Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ala rizqika aftartu. Birahmatika yaa arhamar roohimiin.
Doa Berbuka Puasa Idul Adha, Lengkap dengan Niat Puasa!

- Menjelang Idul Adha, umat Muslim dianjurkan menjalankan puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah yang dilakukan pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah.
- Artikel ini memuat doa berbuka puasa Idul Adha serta niat untuk puasa Tarwiyah dan Arafah yang dibaca sebelum berpuasa.
- Puasa Tarwiyah dan Arafah memiliki keutamaan besar, termasuk penghapusan dosa dua tahun sebagaimana disebut dalam hadis riwayat Muslim.
Sebentar lagi umat muslim di seluruh dunia akan merayakan Hari Raya Idul Adha. Sebelum merayakannya, terdapat amalan sunnah yang bisa kamu amalkan, nih, yaitu puasa Tarwiyah dan Arafah.
Kedua puasa sunah tersebut biasanya dilakukan pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah. Atau 2 hari sebelum dilaksanakannya Idul Adha.
Berikut ini adalah doa berbuka puasa Idul Adha dan juga niat puasa untuk kamu yang mau berpuasa. Yuk, simak sampai akhir!
Table of Content
1. Doa berbuka puasa Idul Adha
Doa berbuka puasa ini tentunya dilafalkan sebelum kamu membatalkan puasa saat azan maghrib tiba. Sebenarnya, doa berbuka puasa saat Idul Adha sama dengan doa berbuka puasa pada umumnya, yaitu:
Artinya: "Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, wahai Allah Tuhan Maha Pengasih."
2. Niat puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah ini biasanya dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Berikut ini adalah niat puasa Tarwiyah yang bisa kamu lafalkan:
Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta'ala."
3. Niat puasa Arafah
Selain puasa Tarwiyah, kamu juga bisa melaksanakan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Jika akan menunaikan ibadah puasa sunnah ini, bacalah niat berikut ini:
Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta'ala."
4. Keutamaan puasa Tarwiyah dan Arafah

Puasa Tarwiyah dan Arafah memiliki keutamaan yang sangat besar. Hal tersebut menjadikan puasa ini akhirnya digolongkan menjadi puasa sunnah yang sangat dianjurkan oleh para ulama.
Dalam riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun yang telah lalu dan akan datang, dan puasa Asyura (tanggal 10 Muharram) menghapus dosa setahun yang lalu." (HR Muslim).
Dari hadis tersebut, disebutkan bahwa menjalankan puasa Arafah dapat menghapus dosa dua tahun yang lalu dan yang akan datang. Jadi, jika tidak berhalangan, kamu bisa menjalankan puasa ini, ya.
Demikian doa berbuka puasa Idul Adha beserta dengan niatnya. Semoga niat baik kamu untuk menjalankan puasa sunnah ini mendapatkan rahmat dari Allah SWT. Amin.
FAQ Seputar Doa Berbuka Puasa Idul Adha
| Apakah diperbolehkan melakukan ibadah puasa pada hari raya Idul Adha? | Tidak boleh. Hukum berpuasa pada hari raya Idul Adha (10 Zulhijah) serta tiga hari Tasyrik berikutnya (11, 12, 13 Zulhijah) adalah haram mutlak menurut ijmak ulama. |
| Puasa sunnah apa saja yang dianjurkan untuk dikerjakan menjelang Idul Adha? | Puasa sunnah yang sangat dianjurkan adalah puasa sembilan hari pertama bulan Zulhijah, dengan puncaknya pada Puasa Tarwiyah (8 Zulhijah) dan Puasa Arafah (9 Zulhijah) sebelum hari raya. |
| Bagaimana lafal bacaan doa berbuka puasa sunnah menjelang Idul Adha yang sesuai tuntunan? | Lafal doa berbuka yang dibaca sama seperti puasa pada umumnya, yaitu: "Dzahabadz-dzama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insya Allah" (Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan semoga pahala telah ditetapkan, insya Allah). |
| Kapan waktu terbaik dan paling afdal untuk membaca doa berbuka puasa tersebut? | Doa berbuka puasa paling afdal dibaca sesaat setelah membatalkan puasa (setelah meminum air atau memakan kurma saat azan magrib berkumandang), bukan dibaca sebelum mencicipi makanan. |


















