Malam semakin larut. Selimut sudah menutupi separuh tubuhmu, tetapi ibu jari masih sibuk menggulir layar ponsel. Matamu mulai terasa berat, sementara besok masih ada banyak hal yang harus dikerjakan. Namun, setiap kali berniat menutup aplikasi, selalu ada satu video lagi yang membuatmu penasaran. Kamu terus menggulir layar, berpindah dari satu tren ke tren berikutnya. Tanpa terasa, waktu berjalan begitu saja. Ketika akhirnya kamu meletakkan ponsel, muncul pikiran kecil, “jangan-jangan ada sesuatu yang belum aku lihat”, kamu kemudian kembali meraih ponselmu.
Kamu ingin berhenti, tetapi juga tidak ingin tertinggal. Di tengah keinginan untuk menikmati hidup tanpa terus menatap layar, ada kekhawatiran bahwa dunia digital akan bergerak terlalu jauh ketika kamu berpaling. Sebagai gen Z, kamu merasa dilema ini bukan semata-mata soal kebiasaan bermain ponsel saja, melainkan juga tentang bagaimana tetap terhubung tanpa kehilangan waktu untuk diri sendiri.
