“First Edit di Senayan City menjadi kesempatan bagi mahasiswa ESMOD Jakarta untuk membawa karya mereka ke panggung yang lebih luas dan mendapatkan pengalaman yang lebih dekat dengan industri. Setiap mahasiswa memiliki proses dan pendekatan yang berbeda dalam mengembangkan koleksinya. Melalui pengalaman seperti ini, mereka dapat belajar bagaimana sebuah karya dipersiapkan dan dipresentasikan dalam konteks profesional,” ujar Guillaume Oger selaku Deputy Director of Academic Programs.
ESMOD Jakarta First Edit, Ruang Mahasiswa Tampilkan Karya ke Publik

- ESMOD Jakarta–First Edit menampilkan 26 look karya mahasiswa dalam Senayan City Fashion Nation “The Icon Edit” pada 18–26 September 2026 di Jakarta Pusat.
- Koleksi tugas akhir mahasiswa dikembangkan melalui konsep, eksplorasi siluet dan material, lalu dipresentasikan sebagai pengalaman langsung menghadapi panggung serta konteks profesional industri fashion.
- Nicholas Cielo Yusap meraih Best Fashion Design, sedangkan Octavyani memenangkan Best Pattern Making dan Coup De Cœur Du Jury setelah proses penilaian eksternal melalui Jury Day.
Jakarta, IDN Times - ESMOD Jakarta kembali menjadi bagian dari rangkaian Senayan City Fashion Nation, yang tahun ini memasuki edisi ke-20, melalui pagelaran bertajuk ESMOD Jakarta–First Edit. Sebagai sekolah fashion, ESMOD Jakarta berupaya mendorong generasi muda untuk memperkenalkan karya mereka kepada publik melalui panggung fashion.
Lewat acara Senayan City Fashion Nation, bertajuk "The Icon Edit" yang berlangsung pada 18–26 September 2026, di Senayan City, Jakarta Pusat, ESMOD menampilkan total 26 looks yang terdiri dari 23 looks Women Ready-to-wear karya mahasiswa program intensif 1 Year Fashion Design and Pattern Making serta tiga looks dari mahasiswa 3 Year Fashion Design Program dengan spesialisasi New Couture di ESMOD Jakarta. Koleksi tersebut memperlihatkan beragam ide dan karakter yang berkembang dari proses kreatif mahasiswa selama menjalani perkuliahan.
1. Setiap koleksi berangkat dari proses yang berbeda

Senayan City Fashion Nation, bertajuk "The Icon Edit" yang berlangsung pada 18–26 September 2026, di Senayan City, Jakarta Pusat (dok. ESMOD Jakarta) Melalui First Edit, ESMOD Jakarta memberikan ruang bagi mahasiswa untuk membawa karya dari tugas akhir mereka dan memperkenalkannya kepada publik. Setiap koleksi berangkat dari proses yang berbeda, mulai dari pengembangan konsep, eksplorasi siluet dan material, hingga proses penyempurnaan karya menjadi sebuah koleksi yang memiliki karakter masing-masing.
Setiap koleksi mahasiswa ESMOD yang mewarnai panggung Senayan City Fashion Nation telah melalui berbagai proses hingga akhirnya menghasilkan karya fashion yang dapat dinikmati publik. Proses yang mereka lalui juga memiliki cerita yang berbeda dalam menciptakan karya fashion sesuai dengan ide dan karakter masing-masing.
2. Menjadi pengalaman nyata di lingkungan profesional

Senayan City Fashion Nation, bertajuk "The Icon Edit" yang berlangsung pada 18–26 September 2026, di Senayan City, Jakarta Pusat (dok. ESMOD Jakarta) Dalam rangkaian ESMOD Jakarta–First Edit show, terdapat tiga kategori penghargaan yang diberikan kepada para mahasiswa ESMOD Jakarta. Nicholas Cielo Yusap berhasil meraih Best Fashion Design, sementara Octavyani meraih dua nominasi sekaligus, yaitu Best Pattern Making serta Coup De Cœur Du Jury (Special Jury Award).
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap karya mahasiswa yang ditampilkan dalam rangkaian acara. Bagi ESMOD Jakarta, memperkenalkan karya fashion mahasiswa sekaligus menghubungkan mereka dengan industri merupakan bagian dari proses belajar.
Selain pembelajaran di kampus, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam berbagai proyek, kolaborasi, dan kegiatan bersama partner di dunia industri, terutama dalam bidang fashion dan lifestyle. Pengalaman tersebut memberikan mereka kesempatan untuk mengaplikasikan keterampilan yang dipelajari sekaligus memahami bagaimana proses kreatif berjalan di lingkungan profesional.
3. Melalui Proses Kreatif yang Panjang

Senayan City Fashion Nation, bertajuk "The Icon Edit" yang berlangsung pada 18–26 September 2026, di Senayan City, Jakarta Pusat (dok. ESMOD Jakarta) Sebelum koleksi fashion ditampilkan di panggung fashion Senayan City, para mahasiswa juga memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan koleksi mereka di hadapan juri eksternal yang merupakan profesional di industri fashion melalui ESMOD Jakarta Jury Day yang diselenggarakan pada 12 Agustus 2026.
Sesi ini menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus memberikan perspektif industri melalui masukan langsung terhadap koleksi, konsep, hingga pengembangan bisnis para mahasiswa. ESMOD ingin menunjukkan bahwa setiap karya yang lahir tidak terlepas dari proses kreatif yang harus dilalui oleh para mahasiswa.
“Saya melihat banyak potensi dalam karya mereka. Koleksi yang dihasilkan sangat baik, termasuk pengembangan ide bisnis baru yang menurut saya sangat impresif. Mereka mampu membangun storytelling yang kuat dan menunjukkan kemampuan untuk mengembangkan koleksi dengan beragam pendekatan,” ungkap Albert Yanuar, Fashion Creative Director & Founder Albert Yanuar Bride & Boutique sekaligus alumni ESMOD.
Melalui ESMOD Jakarta First Edit, mahasiswa mendapatkan ruang untuk memperkenalkan karya dan perspektif kreatif mereka kepada publik. Bagi ESMOD Jakarta, pengalaman ini menjadi bagian dari upaya untuk terus menghubungkan pembelajaran di kampus dengan perkembangan industri, sehingga mahasiswa dapat membawa pengetahuan dan keterampilan mereka ke tahap berikutnya dalam perjalanan karier mereka.






















