Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apakah Hobi Baca Buku Bisa Membantu Mengurangi Doom Scrolling?
ilustrasi membaca buku (unsplash.com/Irina Leoni)
  • Membaca buku memang tidak bisa langsung menghilangkan kebiasaan doom scrolling, tetapi dapat membantu mengubah cara otak menikmati informasi.

  • Hobi baca buku membantumu dalam melatih fokus hingga mengisi waktu luang dengan aktivitas yang lebih bermakna.

  • Buku memberikan pengalaman yang berbeda karena memiliki alur yang jelas, baik berupa cerita maupun pembahasan suatu topik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Niatnya cuma mau balas chat atau melihat notifikasi sebentar, tapi tahu-tahu waktu sudah lewat hampir satu jam. Fenomena seperti ini semakin sering terjadi sejak media sosial dipenuhi konten pendek yang terus berganti tanpa henti. Tanpa sadar, kebiasaan tersebut berubah menjadi doom scrolling, yaitu terus menggulir media sosial meski sebenarnya sudah lelah atau tidak lagi benar-benar menikmati apa yang dilihat.

Di sisi lain, membaca buku menawarkan pengalaman yang jauh berbeda. Aktivitas ini memang tidak bisa langsung menghilangkan kebiasaan doom scrolling, tetapi dapat membantu mengubah cara otak menikmati informasi sekaligus mengisi waktu luang dengan aktivitas yang lebih fokus. Lalu, benarkah hobi baca buku bisa membantu mengurangi doom scrolling? Berikut penjelasannya!

1. Membuat fokus bertahan lebih lama

ilustrasi membaca (unsplash.com/Jotform)

Saat membuka media sosial, perhatian terus berpindah dari satu konten ke konten lain. Baru beberapa detik melihat video, sudah muncul video berikutnya yang terasa lebih menarik. Lama-kelamaan, otak terbiasa menerima banyak informasi dalam waktu singkat sehingga sulit bertahan pada satu aktivitas.

Membaca buku justru mengajak untuk melakukan hal sebaliknya. Supaya memahami isi cerita atau penjelasan dalam buku, kamu perlu mengikuti setiap halaman secara berurutan. Kalau melewatkan beberapa bagian, alur bacaan bisa terasa membingungkan. Kebiasaan sederhana ini membantu melatih kemampuan berkonsentrasi karena perhatian tidak terus dipaksa berpindah setiap beberapa detik.

2. Memberi jeda dari banjir informasi

ilustrasi membaca buku (unsplash.com/Will Tarpey)

Salah satu alasan doom scrolling sulit dihentikan adalah karena media sosial tidak pernah benar-benar selesai. Selalu ada video baru, berita terbaru, atau unggahan lain yang muncul begitu konten sebelumnya berakhir. Akibatnya, otak terus menerima informasi tanpa sempat beristirahat.

Berbeda dengan itu, membaca buku memberi kamu kesempatan untuk menikmati satu topik dalam waktu yang lebih lama. Kamu tidak diburu notifikasi, rekomendasi video, maupun unggahan yang saling berebut perhatian. Suasana yang lebih tenang seperti ini membuat pikiran tidak mudah terasa penuh setelah selesai membaca.

3. Mengisi waktu kosong tanpa harus membuka media sosial

ilustrasi membaca buku (pexels.com/Ánh Đặng)

Banyak orang membuka media sosial bukan karena sedang mencari informasi tertentu, melainkan karena ingin mengisi waktu kosong. Kebiasaan ini sering muncul saat sedang menunggu antrean, perjalanan menuju suatu tempat, waktu istirahat, atau beberapa menit sebelum tidur. Tanpa sadar, momen singkat tersebut langsung diisi dengan membuka ponsel lalu menggulir berbagai konten yang sebenarnya tidak selalu dibutuhkan.

Kebiasaan membuka media sosial ketika ada waktu senggang sering terjadi karena otak sudah terbiasa mencari hiburan dengan cara yang paling mudah. Ponsel selalu berada dalam jangkauan dan berbagai aplikasi menawarkan konten yang bisa dinikmati tanpa perlu banyak usaha. Akibatnya, waktu luang yang sebenarnya bisa digunakan untuk beristirahat atau melakukan kegiatan lain justru habis hanya untuk melihat berbagai unggahan yang terus berganti.

4. Memberikan pengalaman yang lebih utuh

ilustrasi membaca buku (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Konten di media sosial umumnya dinikmati dalam waktu singkat. Setelah satu video selesai, perhatian langsung beralih ke video berikutnya. Akibatnya, banyak orang menghabiskan waktu cukup lama untuk scrolling, tetapi kesulitan mengingat apa saja yang baru saja mereka lihat.

Buku memberikan pengalaman yang berbeda karena memiliki alur yang jelas, baik berupa cerita maupun pembahasan suatu topik. Saat berhasil menyelesaikan satu bab atau bahkan satu buku, muncul rasa puas karena benar-benar mengikuti prosesnya dari awal hingga akhir. Perasaan seperti ini jarang didapat saat terus menggulir media sosial tanpa tujuan.

5. Membantu membentuk kebiasaan yang lebih sehat

ilustrasi membaca buku (unsplash.com/Caroline Veronez)

Mengurangi doom scrolling bukan hanya soal membatasi waktu bermain media sosial. Kebiasaan lama biasanya lebih mudah berubah jika digantikan dengan aktivitas lain yang sama-sama menyenangkan. Membaca buku bisa menjadi salah satu pilihan karena tidak membutuhkan persiapan yang rumit dan dapat dilakukan hampir di mana saja.

Kamu tidak harus langsung membaca selama satu jam setiap hari. Memulai dari 10–15 menit sebelum tidur atau beberapa halaman saat waktu senggang sudah cukup untuk membangun kebiasaan baru. Jika dilakukan secara konsisten, waktu yang sebelumnya habis untuk scrolling perlahan bisa tergantikan oleh aktivitas yang lebih bermanfaat.

Memang bukan solusi instan, namun hobi baca buku bisa membantu mengurangi doom scrolling. Hal ini dikarenakan hobi membaca buku membantumu dalam melatih fokus hingga mengisi waktu luang dengan aktivitas yang lebih bermakna. Kalau belakangan ini kamu merasa terlalu sering kehilangan waktu karena media sosial, mungkin ini saat yang tepat untuk kembali membuka buku yang sudah lama tersimpan di rak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article