Membaca sering dianggap sebagai aktivitas yang menunjukkan kecerdasan, wawasan, bahkan kualitas seseorang. Tidak mengherankan jika kemudian muncul anggapan bahwa ada bacaan yang lebih "berkelas" dibandingkan dengan yang lainnya. Novel populer, buku pengembangan diri, komik, hingga bacaan ringan pun kadang dipandang sebelah mata hanya karena tidak dianggap cukup serius.
Masalahnya, penilaian terhadap sebuah buku bisa bergeser menjadi penilaian terhadap orang yang membacanya. Ketika selera bacaan digunakan untuk menentukan siapa yang lebih pintar, berwawasan, atau layak disebut pembaca, bookshaming dapat menjadi bagian dari elitisme literasi. Berikut beberapa bentuk elitisme literasi yang muncul melalui bookshaming.