Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenal Food Noise, Gangguan Biologis yang Pengaruhi Nafsu Makan
ilustrasi makan burger (pexels.com/Tim Samuel)
  • Food noise adalah pikiran tentang makanan yang terus muncul meski tidak lapar, terkait sinyal biologis lapar-kenyang, termasuk gangguan hormon incretin GLP-1 dan GIP.
  • LIGHThouse menawarkan TirzePen dan TirzeSlim berbasis tirzepatide, yang bekerja melalui GLP-1 dan GIP untuk membantu pasien sesuai indikasi mengurangi lapar, craving, serta food noise.
  • Penanganan food noise dan obesitas memerlukan terapi, pola makan realistis, perubahan gaya hidup, edukasi nutrisi, serta pendampingan psikolog untuk mengenali pemicu emosional dan kebiasaan makan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernakah kamu terus memikirkan makanan saat sedang gak lapar? Keinginan untuk makan yang muncul berulang kali ini bisa terasa mengganggu, terutama ketika pikiran tentang makanan sulit dialihkan. Kondisi tersebut dikenal dengan istilah food noise.

Food noise bukan sekadar keinginan makan biasa, tetapi dapat berkaitan dengan sinyal biologis yang memengaruhi nafsu makan dan respons tubuh terhadap makanan. Lantas, apa sebenarnya food noise dan bagaimana kondisi ini dapat memengaruhi keseharian? Berikut penjelasannya.

1. Apa itu food noise?

ilustrasi perempuan memegang burger (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Food noise adalah kondisi ketika pikiran tentang makanan muncul terus-menerus, bahkan saat tubuh sebenarnya tidak sedang lapar. Kondisi ini dapat berkaitan dengan perubahan sinyal biologis yang mengatur rasa lapar dan kenyang.

Pada orang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas dalam waktu lama, tubuh dapat menyesuaikan “titik acuan” berat badan. Akibatnya, tubuh seolah menganggap berat badan tersebut sebagai kondisi normal dan berusaha mempertahankannya. Hal ini bisa membuat rasa lapar meningkat, sementara rasa kenyang berkurang.

Salah satu faktor yang berperan adalah terganggunya kerja hormon incretin, yaitu hormon yang diproduksi usus setelah makan. Dua jenis utamanya adalah GLP-1 (Glucagon-Like Peptide-1) dan GIP (Glucose-Dependent Insulinotropic Polypeptide). Hormon ini membantu memberi sinyal bahwa tubuh sudah menerima makanan sekaligus berperan dalam mengatur gula darah, rasa lapar, rasa kenyang, hingga keinginan makan atau craving.

2. Terapi tirzepatide dan TirzeSlim untuk bantu pasien kelola berat badan

ilustrasi menyuntik perut (dok. LIGHT Group)

LIGHThouse Clinic, klinik pengelolaan berat badan yang telah berpengalaman lebih dari 22 tahun menghadirkan dua terapi berbasis tirzepatide, yaitu TirzePen dan TirzeSlim. Keduanya menjadi bagian dari pendekatan medis modern untuk membantu pengelolaan berat badan.

Dr. Guadelupe Maria Melissa, Medical Manager LIGHT Group, menjelaskan, banyak orang yang gagal diet bukan semata-mata karena kurang disiplin. Ketika berat badan turun, tubuh memberi respons dengan meningkatkan rasa lapar dan menurunkan rasa kenyang lewat sinyal hormon dan mekanisme pengaturan nafsu makan di otak. Itulah kenapa, dalam pengelolaan berat badan perlu memerhatikan faktor tersebut.

"Terapi berbasis tirzepatide bekerja melalui dua jalur hormon incretin, yaitu GLP-1 dan GIP yang bisa bertahan lebih lama kadar di tubuh. Keduanya berperan dalam mengatur nafsu makan dan rasa kenyang, sehingga pada pasien yang sesuai, terapi ini dapat membantu mengurangi rasa lapar, meningkatkan kontrol terhadap asupan makanan, dan mengurangi dorongan atau pikiran berlebihan terhadap makanan yang sering disebut sebagai food noise," papar dr. Guadelupe.

3. Terapi dan konsistensi jadi kunci utama mengendalikan food noise

ilustrasi pola hidup sehat (pexels.com/Nathan Cowley)

"Terapi injeksi hanyalah salah satu bagian dari proses pengelolaan berat badan," kata dr. Guadelupe. Untuk hasil yang bertahan lama tetap membutuhkan pola makan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap orang serta perubahan gaya hidup yang menyeluruh.

Terapi TirzePen dan TirzeSlim juga dapat membantu mengendalikan food noise, yaitu keinginan atau pikiran terus-menerus tentang makanan meski tubuh tidak benar-benar lapar. Kondisi ini dapat berkaitan dengan ketidakseimbangan metabolisme yang sering kali tidak disadari.

4. Kaiatan food noise dengan sisi psikologis

ilustrasi meditasi bersama (pexels.com/Ron Lach)

Psikolog LIGHThouse, Tara de Thouars, menjelaskan bahwa food noise sering dianggap sebagai tanda kurangnya disiplin saat menjalani diet. Padahal, kondisi ini juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi biologis, emosi, kebiasaan, dan lingkungan.

"Pola pikir membentuk bagaimana seseorang bersikap dan membuat pilihan. Pola pikir dan hubungan dengan makanan yang tidak tepat dapat mempengaruhi pola makan yang juga tidak tepat. Pendekatan psikologis dibutuhkan untuk mengatasi pikiran, dorongan makan serta akar masalah makan yang tidak tepat," jelas Tara.

Pendekatan secara psikologis membuat program pengelolaan berat badan tidak hanya berfokus pada angka di timbangan. Jika pendampingan ahli gizi dapat membantu membangun pola makan yang realistis, pendampingan psikolog membantu mengenali pemicu emosional dan kebiasaan yang memengaruhi pola makan.

5. Program penanganan obesitas LIGHThouse

ilustrasi pola hidup sehat (pexels.com/Elina Fairytale)

Memahami bahwa penanganan obesitas tidak cukup hanya fokus pada penurunan berat badan. LIGHThouse menitikberatkan pendekatan berbasis perubahan perilaku (behaviour change) dan edukasi nutrisi yang berkelanjutan agar pasien obesitas bukan hanya turun berat badan, tetapi juga mampu untuk mempertahankan hasil tersebut dalam jangka panjang.

Program penanganan obesitas di LIGHThouse didampingi oleh ahli gizi yang membantu pasien memahami pola makan yang realistis. Kemudian, ada juga pendampingan psikolog yang membantu mengidentifikasi pemicu emosional dan kebiasaan yang sering menjadi akar masalah kenaikan berat badan.

Melalui kehadiran TirzePen dan TirzeSlim, serta pendekatan multidisiplin yang telah menjadi DNA layanan LIGHThouse, masyarakat kini memiliki akses terhadap solusi yang lebih komprehensif dalam mengatasi obesitas dan gangguan metabolik. Tertarik mencobanya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article