Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

10 Healing Fiction Terbaru Wajib Masuk TBR, Teman Me Time Paling Ngena

10 Healing Fiction Terbaru Wajib Masuk TBR, Teman Me Time Paling Ngena
rekomendasi buku healing fiction (www.goodreads.com)

Ketika kamu merasa tenang dan tenteram saat membaca tiap lembar halaman sebuah buku, itu tandanya kamu tengah menikmati buku bergenre healing fiction. Healing fiction adalah genre buku yang fokus pada proses penyembuhan emosi, hati, dan kehidupan sehari-hari para tokoh di dalamnya.

Dipercaya, genre ini lahir dari sastra Korea Selatan yang kemudian merambah ke Jepang. Beberapa cirinya adalah memiliki alur yang tanang dan pelan, tema emosional, latar yang nyaman, nuansa hangat dan penuh harapan, serta terkadang dibumbui dengan magis. Nah, jika kamu termasuk salah satu penikmat genre buku satu ini, berikut ada 10 rekomendasi buku healing fiction, yang wajib kamu baca.

1. Keajaiban Toko Kelontong Namiya

rekomendasi buku healing fiction
rekomendasi buku healing fiction (Goodreads.com)

Keajaiban Toko Kelontong Namiya, merupakan novel karya penulis asal Jepang, Keigo Higashino. Buku ini mengisahkan tentang tiga pemuda berandal bernama Atsuya, Shota, dan Kohel yang tengah melarikan diri setelah melalukan aksi pencurian. Mereka lalu bersembunyi di sebuah tolo kelontong tua yang lama kosong bernama Toko Kelontong Namiya.

Sepucuk surat misterius tiba-tiba masuk melalui  lubang surat toko dan membuat ketiga pemuda itu bingung. Surat itu seperti datang dari masa lalu, dan isinya adalah permintaan nasihat kehidupan dari seseorang yang tengah menghadapi masalah. Pada akhirnya, ketiganya memilih untuk membalas surat tersebut, dan berpura-pura menjadi si pemilik toko yang dikenal kerap kali memberikan nasihat bijak.

Dari sinilah cerita berkembang menjadi perjalanan yang menyentuh, sebab masing-masing surat yang datang membawa kisah berbeda, tentang cinta, keluarga, penyesalan, dan harapan. Pelan tapi pasti, ketiganya menyadari bahwa kisah-kisah tersebut saling terhubung, termasuk dengan kehidupan mereka.

Membaca buku Keajaiban Toko Kelontong Namiya akan membuatmu merasakan sensasi lorong waktu yang berpusat di toko kelontong sederhana dengan penerangan lampu temaram. Kamu akan dibuat tersentuh oleh kisah-kisah hidup yang memiliki banyak petuah dan nasihat bijak. Tema cerita dalam buku ini adalah tentang takdir, kesempatan kedua, dan bagaimana satu kebaikan kecil bisa berdampak luar biasa bagi orang lain.

2. Funniculi Funnicula 1, 2, + Dona Dona

rekomendasi buku healing fiction
rekomendasi buku healing fiction (Goodreads.com)

Bila kamu tengah mencari bacaan buku bergenre healing fiction dengan nuansa hangat, emosional, dan sedikit mamantik air mata, ketiga buku karya penulis Toshikazu Kawaguchi ini patut jadi pilihan!

  • Funiculi Funicula (buku 1)

Novel atau buku pertama ini memiliki latar di sebuah cafe tua yang berada tersembunyi di gang sempit di kota Tokyo. Cafe bernama Funiculi Funicula ini memiliki sebuah kejaiban, yakni pengunjung dapat kembali ke masa lalu atau berkunjung ke masa depan, dengan satu syarat. Mereka harus kembali sebelum kopi menjadi dingin.

Ada empat kisah yang saling terhubung dalam novel ini. Masing-masing mengenai orang-orang yang ingin menemui seseorang, mengucapkan kata-kata yang belum sempat terucap, atau berdamai dengan masa lalu. Akan tetapi, meskipun bisa kembali ke masa lalu, mereka gak bisa mengubah keadaan saat ini. Hanya hati mereka yang merasa lega.

Buku ini akan memberimu sensasi menjelajah waktu, merasakan penyesalan dan keputusasaan para tokohnya, serta turut merasa deg-degan ketika para tokoh terancam tidak bisa menyelesaikan misi mereka.

  • Funiculi Funicula 2 : Kisah-kisah yang Baru Terungkap

Di buku kedua, cafe tua Funiculi Funicula kembali menjadi latar utama. Cafe ajaib itu masih tetap menjadi tempat bagi orang-orang yang membawa luka dan penyesalan, dan ingin berusaha menebusnya. Meskipun ada aturan ketat yang gak boleh dilanggar, karena akan ada konsekuensi berat jika sampai gagal.

Bedanya, di buku kedua ini penulis mengeksplorasi empat kisah baru yang saling berkaitan, masing-masing mengusung tema universal seperti, cinta, penyesalan, harapan, dan penebusan. Para pembaca akan diperkenalkan dengan tokoh-tokoh baru yang memiliki alasan mendalam untuk melakukan perjalanan waktu, serta bertemu kembali dengan karakter-karakter lama di buku pertama.

Buku ini sangat cocok dibaca sebagai teman bersantai sambil ngemil dan minum kopi. Kamu akan sejenak dibawa berimajinasi dengan mesin waktu, dan menyelami kisah-kisah kehidupan yang menyentuh hati.

  • Dona Dona (Buku ke-3 series Funiculi Funicula)

Dona Dona adalah judul buku ketiga dari series Funiculi Funicula karya Toshikazu Kawaguchi). Buku ini menceritakan tentang sebuah cafe bernama Dona Dona yang terletak di sebuah lereng nan indah tak bernama di Hakodate, Hokkaido, Jepang.

Sama seperti cafe Funiculi Funicula, Dona Dona juga menawarkan perjalanan melintasi waktu bagi para pengunjungnya. Tentu saja dengan rentetan aturan rumit dan berisiko.

Dalam buku ini menceritakan kisah seorang perempuan muda yang menyimpan dendam pada kedua orangtua yang menjadikannya yatim piatu dan kesepian. Ada juga kisah tentang seorang komedian yang kehilangan tujuan hidup setelah berhasil mewujudkan impian mendiang istrinya, seorang adik yang khawatir kakaknya tak akan tersenyum lagi setelah kepergiannya, dan seorang pemuda yang tak bisa mengungkapkan cinta pada sahabatnya.

Meskipun premisnya sama, tapi dengan adanya latar baru di luar Tokyo, membuat suasana jadi terasa lebih hangat dan tenang. Buku ketiga ini dirasa memiliki cerita yang lebih emosional dan menyentuh, terutama tentang kenangan dan penyesalan.

3. The Dallergut Toko Penjual Mimpi

rekomendasi buku healing fiction
rekomendasi buku healing fiction (Goodreads.com)

The Dallergut Toko Penjual Mimpi, merupakan buku karangan penulis asal Korea Selatan, Lee Mi-Ye. Buku ini bakal memberi pengalaman membaca yang unik, karena pembaca akan dibawa memasuki dunia mimpi yang penuh keajaiban dan misteri.

Berbeda dengan toko pada umumnya, toko ini hanya buka pada saat kamu tertidur. Di toko ini dijual berbagai macam mimpi dengan tema berbeda di setiap lantainya. Ada kenangan masa kecil, petualangan fantasi, mimpi bertemu orang tersayang, mimpi makanan, bahkan mimpi buruk. Tokoh utama dalam buku ini bernama Penny, seorang gadis muda yang tertarik bekerja di toko penuh misteri. Di sana, ia mempelajari banyak hal, mulai dari bagaimana mimpi dibuat, dipilih, dan dikirim ke orang yang tepat.

Selain Penny, ada tokoh pemilik toko bernama Dallergut yang bijak dan eksentrik. Menariknya, pembayaran di toko ini tidak menggunakan uang, melainkan emosi yang dirasakan setelah bangun tidur. Jadi, rasa marah, bahagia, sedih, haru, dan takut, menjadi semacam mata uang di dunia mimpi. Daripada konflik, buku ini lebih menonjolkan suasana hangat dan reflektif. Rasanya seperti ikut terlibat dalam tiap mimpi, dan meraskan emosi para pelanggan Dallergut.

4. Minimarket yang Merepotkan

rekomendasi buku healing fiction
rekomendasi buku healing fiction (Goodreads.com)

Masih seputar pertokoan, rekomendasi buku keempat ada Minimarket yang Merepotkan, karya penulis asal Korea Selatan, Kim Ho-yeon. Cerita ini berpusat pada tokoh Dokgo, seorang pria tunawisma yang hilang ingatan dan hidup di sekitar stasiun Seoul.

Suatu hari, ia menemukan sebuah dompet milik nenek pemilik minimarket, dan mengembalikannya. Melihat ketulusan hati Dokgo, nenek tersebut memberinya pekerjaan di minimarketnya. Dokgo mendapatkan tugas shift malam.

Dari sinilah kisah dimulai. Selama bekerja di minimarket tersebut, Dokgo bertemu banyak orang dengan masalah hidup yang berbeda-beda. Ada gadis muda yang bingung dengan masa depannya, seorang ibu yang sulit berkomunikasi dengan anaknya, seorang pegawai kantor yang merasa gagal sebagai suami dan ayah, dan pelanggan tetap yang kesepian.

Lewat percakapan kecil di antara rak makanan dan minuman, Dokgo perlahan membantu mereka dengan memberi pandangan berbeda pada tiap masalah. Menariknya, terkadang orang yang bermasalah justru menjadi penyelamat bagi orang lain. Namun, ada teka-teki yang menjadi misteri sepanjang cerita, yakni siapakah sebenarnya Dokgo dan ingatan penting apa yang dilupakannya. Kalau kamu penasaran, buku ini wajib masuk daftar bacaanmu berikutnya!

5. Convenience Store by The Sea

rekomendasi buku healing fiction
rekomendasi buku healing fiction (Goodreads.com)

Buku karya penulis asal Negeri Sakura, Sonoko Machida ini memilih tepian laut Jepang sebagai latar utamanya. Mengisahkan tentang seorang pria bernama Tuan Shib, yang mengelola sebuah toko kecil di tepian laut Jepang, Tenderness. Sekilas toko ini tampak normal, menjual makanan serta minuman ringan layaknya toko pada umumnya. Namun, di balik rak-rak makanan dan minuman, toko yang buka 24 jam ini, menjadi tempat bertemunya orang-orang dengan berbagai permasalahan hidup mereka.

Setiap kisah hidup para tokohnya dibuat dalam bab yang berbeda. Mulai dari pegawai toko, pelanggan tetap, hingga orang-orang yang sedang merasa kesepian, kebingungan, dan menghadapi masalah keluarga. Kedatangan mereka ke Tenderness tak hanya untuk berbelanja, tapi juga mencari kenyamanan, ketenangan, dan solusi untuk permasalahan mereka. Membaca buku ini akan membuatmu mendapatkan banyak pelajaran hidup dari kisah di tiap babnya. Ceritanya ringan, namun berbobot. Cocok untuk teman me time, di sela-sela waktu istirahatmu.

6. The Midnight Library

https://ebooks.gramedia.com/id/buku/the-midnight-library
Buku (ebooks.gramedia.com)

The Midnight Library adalah buku karya penulis asal Inggris, Matt Haig. Buku ini memadukan antara kisah realis dan unsur metaforis yang memikat. Tema utama yang diusung adalah penyesalan, pilihan hidup, dan pencarian makna eksistensial. Dengan latar utama sebuah perpusatakan magis, yang terletak di antara kehidupan dan kematian. Melalui buku ini, Matt mengajak pembaca untuk merenungi, bahwa pilihan sekecil apa pun bisa mengubah jalan hidup seseorang secara drastis.

Cerita berpusat pada tokoh utama bernama Nora Seed, seorang perempuan berusia 30-an, yang memutuskan untuk mengakhiri hidup karena merasa gagal dan kecewa. Namun, alih-alih meninggal, dirinya justru terbangun di sebuah perpustakaan bernama The Midnight Library. Ia lalu bertemu dengan Mr. Elm, sang penjaga perpustakaan, yang dulu merupakan pustakawan di sekolahnya.

Perpustakaan ini bukanlah sembarang perpustakaan. Tiap buku di sana adalah versi alternatif dari alur kehidupan Nora, jika ia memilih keputusan yang berbeda di masa lalu. Melalui tiap buku tersebut, Nora dipandu untuk merasakan pengalaman menjadi musisi rock, atlet, hingga istri dari mantan tunangannya. Namun, seiring dia menjajal dari satu buku ke buku lain, dirinya menyadari satu hal penting, bahwa tak ada kehidupan yang sempurna.

Buku The Midnight Library ini seolah mengajak pembaca untuk berimajinasi menjadi sosok Nora yang melompat dari satu buku ke buku lain demi mencari kebenaran hidup. Hingga pada akhirnya sama-sama setuju, bahwa setiap kehidupan memiliki hal baik dan buruk, dan tidak ada yang benar-benar sempurna.

7. Welcome to Hyunam-dong Bookshop

Buku (gramedia.com)
Buku (gramedia.com)

Buku Welcome to Hyunam-dong Bookshop ini merupakan karya dari penulis asal Korea Selatan, Hwang Bo-Reum. Kisahnya berpusat pada seorang perempuan bernama Yoengju, yang lelah dengan kehidupannya. Bertahun-tahun ia menjalani hidup yang tampak 'ideal', seperti karier yang mapan, pernikahan, dan rutinitas sibuk di Seoul, tapi ia merasa kosong dan hilang arah. Dalam kondisi tersebut Yoengju nekat meninggalkan segalanya, membuka sebuah toko buku kecil di kawasan Hyunam-dong.

Perubahan hidup itu ternyata tidak mudah. Berbulan-bulan, Yoengju hanya bisa menangis. Toko buku ini hanyalah tempat pelarian baginya, namun seiring berjalannya waktu, toko mungil itu berubah fungsi menjadi tempat singgah bagi mereka yang tengah mencari jawaban dari permasalahan hidupnya. Dari sinilah muncul beberapa karakter, seperti barista yang tengah mencari tujuan hidup, pelanggan setia dengan luka dan kegelisahannya masing-masing, hingga seorang penulis yang menemukan kenyamanan di toko itu.

Buku ini memiliki alur yang sangat nyaman, pelan, dan mendalam. Tema utama yang diusung adalah tentang burnout, penyembuhan diri, pencarian makna hidup, dan kekuatan buku dalam menyembuhkan luka di hati. Buku ini cocok dibaca di waktu senggang kala sore hari bersama secangkir teh hangat.

8. Hari Ini Aku Datang Kembali ke Toko Buku Kobayashi

rekomendasi buku healing fiction
rekomendasi buku healing fiction (Goodreads.com)

Di sebuah gang sempit di kawasan Amagasaki, berdiri sebuah toko buku tua berusia 70 tahun bernama Toko Buku Kobayashi. Toko kecil ini dikelola oleh Yumiko Kobayashi, seorang pemilik toko buku yang ramah dan bijaksana. Cerita berpusat pada tokoh bernama Rika seorang yang baru saja diterima kerja di perusahaan distributor buku di Osaka. Sebagai sosok yang sebenarnya tidak menyukai buku, Rika merasa tertekan, bingung, dan minder selama berkerja. Hingga ia menemukan Toko Buku Kobayashi.

Semenjak mengenal toko buku ini, perlahan kehidupan Rika mulai berubah. Tiap kali datang ke toko itu, dirinya selalu disambut dengan kisah-kisah hidup yang menyentuh dari Yumiko dan pengunjung lainnya. Hingga ia menyadari makna pekerjaan, arti dirinya, dan kehidupan yang tengah ia jalani sekarang.

Buku karya Tetsuya Kawakami ini terasa ringan, tapi kaya makna kehidupan. Melalui tokoh Rika, kita diajak untuk lebih mensyukuri apa pun yang dimiliki saat ini, dan menjalani pekerjaan yang ada sekarang dengan sebaik-baiknya tanpa banyak mengeluh.

9. Jika Kucing Lenyap dari Dunia

rekomendasi buku healing fiction
rekomendasi buku healing fiction (goodreads.com)

Bila kamu menyukai kisah yang bersingunggan dengan hewan, khususnya kucing, buku karya Ganki Kawamura ini patut kamu baca. Jika Kucing Lenyap dari Dunia, adalah sebuah buku fiksi yang menyentuh hati. Buku ini menceritakan tentang seorang pemuda penyendiri yang berprofesi sebagai tukang pos. Dirinya divonis mengidap kanker stadium akhir, dan umurnya tinggal menghitung hari. Dalam kekalutan, datanglah tawaran untuk melakukan perjanjian dengan iblis demi menyelamatkan hidupnya.

Perjanjian tersebut memiliki syarat yang cukup unik, yakni setiap harinya ia harus menghilangkan satu benda yang disayangi dari dunia ini. Awalnya kesepakatan ini terdengar menarik, ia pun mulai menghapus hal-hal kecil dari dunia. Tapi seiring waktu dirinya menyadari bahwa apa yang hilang itu memiliki keterikatan dengan kenangan, hubungan, dan hal penting dalam hidupnya. Hingga tibalah pada pilihan terakhir, saat ia harus 'mengorbankan' kucing kesayangannya.

Buku ini sangat menyentuh dan memantik rasa iba serta air mata, terutama jika kamu seorang pencinta hewan. Nilai moral yang bisa dipetik dari buku ini adalah, apakah umur yang lebih panjang masih berarti jika hal-hal terpenting dalam hidup sudah tak ada lagi. Jika Kucing Lenyap dari Dunia, adalah kisah reflektif tentang makna hidup, kehilangan, dan hubungan dengan orang-orang tercinta. Penulis mengajak pembaca untuk merenungkan apa yang sebenarnya paling penting, sebelum mengambil keputusan.

10. Jane's Magical Salon

rekomendasi buku healing fiction
rekomendasi buku healing fiction (Gramedia.com)

Rekomendasi terakhir ada buku fiksi karya penulis asal Korea Selatan, Seung-hee Park, berjudul Jane's Magical Salon. Buku ini menceritakan tentang Jane, tokoh utama yang merupakan pemilik salon di kawasan ternama, Apgujeong, salah satu tempat keren di Seoul.

Tak ada yang menyangka kalau Jane ternyata adalah seorang penyihir yang bisa membaca masa lalu pelanggannya, hanya dengan memegang rambut. Banyak orang berbondong-bondong ingin melakukan 'perawatan' di salon ini. Tak hanya potong rambut, para pelanggan yang keluar dari salon ini akan mendapatkan kelegaan dan pikiran yang lebih tenang. Jane membantu mereka melepaskan beban pikiran yang selama ini dipendam.

Buku ini menghadirkan nuansa hangat, reflektif, dan penuh kejutan kecil tak terduga. Kamu bisa menjadikannya 'kudapan ringan' yang cukup mengenyangkan, sembari menikmati camilan dan segelas susu hangat.

Itu dia beberapa rekomendasi buku fiksi bergenre healing fiction, yang bisa kamu baca. Rata-rata alur ceritanya dibuat ringan dan padat, dengan pesan moral yang relate sama kehidupan sehari-hari. Nah, apakah kamu sudah menentukan pilihan, buku mana dulu yang akan dibaca?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us