ilustrasi FOMO (pexels.com/Alexandra Maria)
FOMO memiliki keterkaitan erat dengan kecemasan sosial. Melansir Psychology Today, bagi sebagian orang, FOMO dirasa sangat meresahkan yang memicu gejala fisik berupa kesedihan mendalam hingga respons stres. Selain itu orang yang teridentifikasi FOMO mulai membandingkan diri mereka dengan orang lain secara negatif dari berbagai sisi. Mereka merasakan kesusahan yang begitu dalam, terisolasi, putus asa bahkan memiliki nilai diri yang rendah.
Orang yang FOMO juga cenderung memiliki harga diri yang rendah. Sebab, kerap kali mereka mengadaptasi konsep diri berdasarkan perspektif atau pandangan orang lain. Tak ada nilai diri yang dibentuk secara autentik. Perasaan ini bisa muncul karena adanya asumsi negatif, trauma masa lalu karena kerap ditinggalkan, hingga pengalaman buruk lainnya. Orang yang kerap merasa FOMO sebaiknya memahami secara lebih mendalam perasaan dari masa lalu yang mungkin mememngaruhi keputusan-keputusannya.
Tak bisa memungkiri, sikap FOMO kerap membuat seseorang terdorong untuk mengikuti suatu tren, meski ia tak sepenuhnya menyukai tren tersebut. Alasannya, perasaan FOMO mendorong orang untuk melakukan sesuatu hanya supaya tidak merasa dikucilkan.