Upin dan Ipin mengikuti lomba karaoke (youtube.com/Les' Copaque Production)
Bayangkan ada pengumuman, “Malam Minggu, semua warga kumpul.” Gen Z mungkin awalnya bertanya, “Agendanya apa?” Tetapi setelah itu, kemungkinan mereka justru punya banyak ide: movie night, turnamen Mobile Legends, lomba memasak, open mic, pasar kecil, kelas fotografi, karaoke, sampai kompetisi membuat konten.
Hal tersebut sebenarnya berkaitan dengan kebutuhan manusia untuk mempunyai ruang bertemu secara rutin. Penelitian mengenai third places menunjukkan bahwa ruang publik yang memungkinkan interaksi sosial dapat membantu membangun modal sosial, rasa senang, dan rasa memiliki terhadap komunitas.
"Third places berkontribusi terhadap kesejahteraan mental melalui jalur emosional, terutama dengan menumbuhkan rasa 'senang' melalui interaksi sosial dan desain lingkungan, sementara ruang alami memupuk rasa 'syukur' melalui koneksi biofilik," demikian laporan studi Neurological benefits of third places for young adults in healthy urban environments ScienceDirect.
Jadi, kalau Gen Z diberi kesempatan ikut mengatur kegiatan kampung, jangan kaget kalau format acaranya berubah. Tradisi lama tidak harus dibuang; bisa dikombinasikan dengan ide baru. Kerja bakti bisa diikuti sarapan bersama, lomba tujuh belasan bisa punya kategori konten kreatif, dan acara warga bisa memiliki sesi musik atau permainan.