Dulu, banyak orang tumbuh dengan gambaran hidup yang terasa lebih ‘teratur”. Umur 25 mulai mapan, umur 30 sudah punya rumah, kendaraan, bahkan keluarga kecil dengan kondisi finansial yang cukup stabil. Tapi sekarang, standar hidup berubah sangat jauh. Harga rumah naik lebih cepat dibanding kenaikan gaji, biaya hidup makin mahal, sementara pekerjaan juga terasa semakin tidak pasti.
Di tengah kondisi seperti itu, banyak anak muda mulai sadar kalau bertahan secara finansial saja sudah bukan hal mudah. Bahkan, bagi banyak orang, bisa punya tabungan atau dana darurat saja sudah termasuk pencapaian besar. Mengapa bisa demikian?
