5 Perilaku Manipulatif dalam Hubungan yang Luput dari Kesadaran

- Pasangan manipulatif kerap memutarbalikkan fakta, menyalahkan pasangan, orang lain, atau keadaan agar beban kesalahannya berkurang dan korban meragukan diri sendiri.
- Tekanan dapat muncul lewat stereotip gender, perhatian berlebihan yang hanya terjadi di awal hubungan, lalu berubah menjadi sikap cuek hingga pasangan mengemis kasih sayang.
- Manipulasi juga melibatkan uang dan ngambek berkepanjangan: pinjaman dianggap pemberian, kebutuhan dibebankan, serta ruang diskusi ditutup sampai pasangan mengalah pada kemauannya.
Punya pasangan yang manipulatif sering kali tidak disadari di awal. Memang itulah keahlian orang yang manipulatif. Dia dapat melakukan segala cara untuk pelan-pelan memerangkapmu dalam trik manipulasinya.
Kalau di awal tanda ketidakberesan sudah tampak tentu dirimu gak mau berpasangan dengannya. Namun, dalam hubungan pun sikap manipulatifnya sering membingungkanmu. Kamu menjadi ragu, apakah dia yang manipulatif atau dirimu yang berpikiran terlalu buruk padanya?
Terdapat lima perilaku manipulatif yang kerap terasa kabur bagi korbannya. Ini tanda kamu betul-betul sudah terperangkap olehnya. Padahal, efeknya ke kesejahteraan mentalmu besar sekali. Jangan sampai lambat laun malah kamu merasa dia yang selalu benar, sedangkan semua kesalahan gara-gara kamu.
1. Dia salah, tapi malah menyalahkan keadaan dan orang lain termasuk kamu

Orang yang manipulatif sangat lihai dalam hal begini. Ia jago memutarbalikkan fakta sekalipun ada banyak bukti yang menunjukkan kesalahannya. Kalaupun terlalu sulit untuknya menyangkal kekeliruan perbuatannya tetap dirimu, orang lain, atau keadaan bakal ikut terseret.
Dia gak mau dicap salah sendirian sekalipun jelas perbuatannya memang tidak bisa dibenarkan. Bentuk pembelaannya misal, ia berkata tidak akan melakukan kesalahan seandainya situasi berbeda atau dirimu tak terlebih dulu berbuat sesuatu. Strategi tuduhan balik begini bisa membuatmu tak berkutik.
Kamu menjadi sibuk mempertanyakan kebenaran tuduhan tersebut. Kamu memeriksa ke dalam diri dan merunut kembali setiap kejadian. Sampai di sini saja dia sudah merasa menang. Ia mungkin masih dianggap bersalah, tapi sebagian beban kesalahannya sudah tersebar ke orang lain dan keadaan yang dinilai tak berpihak padanya.
2. Selalu pakai kata 'kamu kan, cowok/cewek' buat menekan

Soal perbedaan jenis kelamin kalian tentu sudah jelas sejak awal. Namun, bagi pasangan yang manipulatif, hal itu tidak cukup sebagai pengetahuan dasar. Malah ia menjadikannya senjata buat menekanmu demi keinginannya tercapai.
Contoh, dia cowok dan kamu cewek. Ia sering bilang dirimu sebagai cewek seharusnya bisa lebih sabar darinya. Sementara karena dia cowok wajar kalau gampang emosian. Penekanan yang tidak tepat begini cuma bertujuan supaya kamu diam saja saat menjadi sasaran luapan emosi negatifnya.
Demikian pula seandainya dirimu yang cowok. Cewekmu selalu berkata kamu sebagai cowok sudah sepantasnya bekerja keras biar bisa memenuhi segala permintaannya. Jika dirimu gagal sedikit saja, artinya kamu bukan cowok sejati dan bukan salahnya untuk berpaling ke lain hati.
3. Dicintai ugal-ugalan cuma di awal, habis itu kamu yang ngemis kasih sayang

Sekarang lagi marak istilah dicintai secara ugal-ugalan. Ini mengarah pada perilaku seseorang yang sangat mengutamakan pasangannya. Sampai ada istilah diratukan sebagai wujud cinta yang sangat besar.
Masalahnya, seberapa lama dan konsisten tindakan mencintai secara ugal-ugalan itu ditunjukkan? Pasangan yang manipulatif hanya gencar melakukannya di awal hubungan. Atau, lebih tepatnya sebelum ia berhasil memilikimu.
Seluruh bentuk perhatiannya memang dimaksudkan buat menarik hatimu. Setelah hatimu dikuasai, ia pun mulai menunjukkan sisi yang berbeda. Sikapnya berubah cuek bahkan cenderung ingin menyakitimu dengan segala cara.
Perhatiannya tak lagi bersisa. Malah kamu yang sekarang seperti kudu mengemis-ngemis buat meminta waktu serta kasih sayangnya. Dua hal yang dahulu diberikannya tanpa perlu diminta dan membanjiri hari-harimu.
4. Perilaku manipulatif terkait uang

Perilaku manipulatif dalam hubungan yang sering kurang disadari juga berkaitan dengan uang. Mentang-mentang sudah dekat dan sayang, seakan-akan ada aturan tak tertulis bahwa uangmu otomatis juga uangnya. Dia pun memanfaatkan kebaikan hatimu yang gak pelit soal duit.
Awalnya barangkali ia cuma pinjam sedikit uang dan dikembalikan. Tak lama kemudian dia mulai berlagak lupa pernah meminjam uang padamu. Atau, kaget ketika kamu menagih totalnya yang sudah lumayan besar.
Ia berkata mengira itu pemberian dan bukan pinjaman. Siklus seperti ini terus berulang sampai dirimu tanpa sadar menanggung sebagian atau seluruh kebutuhan dan keinginannya. Bahkan ketika kalian belum menikah serta dia juga punya penghasilan.
5. Ngambek terus biar kamu serba salah dan pasrah pada kemauannya

Kalau kamu punya pasangan yang sedikit-sedikit ngambek dan sekalinya ngambek lama, ini termasuk sikap manipulatif. Pasalnya, perilaku ngambeknya sebenarnya bukan tanpa tujuan. Jika dia sudah ngambek selama itu, bukankah mau tak mau dirimu yang mengalah?
Apa pun penyebabnya, kamu akhirnya pasrah pada keinginannya. Sebab jika tidak begitu, hubungan kalian bakal terus memburuk. Dia sudah menutup ruang diskusi dan negosiasi. Kekesalannya baru hilang apabila kamu mau sepenuhnya menuruti kemauannya.
Gak kebayang betapa lelahnya kamu sebenarnya dalam menghadapinya. Dirimu tak pernah mendapatkan solusi masalah yang memuaskan bagi semua pihak. Kamu senantiasa ditempatkan di posisi yang harus mengalah.
Lama berada dalam hubungan dengan pasangan manipulatif akan membuatmu sering meragukan diri serta kebenaran. Awalnya kamu tidak terima dengan perlakuannya. Lama-lama seakan-akan dia yang benar dan dirimu berusaha menerimanya. Bila tandanya sudah sejelas di atas, kamu kudu melawan agar dia berhenti memanipulasi atau kamu yang pergi.






















