“Trumpet creeper tergolong gulma invasif di beberapa wilayah Amerika Serikat. Tanaman ini dapat menyebar melalui akar udara, memanjat bangunan, lalu masuk ke pelapis dinding, talang, dan pipa pembuangan sehingga berpotensi merusak sambungan mortar,” ujar JP McDonnell, arboris konsultan di SavATree Consulting Group, dikutip dari Real Simple.
5 Tanaman yang Sebaiknya Tidak Ditanam Dekat Rumah, Merusak Bangunan

Menanam pohon atau tanaman hias di sekitar rumah memang dapat membuat hunian terasa lebih teduh dan asri. Namun, tidak semua tanaman cocok ditempatkan dekat bangunan karena sebagian memiliki akar yang agresif atau pertumbuhan yang sulit dikendalikan. Jika salah penempatan, tanaman tersebut bisa merusak fondasi, dinding, saluran air, hingga atap rumah.
Karena itu, sebelum memilih tanaman untuk menghiasi halaman, penting memahami karakter pertumbuhannya saat sudah dewasa. Berikut beberapa tanaman yang sebaiknya tidak ditanam terlalu dekat rumah agar bangunan tetap aman dalam jangka panjang.
1. Bambu

Bambu sering dipilih sebagai pagar hidup karena mampu tumbuh cepat, rapat, dan memberikan privasi. Sayangnya, beberapa jenis bambu memiliki sistem rimpang (rhizome) yang menyebar secara horizontal di bawah tanah sehingga sulit dikendalikan. Jika dibiarkan, akar tersebut dapat meluas hingga ke area sekitar rumah.
Pertumbuhan rimpang bambu berpotensi mengangkat paving, merusak jalan setapak, bahkan menekan fondasi dan saluran drainase apabila ditanam terlalu dekat bangunan. Karena itu, bambu sebaiknya ditanam jauh dari rumah atau menggunakan pembatas akar (root barrier) agar penyebarannya lebih terkendali.
2. Eucalyptus

Eucalyptus atau kayu putih dikenal sebagai pohon yang tumbuh cepat dan mampu memberikan keteduhan. Beberapa jenisnya juga banyak dibudidayakan di Indonesia sebagai tanaman kehutanan maupun penghijauan. Meski demikian, ukurannya yang besar membuat pohon ini kurang ideal ditanam terlalu dekat rumah.
Akar eucalyptus dapat menyebar sangat jauh untuk mencari air sehingga berisiko mengganggu saluran pembuangan, pipa air, hingga fondasi bangunan. Selain itu, pohon ini rutin menggugurkan kulit batang, daun, dan ranting sehingga membutuhkan perawatan ekstra agar tidak menyumbat talang air atau memenuhi halaman.
3. Flamboyan

Flamboyan menjadi salah satu pohon peneduh favorit karena memiliki tajuk yang rindang serta bunga berwarna merah-oranye yang mencolok. Namun, pohon ini memiliki sistem akar yang menyebar lebar untuk menopang ukuran kanopinya. Jika ditanam terlalu dekat rumah, akar tersebut dapat mengangkat paving, merusak jalan setapak, hingga memengaruhi struktur fondasi.
Selain akar, cabang flamboyan juga relatif besar dan berat. Saat musim hujan atau angin kencang, cabang yang rapuh berisiko patah dan menimpa atap, pagar, maupun kendaraan yang diparkir di bawahnya. Oleh sebab itu, flamboyan lebih cocok ditanam di ruang terbuka yang luas.
4. Trumpet creeper

Trumpet creeper merupakan tanaman rambat berbunga yang menghasilkan bunga oranye cerah dan mampu menarik berbagai serangga penyerbuk. Tanaman ini memang terlihat cantik saat menghiasi pergola atau pagar taman. Namun, pertumbuhannya yang sangat cepat membuatnya perlu diawasi dengan baik.
Tanaman ini memiliki akar udara yang dapat menempel pada berbagai permukaan, termasuk dinding rumah. Jika dibiarkan memanjat bangunan, akar tersebut dapat masuk ke celah-celah kecil, melemahkan sambungan dinding, serta merusak talang dan saluran air seiring waktu.
5. Cemara

Pohon cemara banyak ditanam sebagai peneduh maupun penghias taman karena bentuknya yang menjulang dan tetap hijau sepanjang tahun. Meski terlihat menarik, pohon berukuran besar ini sebaiknya tidak ditempatkan terlalu dekat dengan rumah. Akar beberapa jenis cemara dapat berkembang hingga mendekati fondasi bangunan apabila ruang tumbuhnya terbatas.
Selain itu, daun berbentuk jarum yang terus berguguran mudah menumpuk di talang air. Jika tidak rutin dibersihkan, talang dapat tersumbat sehingga air meluap dan meningkatkan risiko kelembapan maupun pembusukan pada bagian luar rumah.
“Sebagian besar konifer berukuran penuh lebih cocok ditanam di area yang luas. Menurutnya, akar pohon dapat mencapai fondasi rumah, sementara daun berbentuk jarumnya berpotensi menyumbat talang air dan memicu kerusakan apabila tidak dibersihkan secara berkala,” ujar Susan Calhoun, desainer lanskap dari Plantswoman Design, dikutip dari Real Simple.
Menanam tanaman yang tepat di lokasi yang sesuai merupakan langkah penting untuk menjaga keindahan sekaligus keamanan rumah. Sebelum membeli tanaman, pastikan kamu mengetahui ukuran tanaman saat dewasa, karakter akar, serta pola pertumbuhannya agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.





















