Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Mengatasi Bau Mulut saat Puasa agar Tetap Nyaman Beraktivitas

wanita menutup mulut
wanita menutup mulut (pexels.com/Monstera Production)

Saat menjalani puasa, tubuh tidak menerima asupan makanan maupun cairan selama berjam-jam, sehingga produksi air liur berkurang dan kondisi rongga mulut menjadi lebih kering, yang pada akhirnya memicu munculnya bau tidak sedap. Kondisi ini sebenarnya normal karena tubuh sedang beradaptasi dengan pola metabolisme yang berbeda, namun dampaknya bisa terasa cukup mengganggu terutama ketika kita harus berbicara, berdiskusi, presentasi, atau bertemu banyak orang sepanjang hari. Oleh sebab itu, penting memahami bahwa bau mulut saat puasa bukan sesuatu yang tidak bisa diatasi, melainkan kondisi yang bisa diminimalkan dengan strategi yang tepat.

Agar tetap percaya diri dan nyaman saat berinteraksi, dibutuhkan langkah yang lebih spesifik daripada sekadar menyikat gigi, karena faktor penyebab bau mulut saat puasa berbeda dengan kondisi biasa. Penanganannya perlu menyasar penyebab utama seperti mulut kering, sisa metabolisme, dan pilihan makanan saat sahur, sehingga hasilnya lebih efektif dan terasa sepanjang hari. Berikut beberapa tips yang bisa langsung kamu terapkan.

1. Optimalkan kebersihan mulut tepat setelah sahur

wanita sedang flossing gigi
wanita sedang flossing gigi (pexels.com/Sora Shimazaki)

Menyikat gigi setelah sahur memang penting, tetapi yang sering terlewat adalah pembersihan lidah dan sela-sela gigi yang justru menjadi tempat utama berkembangnya bakteri penghasil bau, sehingga jika hanya menyikat bagian depan gigi, hasilnya tidak akan maksimal. Saat puasa, bakteri lebih mudah berkembang karena mulut dalam kondisi kering, sehingga kebersihan awal sebelum memulai hari sangat menentukan aroma napas hingga sore. Oleh karena itu, rutinitas setelah sahur perlu dilakukan secara menyeluruh, bukan sekadar formalitas.

Gunakan teknik pembersihan lidah dengan tongue scraper atau bagian belakang sikat gigi, lalu lanjutkan dengan flossing agar tidak ada sisa makanan yang tertinggal dan terfermentasi selama berjam-jam. Jika perlu, gunakan obat kumur non-alkohol agar tidak memicu mulut semakin kering, sehingga perlindungan terhadap bakteri tetap optimal tanpa memperparah kondisi dehidrasi rongga mulut. Langkah ini akan memberi fondasi kebersihan yang lebih kuat sebelum memasuki waktu puasa.

2. Atur menu sahur agar tidak memicu bau mulut di siang hari

ilustrasi dua orang sedang menyantap makanan sahur
ilustrasi dua orang sedang menyantap makanan sahur (pexels.com/Helena Lopes)

Banyak orang tidak menyadari bahwa bau mulut saat puasa sering kali berasal dari pilihan makanan saat sahur, terutama makanan tinggi lemak, terlalu manis, atau beraroma tajam seperti bawang dan petai yang efeknya dapat bertahan lama di dalam sistem pencernaan. Selain itu, konsumsi kopi berlebihan saat sahur juga dapat mempercepat dehidrasi sehingga mulut menjadi lebih kering dan bau lebih mudah muncul. Artinya, strategi mengatasi bau mulut sebenarnya sudah dimulai sejak waktu makan terakhir sebelum puasa.

Pilih makanan tinggi serat seperti buah dan sayur yang membantu membersihkan rongga mulut secara alami, serta perbanyak protein ringan yang tidak meninggalkan residu kuat. Hindari makanan yang terlalu berminyak atau berbau menyengat jika kamu tahu akan banyak berinteraksi di siang hari, sehingga risiko aroma tidak sedap dapat ditekan sejak awal. Dengan pengaturan menu yang lebih sadar, napas akan terasa lebih stabil hingga waktu berbuka.

3. Maksimalkan hidrasi di malam hari dengan pola yang tepat

ilustrasi orang memegang gelas minum
ilustrasi orang memegang gelas minum (pexels.com/Lisa from Pexels)

Karena selama puasa tidak bisa minum, strategi menjaga kesegaran napas harus dimulai dari pengaturan cairan sejak berbuka hingga sahur, bukan hanya minum dalam jumlah banyak sekaligus. Dehidrasi adalah pemicu utama bau mulut saat puasa karena berkurangnya air liur membuat bakteri berkembang lebih cepat. Oleh sebab itu, cara minum yang terstruktur jauh lebih efektif dibandingkan sekadar mengejar jumlah.

Terapkan pola minum bertahap antara berbuka hingga sahur agar tubuh tetap terhidrasi optimal, sehingga produksi air liur keesokan harinya tidak terlalu menurun drastis. Hindari minuman berkafein atau terlalu manis secara berlebihan karena justru dapat meningkatkan rasa kering pada mulut. Dengan hidrasi yang cukup, kondisi napas akan lebih terkontrol sepanjang aktivitas.

4. Manfaatkan siwak atau sikat gigi kering saat siang hari

ilustrasi orang memegang sikat gigi
ilustrasi orang memegang sikat gigi (pexels.com/www.kaboompics.com)

Banyak orang ragu membersihkan mulut saat puasa karena khawatir membatalkan ibadah, padahal penggunaan siwak atau menyikat gigi tanpa menelan air tetap diperbolehkan selama dilakukan dengan hati-hati. Membersihkan mulut di siang hari bisa membantu mengurangi penumpukan bakteri yang terjadi akibat kondisi kering. Ini menjadi solusi praktis terutama bagi kamu yang harus berbicara dalam waktu lama.

Siwak memiliki sifat antibakteri alami dan dapat digunakan tanpa pasta gigi, sehingga aman dan efektif untuk menyegarkan napas. Jika memilih menyikat gigi, lakukan secara perlahan dan pastikan tidak ada air yang tertelan, sehingga kebersihan tetap terjaga tanpa mengganggu puasa. Langkah sederhana ini bisa sangat membantu menjaga rasa percaya diri saat berinteraksi.

5. Kurangi konsumsi kopi dan teh berlebihan saat sahur

ilustrasi orang sedang menuang kopi
ilustrasi orang sedang menuang kopi (pexels/LinaKivaka)

Sebagian orang terbiasa minum kopi atau teh saat sahur karena sudah menjadi rutinitas harian, namun kandungan kafein di dalamnya dapat meningkatkan pengeluaran cairan tubuh sehingga risiko dehidrasi di siang hari menjadi lebih tinggi. Ketika tubuh kehilangan cairan lebih cepat selama berpuasa, produksi air liur ikut menurun, dan kondisi inilah yang memicu munculnya bau mulut karena bakteri lebih mudah berkembang di rongga mulut yang kering.

Agar napas tetap lebih segar sepanjang hari, batasi konsumsi kopi atau teh saat sahur dan perbanyak air putih untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh. Jika ingin tetap minum minuman hangat, pilih opsi yang tidak mengandung kafein agar mulut tidak cepat terasa kering menjelang siang. Dengan mengatur asupan sejak sahur, potensi bau mulut dapat ditekan dari awal tanpa perlu langkah yang berlebihan.

Bau mulut saat puasa bukan sekadar persoalan kebersihan, melainkan kombinasi antara kondisi metabolisme, dehidrasi, serta kebiasaan sebelum dan selama berpuasa yang saling memengaruhi satu sama lain. Dengan strategi yang lebih spesifik seperti mengoptimalkan kebersihan setelah sahur, mengatur menu dengan bijak, menjaga hidrasi, serta menerapkan teknik sederhana di siang hari, kondisi napas dapat tetap terkontrol meskipun tidak ada asupan selama berjam-jam. Ketika langkah-langkah ini dilakukan secara konsisten, puasa pun dapat dijalani dengan lebih percaya diri dan nyaman dalam setiap aktivitas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Life

See More

Ceramah Tarawih 2026 Malam Keempat, Keutamaan Zikir dan Doa!

19 Feb 2026, 20:47 WIBLife