Book thrifting semakin diminati, terutama di kalangan anak muda yang gemar membaca. Berburu buku bekas dianggap sebagai cara yang lebih hemat sekaligus ramah lingkungan. Tidak sedikit orang yang merasa bangga ketika berhasil menemukan novel langka, buku impor, atau edisi lama dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan membeli baru.
Di balik tren yang terlihat positif ini, ada satu fenomena yang mulai banyak dibicarakan, yaitu eco-overconsumption. Istilah ini menggambarkan kondisi ketika seseorang membeli barang secara berlebihan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Dalam konteks book thrifting, niat awal untuk mengurangi limbah justru bisa berubah menjadi kebiasaan membeli buku secara impulsif hanya karena murah, langka, atau takut kehabisan.
