Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Kita Sering Pura-pura Sibuk saat Bertemu Orang yang Dihindari?

4 min read
Kenapa Kita Sering Pura-pura Sibuk saat Bertemu Orang yang Dihindari?
ilustrasi pura-pura sibuk (pexels.com/Budgeron Bach)
Share Article

Pernah melihat seseorang dari kejauhan, lalu tiba-tiba sibuk sendiri dengan HP? Padahal beberapa detik sebelumnya kita masih jalan santai tanpa melakukan apa-apa.

Begitu sadar orang yang ingin dihindari ada di depan mata, tangan mendadak sibuk membuka chat, mengecek notifikasi, atau pura-pura mencari sesuatu di dalam tas. Kenapa, ya, kita sering melakukan hal seperti itu saat bertemu orang yang sebenarnya gak ingin diajak bicara? Yuk, lihat beberapa alasannya.

  1. 1. Gak ingin terlihat kalau kita sengaja menghindar

    ilustrasi menghindar
    ilustrasi menghindar (pexels.com/Keira Burton)

    Pura-pura sibuk sering menjadi cara paling aman untuk melewati situasi canggung. Kalau langsung berbalik atau mengubah arah jalan, gerak gerik kita justru bisa terlihat jelas seperti sedang menghindari seseorang. Berbeda dengan membuka HP atau memakai earphone, kita masih punya alasan yang kelihatan wajar untuk gak menyapa.

    Cara seperti ini juga memungkinkan kamu melewati orang tersebut tanpa harus membuat suasana semakin aneh. Kalau dia ternyata gak memperhatikanmu, semuanya selesai begitu saja. Namun, kalau dia sadar dan tetap menyapa, kamu masih bisa berhenti sebentar tanpa harus mengakui bahwa sejak tadi memang sengaja menghindarinya.

  2. 2. Bingung harus menyapa atau tidak

    ilustrasi menyapa
    ilustrasi menyapa (pexels.com/Zen Chung)

    Ada situasi ketika kita sebenarnya gak punya masalah besar dengan seseorang, tetapi sudah terlalu lama gak pernah ngobrol. Ketika tiba-tiba bertemu di tempat umum, muncul kebingungan antara harus menyapa duluan atau pura-pura gak melihat? Daripada salah mengambil langkah, sebagian orang memilih menunduk melihat layar HP dan membiarkan orang tersebut lewat.

    Hal ini sering terjadi ketika hubungan dengan orang itu sudah berubah. Dulu mungkin sering ngobrol, tetapi sekarang hanya saling mengenal tanpa benar-benar dekat. Sapaan singkat seperti “hai” saja bisa terasa aneh kalau setelahnya harus mencari bahan pembicaraan lain.

  3. 3. Gak mau membuka percakapan panjang

    ilustrasi percakapan
    ilustrasi percakapan (pexels.com/Ketut Subiyanto)

    Sapaan kecil kadang gak berhenti pada sapaan. Seseorang yang menyapa bisa saja lanjut bertanya, “Mau ke mana?”, “Sekarang kerja di mana?”, atau “Kamu masih tinggal di daerah situ?” Pertanyaan sederhana seperti ini bisa berubah menjadi obrolan panjang, terutama kalau kalian sudah lama gak bertemu.

    Karena itu, pura-pura sibuk bisa menjadi cara untuk menghindari percakapan sebelum benar-benar dimulai. Bukan berarti orang tersebut selalu dibenci atau punya masalah besar dengan kita. Bisa saja saat itu kita memang gak ingin menghabiskan waktu untuk menjelaskan kabar terbaru atau menjawab pertanyaan pribadi.

  4. 4. Takut suasana malah jadi canggung

    ilustrasi canggung
    ilustrasi canggung (pexels.com/Klaus Nielsen)

    Bertemu orang yang pernah dekat juga gak selalu terasa nyaman. Mungkin ada kejadian lama yang belum pernah dibicarakan, pertemanan yang berakhir tanpa penjelasan, atau sekadar hubungan yang berubah setelah masing-masing punya kehidupan sendiri. Dalam keadaan seperti itu, bertatap muka beberapa detik saja sudah cukup membuat seseorang salah tingkah.

    Akhirnya, HP menjadi pelarian paling gampang. Mata diarahkan ke layar supaya gak perlu melakukan kontak mata, sementara langkah tetap diteruskan seperti biasa. Setidaknya dengan cara tersebut, kita gak perlu memikirkan harus memasang ekspresi seperti apa ketika berpapasan.

  5. 5. Kadang memang lebih mudah berpura-pura gak melihat

    ilustrasi berpura-pura gak melihat
    ilustrasi berpura-pura gak melihat (pexels.com/cottonbro studio)

    Ada kalanya kita sudah tahu bahwa ngobrol dengan orang tertentu hanya akan membuat hari terasa lebih berat. Daripada membuka pembicaraan yang sebenarnya gak ingin dilakukan, kita memilih melakukan hal sederhana seperti membaca pesan, menelepon seseorang, atau mencari sesuatu di dalam tas. Cara itu terasa lebih mudah daripada harus mengatakan secara langsung bahwa kita sedang gak ingin berbicara.

    Meski begitu, pura-pura sibuk bukan satu-satunya pilihan. Kalau situasinya memungkinkan dan orang tersebut menyapa, kamu juga bisa menjawab seperlunya tanpa harus melanjutkan percakapan panjang. Terkadang, cukup dengan senyum, sapaan singkat, lalu kembali melanjutkan perjalanan, pertemuan itu sudah selesai tanpa perlu dibuat lebih rumit.

    Menariknya, kebiasaan pura-pura sibuk ini sering terjadi begitu saja tanpa pernah direncanakan sebelumnya. Tangan sudah membuka HP bahkan sebelum kita sempat memikirkan apa yang sebenarnya ingin dilakukan. Kalau kamu pernah melakukan hal yang sama, siapa orang yang biasanya bikin kamu mendadak sibuk saat berpapasan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More