Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hobi Membaca Bikin Dompet Kering? Coba 5 Cara Hemat Ini
ilustrasi membaca buku (pexels.com/George Milton)
  • Memanfaatkan perpustakaan, termasuk layanan digital, memungkinkan pembaca mencoba berbagai judul tanpa harus membeli buku baru.
  • Pertukaran buku dengan teman atau komunitas pembaca dapat memperluas pilihan bacaan sekaligus mendorong diskusi tentang koleksi yang dimiliki.
  • Pembaca bisa menghabiskan koleksi lama, mencari sumber gratis legal, serta menetapkan anggaran dan aturan pembelian agar pengeluaran buku tetap terkontrol.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Punya hobi membaca memang menyenangkan, tapi kalau harus selalu beli buku baru, pengeluaran bisa membengkak. Apalagi kalau kamu sering lihat promo buku, edisi khusus, sampul cantik, atau rekomendasi bacaan yang sedang ramai di media sosial. Rasanya selalu ada alasan untuk menambah koleksi di rak.

Akhirnya, niat awal ingin mencari hiburan murah malah berubah menjadi kebiasaan yang bikin dompet kering. Padahal, menikmati hobi membaca gak harus selalu berarti membeli buku baru. Ada banyak cara untuk tetap membaca tanpa membuat pengeluaran ikut bertambah. Berikut ini lima cara menyalurkan hobi membaca yang bisa kamu coba.

1. Manfaatkan perpustakaan daripada selalu membeli buku

ilustrasi membaca buku di perpustakaan (pexels.com/Ludovic Delot)

Perpustakaan adalah gudang buku yang sering terlupakan ketika ingin mencari bacaan baru. Padahal, tempat ini bisa menjadi salah satu cara paling murah meriah untuk menikmati hobi membaca. Daripada membeli setiap buku yang membuatmu penasaran, kamu bisa mencari tahu apakah judul tersebut tersedia di perpustakaan terdekat.

Kalau ada, kamu cukup meminjamnya dan mengembalikannya setelah selesai membaca. Cara ini cocok untuk kamu yang senang mencoba berbagai genre dan belum tahu apakah akan menyukai sebuah buku atau tidak. Saat ini, akses perpustakaan juga tak mengharuskanmu datang ke gedung secara langsung. Beberapa perpustakaan menyediakan layanan peminjaman buku digital yang bisa kamu coba dari ponselmu.

2. Tukar buku dengan teman atau sesama pembaca

ilustrasi book swap party (pexels.com/ Damian Santos)

Punya teman yang juga suka membaca? Manfaatkan kebiasaan tersebut untuk membuat koleksi bacaan terasa lebih banyak tanpa harus membeli semuanya sendiri. Kamu bisa saling bertukar buku yang sudah selesai dibaca. Misalnya, kamu memiliki novel yang sudah beberapa kali dibaca, sementara temanmu punya buku yang selama ini ingin kamu coba.

Daripada membeli masing-masing, kenapa tidak saling meminjamkan? Cara ini juga bisa menjadi alasan untuk membangun komunitas kecil bersama teman-teman yang punya minat sama. Kalian bisa membuat daftar buku yang dimiliki, kemudian menentukan sistem peminjaman atau pertukaran yang disepakati. Buku yang tadinya menjadi koleksi pribadi kini bisa menjadi bahan obrolan di komunitas.

3. Maksimalkan koleksi buku yang sudah ada di rumah

ilustrasi membawa buku (pexels.com/Karola G)

Sebelum membeli buku baru, coba lihat kembali rak atau tumpukan buku di rumah. Bisa jadi masih ada banyak bacaan yang belum selesai atau bahkan belum pernah kamu sentuh. Buku yang sudah lama dimiliki sering kali kalah menarik dibandingkan judul baru yang sedang viral. Padahal, bukan berarti isinya sudah tidak menarik.

Mungkin kamu hanya belum berada di mood yang tepat ketika pertama kali membelinya. Coba buat tantangan membaca ulang koleksi lama. Pilih lima buku yang sudah lama berada di rak, lalu tentukan mana yang ingin dibaca terlebih dahulu. Dengan cara ini, kamu memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi koleksi sendiri sebelum mengeluarkan uang lagi.

4. Cari bacaan gratis yang legal

ilustrasi membaca (pexels.com/picjumbo.com)

Membaca hemat bukan berarti harus mencari buku bajakan. Ada banyak sumber bacaan gratis dan legal yang bisa kamu manfaatkan. Beberapa perpustakaan digital, proyek literasi, dan platform penerbitan menyediakan buku atau karya yang memang bisa diakses gratis. Selain itu, ada pula karya-karya yang sudah masuk domain publik sehingga dapat dibaca secara legal.

Kamu juga bisa mengikuti newsletter dari penulis atau penerbit tertentu karena terkadang mereka menawarkan materi bacaan gratis sebagai bagian dari promosi. Kalau kamu menyukai artikel, esai, atau tulisan nonfiksi, internet juga menyediakan banyak konten berkualitas yang dapat menjadi alternatif bacaan. Tidak semua pengalaman membaca harus datang dari novel yang baru keluar di toko buku, bukan?

5. Buat anggaran khusus untuk membeli buku

ilustrasi buku (pexels.com/Blue Bird)

Menghemat bukan berarti kamu harus berhenti membeli buku sama sekali. Kalau membeli buku adalah bagian yang membuatmu senang, tetap boleh dilakukan selama pengeluarannya terkontrol. Salah satu caranya adalah membuat anggaran khusus untuk hobi membaca. Tentukan jumlah tertentu setiap bulan untuk membeli buku.

Setelah anggaran habis, tahan keinginan membeli sampai periode berikutnya. Sementara itu, kamu masih bisa membaca koleksi lama, pinjam dari perpustakaan, atau bertukar buku dengan teman. Kamu juga bisa menerapkan aturan "beli setelah selesai membaca dua buku". Jadi, setiap kali ingin menambah koleksi, ada bacaan yang sudah benar-benar kamu selesaikan terlebih dahulu.

Hobi membaca tak harus identik dengan terus membeli buku baru. Kamu tetap bisa menikmati banyak cerita, mendapatkan pengetahuan, dan mengeksplorasi berbagai genre dengan lebih hemat. Pada akhirnya, hobi bisa tersalurkan, dan kantong tetap aman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article