5 Makanan Khas Spanyol yang Mirip Hidangan Indonesia, Bikin Ngiler!

- Paella memadukan beras, kaldu, safron, dan aneka isian, sehingga mengingatkan pada nasi berempah Indonesia seperti nasi goreng, liwet, atau kuning.
- Pinchitos morunos adalah sate daging berbumbu yang dibakar, mirip sate Indonesia, sedangkan empanada berbentuk bulan sabit dengan isian gurih menyerupai pastel.
- Neula, kue gulung renyah khas Katalunya, serupa semprong; sementara panellets berbahan marzipan dan kacang pinus mengingatkan pada tekstur serta tampilan jipang.
Pernahkah kamu membayangkan bahwa kuliner dari Spanyol ternyata memiliki kemiripan dengan beberapa hidangan khas Indonesia? Meski terpisah jarak dari benua yang berbeda, serta memiliki perbedaan budaya yang kontras, Indonesia dan Spanyol rupanya "berbagi" beberapa konsep masakan, lho!
Penggunaan bahan baku yang serupa, teknik memasak yang hampir mirip, hingga rasa gurih yang kaya rempah membuat beberapa kuliner khas Spanyol terasa familier saat menyentuh lidah orang Indonesia.
Bagi kamu yang baru pertama kali ingin mencicipi kuliner khas Spanyol atau berencana liburan ke sana, tak perlu khawatir tentang cita rasa makanan! Kamu bisa mencicipi aneka gorengan hingga olahan sate, beberapa sajian autentik Spanyol yang akan langsung mengingatkanmu pada makanan Indonesia.
Penasaran apa saja makanan khas Spanyol yang mirip dengan hidangan khas Indonesia? Yuk, intip daftarnya berikut ini!
1. Paella

Potret paella khas Spanyol (pexels.com/Rafael Rover) Kuliner yang pertama adalah paella. Sajian ini terbuat dari beras bulir pendek yang dimasak bersama kaldu gurih, safron, serta berbagai isian (seafood, daging ayam, daging kelinci, atau sayuran). Bahan-bahan tersebut dimasak di atas wajan datar berukuran besar (paellera). Hasilnya, tekstur nasi cenderung renyah (pera), agak al dente di bagian atas, dan bagian bawahnya membantuk lapisan kerak. Rasanya gurih dan berempah.
Makanan ini mengingatkan kita pada sajian nasi berempah khas Indonesia, seperti nasi goreng, nasi liwet, atau nasi kuning. Persamaannya ada pada penggunaan bahan baku beras yang ditumis dan dimasak langsung bersama air kaldu dan rempah-rempah hingga meresap sempurna. Perbedaanya terletak pada jenis rempah dan aroma khasnya. Paella sangat bergantung pada aroma safron dan kaldu, sedangkan nasi olahan khas Indonesia menggunakan santan (kecuali nasi goreng), daun salam, serai, dan bawang.
2. Pinchitos morunos

Potret pinchitos morunos, sate khas Spanyol (pexels.com/Karl Solano) Pinchitos morunos merupakan sate daging khas Spanyol, khususnya di wilayah Andalusia yang menggunakan daging ayam, sapi, atau domba. Daging tersebut dipotong dadu, lalu dimarinasi secara bergantian dengan air garam, serta campuran minyak zaitun dan rempah-rempah (jintan, ketumbar, oregano, paprika bubuk, perasan jeruk nipis, dan sebagainya).
Selanjutnya, daging ditusuk dengan bambu atau besi kecil. Teksturnya sangat lembut dan juicy, serta aroma smoky yang menggoda. Selain itu, rasanya perpaduan gurih, sedikit masam menyegarkan, dan agak "tajam" di lidah.
Pinchitos morunos ini memiliki kemiripan dengan sate khas Indonesia, seperti sate maranggi, sate ayam, atau sate kambing. Persamaannya ada pada bentuk penyajian yang ditusuk kayu dan teknik memasaknya yang dibakar langsung di atas bara api (terkadang di atas grill pan) hingga matang merata.
Sementara itu, perbedaannya terletak pada bumbu pelengkap dan sausnya. Jika sate khas Indonesia identik dengan bumbu kacang atau kecap, pinchitos morunos disajikan tanpa saus siraman, karena bumbu marinasinya sudah meresap ke dalam serat daging.
3. Empanada

Potret empanada khas Spanyol (pexels.com/Paul Espinoza) Empanada adalah gorengan khas Spanyol yang bentuknya menyerupai bulan sabit. Tepiannya dipilin dan dibentuk seperti rantai. Bagian isiannya terbuat dari cincangan daging ayam, daging sapi, cumi-cumi, atau ikan tuna yang ditumis bersama tomat, bawang bombai, paprika, dan telur rebus. Tekstur kulit luarnya sangat renyah dan flaky (berlapis), sedangkan isiannya gurih dan sedikit manis.
Melihat tampilannya saja, empanada langsung mengingatkan kita pada kue pastel goreng khas Indonesia. Persamaan keduanya terlihat jelas pada bentuk fisik bulan sabit dengan pinggiran yang dipilin, serta isian berupa protein hewani dan sayuran.
Perbedaannya terletak pada metode memasak dan variasi isian. Ukuran empanada cenderung besar, lalu dipotong-potong dan disajikan dengan saus tomat. Sedangkan, pastel digoreng dengan metode deep-fry dan isiannya bisa berupa bihun, wortel, kentang, atau rogut, serta dimakan bersama gigitan cabai rawit hijau.
4. Neula

Potret neula atau kue semprong (vecteezy.com/annekeselestiyanta155734) Neula (sering juga disebut neulas) adalah kue kering tradisional khas wilayah Katalunya, Spanyol. Bentuknya berupa gulungan silinder panjang dan tipis. Kue ini terbuat dari adonan tepung terigu, gula, putih telur, mentega, vanila, dan air lemon. Teksturnya sangat renyah, ringan, dan rapuh saat digigit, sedangkan bagian dalamnya berongga. Rasanya cenderung manis dan ada sentuhan aroma seperti karamel.
Melihat bentuk dan teksturnya, neula memang sangat mirip dengan kue semprong atau egg roll khas Indonesia. Persamaan keduanya terletak pada adonan yang dipanggang tipis di atas cetakan besi datar, kemudian langsung digulung selagi panas hingga membentuk tabung berongga.
Sementara itu, perbedaannya terletak pada penggunaan bahan. Kue semprong umumnya menggunakan santan dan biji wijen yang memberikan rasa gurih gurih-manis dengan aroma kelapa yang kuat. Sementara itu, neula menggunakan mentega berkualitas tinggi tanpa santan.
5. Panellets

Potret panellets khas Spanyol (catalunya.com) Terakhir adalah panellets kue tradisional khas Katalunya, Spanyol. Biasanya disajikan saat perayaan Castanyada (Hari Orang Kudus). Bentuknya bulat seperti bola-bola kecil dan dibuat dari adonan dasar marzipan (campuran kacang almond giling, gula, dan telur) yang kemudian dilapisi dengan biji kacang pinus (pine nuts).
Tekstur luarnya renyah dan kasar dari biji-bijian yang menempel. Sedangkan, bagian dalamnya sangat padat, lembut, dan sedikit legit. Rasanya cenderung manis dengan sentuhan aroma kacangnya cenderung gurih-harum.
Meskipun bahan dasarnya berbeda, tekstur dan penampilan panellets mengingatkan kita pada kue jipang. Persamaannya terletak pada tampilan visualnya yang terdiri dari gumpalan biji atau kacang yang merekat. Saat digigit, ada sensasi crunchy di luar dan manis di dalam.
Perbedaannya terletak pada bahan utama dan proses pembuatannya. Jipang khas Indonesia menggunakan beras atau berasa ketan yang dimekarka, lalu "diikat" lelehan gula merah atau gula pasir karamel tanpa dipanggang. Sementara itu, panellets mengandalkan kacang marzipan dan kacang pinus yang dipanggang sebentar di dalam oven.
Demikian lima makanan khas Spanyol yang mirip hidangan khas Indonesia. Kamu mau coba yang mana dulu, nih?

![[QUIZ] Dari Bujet Tanggal Tuamu, Makanan Ini Paling Cocok untukmu](https://image.idntimes.com/post/20250714/upload_c6009224e653dcae0165e13623e9e133_15ed24bf-9d0a-4942-b4aa-d2611ff43b74.jpg)
![[QUIZ] Tebak Nama Makanan Khas Indonesia yang Berwarna Hitam Ini!](https://image.idntimes.com/post/20250611/upload_e8148e0ab0e291f4a4d700451ceef1a7.jpg)














![[QUIZ] Pilih Isi Oden Favoritmu, Kami Tahu Kepribadian Aslimu!](https://image.idntimes.com/post/20250530/small-vecteezy-odeng-traditional-sout-korean-street-food-3680848-small-66934c0cbeade5e56b2fec27e2f98983-fe92236b5dd585ee6e6df68fef08c6d5.jpg)
![[QUIZ] Karakter Aslimu Bisa Dilihat dari Bakwan Favoritmu](https://image.idntimes.com/post/20250608/upload_3cfd5e1f0a9fc276c135723579f112a5.jpg)

