Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Hal yang Membuat Caregiver Rentan Mengalami Financial Stress
ilustrasi caregiver mengalami financial stress (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
  • Biaya obat, pemeriksaan, transportasi, alat bantu, dan kebutuhan perawatan yang tak terduga dapat membesar serta menekan pendapatan keluarga dalam jangka panjang.
  • Tanggung jawab merawat dapat mengurangi jam kerja, peluang pendapatan, atau memaksa caregiver berhenti bekerja, ketika kebutuhan keluarga justru meningkat.
  • Beban biaya yang tidak terbagi adil dan penundaan kebutuhan pribadi maupun rencana tabungan membuat caregiver makin sulit merasa aman secara finansial.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjadi caregiver bukan hanya menguras tenaga dan emosi, tetapi juga bisa berdampak langsung pada kondisi finansial. Biaya pengobatan, kebutuhan sehari-hari, hingga berkurangnya waktu untuk bekerja dapat membuat pengeluaran meningkat ketika pemasukan justru tidak selalu ikut bertambah. Situasi ini bisa terasa semakin berat ketika tanggung jawab tersebut berlangsung dalam waktu yang panjang.

Masalah finansial juga dapat menambah tekanan dalam menjalankan peran sebagai caregiver. Kekhawatiran soal uang bisa membuat seseorang terus merasa tidak aman, sulit beristirahat, atau merasa bersalah ketika menggunakan uang untuk kebutuhan diri sendiri. Lantas, apa saja yang membuat caregiver rentan mengalami financial stress?

1. Pengeluaran perawatan bisa terus bertambah

ilustrasi caregiver mengalami financial stress (pexels.com/https://kaboompics.com/)

Menjadi caregiver dapat membuat pengeluaran rutin berubah secara signifikan. Selain kebutuhan sehari-hari, ada biaya obat, pemeriksaan, transportasi, alat bantu, makanan tertentu, hingga kebutuhan perawatan lainnya. Beberapa kebutuhan bahkan muncul secara tidak terduga sehingga sulit dimasukkan ke dalam anggaran bulanan.

Jika kondisi tersebut berlangsung lama, pengeluaran perawatan dapat mengambil porsi besar dari pendapatan keluarga. Caregiver akhirnya bukan hanya memikirkan bagaimana memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga bagaimana memastikan biaya perawatan tetap tersedia untuk bulan berikutnya. Ketidakpastian tersebut dapat menjadi sumber tekanan finansial yang terus-menerus.

2. Waktu untuk bekerja bisa berkurang

ilustrasi caregiver bekerja (magnific.com/jcomp)

Tanggung jawab merawat sering membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Mengantar kontrol, menemani di rumah sakit, mengurus kebutuhan sehari-hari, atau berjaga di rumah dapat membuat caregiver harus mengurangi jam kerja, menolak pekerjaan tambahan, mengambil cuti, bahkan meninggalkan pekerjaan.

Ketika waktu bekerja berkurang, pemasukan pun dapat ikut terdampak. Di sisi lain, kebutuhan keluarga mungkin justru meningkat. Situasi ini menciptakan tekanan ganda karena caregiver harus menyediakan lebih banyak waktu untuk perawatan sambil memiliki lebih sedikit kesempatan untuk menghasilkan uang.

3. Kebutuhan diri sendiri sedang menjadi prioritas terakhir

ilustrasi caregiver menyusun prioritas (magnific.com/senivpetro)

Ketika uang keluarga terbatas, caregiver mungkin lebih memilih membayar kebutuhan orang yang dirawat terlebih dahulu. Kebutuhan pribadi seperti membeli pakaian, berobat, mengikuti kegiatan sosial, atau sekadar menikmati hiburan bisa dianggap tidak penting dibandingkan kebutuhan keluarga.

Kebiasaan tersebut memang dapat terasa seperti bentuk pengorbanan, tetapi jika berlangsung terlalu lama, kebutuhan pribadi yang terus ditunda juga bisa menumpuk. Bahkan, caregiver dapat merasa bersalah ketika mengeluarkan uang untuk dirinya sendiri. Tekanan finansial akhirnya tidak hanya berasal dari jumlah uang yang tersedia, tetapi juga dari perasaan bahwa dirinya tidak berhak menggunakannya untuk kebutuhan sendiri.

4. Tanggung jawab finansial tidak selalu dibagi secara adil

ilustrasi caregiver mengalami financial stress (pexels.com/www.kaboompics.com)

Dalam keluarga, biaya perawatan idealnya dibicarakan dan dibagi sesuai kemampuan masing-masing. Namun, pada praktiknya, tidak selalu demikian. Satu orang bisa menjadi pihak yang paling sering membayar obat, transportasi, kebutuhan rumah, atau berbagai pengeluaran lain karena dianggap paling mampu atau paling dekat dengan anggota keluarga yang dirawat.

Beban tersebut akan semakin berat jika caregiver merasa tidak enak meminta bantuan kepada saudara atau anggota keluarga lainnya. Akhirnya, pengeluaran yang seharusnya menjadi tanggung jawab bersama justru ditanggung sendiri. Selain menguras tabungan, situasi ini juga dapat memunculkan rasa kesal dan frustrasi terhadap keluarga.

5. Sulit merencanakan masa depan finansial

ilustrasi rencana finansial (magnific.com/rawpixel.com)

Ketika sebagian besar uang dan energi digunakan untuk kebutuhan perawatan saat ini, rencana finansial jangka panjang bisa ikut tertunda. Dana darurat, tabungan, investasi, persiapan pensiun, atau rencana membeli rumah mungkin harus dikesampingkan karena ada kebutuhan yang dianggap lebih mendesak.

Ketidakmampuan merencanakan masa depan dapat membuat caregiver merasa semakin tidak aman secara finansial. Mereka bukan hanya khawatir tentang bagaimana membayar kebutuhan saat ini, tetapi juga bertanya-tanya apakah masih memiliki cukup sumber daya untuk kehidupannya sendiri nanti. Kondisi inilah yang membuat tekanan finansial pada caregiver bisa terasa begitu melelahkan.

Itulah 5 hal yang membuat caregiver rentan mengalami financial stress. Ketika tanggung jawab perawatan ikut memengaruhi pemasukan dan pengeluaran, menjaga kondisi finansial bukan berarti mengabaikan keluarga. Justru, memastikan kebutuhan diri tetap terpenuhi juga penting agar peran sebagai caregiver tidak semakin membebani kehidupan dalam jangka panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article