu sebagai gantinya. Dukungan seperti ini dapat berupa mendengarkan curhatan, memberi nasihat yang realistis, atau sekadar menemani ketika dibutuhkan.

Namun, penting untuk menjaga keseimbangan agar tidak membuat hubungan menjadi berat sebelah. Memberi dukungan bukan berarti harus selalu mengorbankan diri sendiri. Empati yang sehat berarti membantu tanpa kehilangan batasan diri, sehingga hubungan tetap positif dan saling menguatkan.

4. Hindari drama dan gosip yang tidak perlu

ilustrasi mendengarkan cerita teman
ilustrasi mendengarkan cerita teman (pexels.com/RDNE Stock project)

Salah satu penyebab pertemanan rusak adalah drama yang muncul karena gosip atau kesalahpahaman. Membicarakan hal negatif tentang teman lain dapat menciptakan ketegangan dan menurunkan kepercayaan. Menahan diri untuk tidak terlibat dalam percakapan seperti ini menjadi bentuk kedewasaan sosial yang penting.

Menjaga komunikasi agar tetap positif membuat hubungan terasa lebih tenang dan tulus. Interaksi sosial yang bebas dari gosip membantu meningkatkan kesejahteraan mental dan rasa aman emosional. Dengan menjauhi drama, pertemanan dapat tumbuh berdasarkan kepercayaan dan ketulusan, bukan manipulasi atau prasangka.

5. Terima perubahan dengan lapang dada

ilustrasi peka terhadap teman
ilustrasi peka terhadap teman (pexels.com/MART PRODUCTION)

Seiring waktu, pertemanan akan berubah. Ada teman yang semakin dekat, ada pula yang perlahan menjauh karena kesibukan atau perubahan prioritas hidup. Menerima perubahan ini adalah bagian dari kedewasaan emosional yang penting agar hubungan tidak dipaksakan.

Melepaskan bukan berarti berhenti peduli. Justru dengan menerima perubahan, kita dapat memberi ruang bagi hubungan baru yang mungkin lebih relevan dengan fase hidup saat ini. Dengan begitu, setiap pertemanan yang bertahan akan terasa lebih tulus dan seimbang.

Menjaga pertemanan dewasa tetap sehat haruslah dibangun atas dasar saling menghormati, kejujuran, dan kemampuan memahami perbedaan. Hubungan yang baik tidak selalu intens, tetapi konsisten dalam memberikan dukungan dan kepercayaan. Dengan menjaga keseimbangan tersebut, pertemanan dapat menjadi sumber kebahagiaan dan ketenangan tanpa drama yang tidak perlu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Life

See More

12 Ide OOTD ala Geng Ranayu, Hijab Modis buat Ramadan 2026!

15 Feb 2026, 15:37 WIBLife