Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah SWT,
Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT yang masih memberikan kita kesehatan dan kesempatan untuk menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. Selawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, teladan terbaik dalam setiap aspek kehidupan.
Pada kesempatan ini, mari kita renungkan bersama bahwa puasa Ramadan bukan sekadar kewajiban tahunan yang kita jalankan, tetapi memiliki makna yang sangat berarti dalam membentuk karakter dan kepribadian seorang Muslim.
Ceramah Tarawih 2026 Malam Ketiga tentang Makna Puasa, Menyejukkan!

- Puasa Ramadan bukan sekadar kewajiban tahunan, tetapi memiliki makna yang sangat berarti dalam membentuk karakter dan kepribadian seorang Muslim.
- Puasa adalah proses pendidikan diri yang melatih kesabaran, kejujuran, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab serta mengajarkan empati.
- Tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan yang tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari serta menjadikan puasa sebagai momentum untuk memperbaiki karakter dan meningkatkan kualitas diri.
Memasuki malam ketiga salat tarawih di bulan suci Ramadan, umat Islam kembali diajak untuk memahami lebih dalam makna ibadah puasa. Puasa yang merupakan salah satu rukun Islam, tidak hanya menjadi kewajiban tahunan bagi setiap muslim, tetapi juga mengandung banyak hikmah dan manfaat. Tujuan utamanya adalah membentuk karakter seorang muslim agar menjadi pribadi yang lebih sabar, disiplin, dan bertakwa.
Berikut ini contoh teks ceramah tarawih malam ketiga Ramadan dengan tema makna puasa dalam membentuk karakter muslim yang dapat kamu jadikan referensi untuk mengisi kultum. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!
1. Pembuka

2. Isi

Hadirin yang dirahmati Allah SWT,
Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, puasa adalah proses pendidikan diri. Ia melatih kesabaran, kejujuran, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab.
Saat berpuasa, kita belajar menahan hawa nafsu. Kita juga dianjurkan untuk menahan amarah ketika emosi muncul, menjaga lisan dari perkataan yang sia-sia atau menyakiti orang lain, serta menghindari perbuatan yang tidak bermanfaat. Semua ini adalah latihan pengendalian diri yang sangat berharga.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan. Ketakwaan bukan hanya terlihat dari ibadah ritual, tetapi tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Orang yang bertakwa akan berhati-hati dalam berbicara, bersikap adil, menjaga amanah, dan menjauhi segala bentuk maksiat.
Puasa juga mengajarkan empati. Ketika merasakan lapar dan haus, kita diingatkan pada saudara-saudara kita yang kekurangan. Dari situlah, tumbuh rasa peduli dan semangat untuk berbagi.
Jika selama Ramadan kita mampu menahan diri dari hal-hal yang sebenarnya halal di waktu biasa, seperti makan dan minum, maka seharusnya kita juga lebih mampu menjauhi hal-hal yang jelas diharamkan oleh Allah SWT.
3. Penutup

Hadirin yang dirahmati Allah SWT,
Mari kita jadikan puasa Ramadan sebagai momentum untuk memperbaiki karakter dan meningkatkan kualitas diri. Jangan sampai puasa hanya menjadi rutinitas tanpa perubahan sikap dan perilaku.
Semoga setelah Ramadan berakhir, kita menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih jujur, lebih disiplin, dan lebih bertakwa kepada Allah SWT. Semoga puasa yang kita jalankan benar-benar membentuk kita menjadi Muslim yang lebih baik, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi juga di bulan-bulan berikutnya.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Demikian contoh teks ceramah tarawih malam ketiga bulan suci Ramadan. Semoga melalui kultum ini, umat Islam dapat semakin menghayati makna puasa dan menjadikannya sebagai sarana membentuk karakter yang lebih baik, serta memperkuat iman dan Islam dalam kehidupan sehari-hari.


















