Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kalau Mail, Fizi, Ehsan, Jarjit Jadi Anak Kantoran, Siapa Jadi Apa?

Kalau Mail, Fizi, Ehsan, Jarjit Jadi Anak Kantoran, Siapa Jadi Apa?
Ipin, Mail dan Dzul duduk berdampingan (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)
Share Article

Kalau Mail, Fizi, Ehsan, dan Jarjit tiba-tiba tumbuh dewasa lalu bekerja di kantor yang sama, suasananya mungkin tidak akan pernah benar-benar sepi. Mail kemungkinan sudah sibuk menawarkan sesuatu sejak pagi, Fizi menjadi orang yang paling cepat mengetahui drama kantor, Ehsan mungkin sudah merasa dirinya calon bos, sementara Jarjit entah bagaimana selalu punya pantun untuk setiap situasi.

Meski merupakan karakter fiksi dari Upin & Ipin, keempatnya punya karakter yang cukup berbeda sehingga menarik untuk dibayangkan sebagai satu tim kerja. Kalau diterjemahkan ke dunia kantor, perbedaan karakter tersebut justru bisa menjadi kekuatan selama setiap orang tahu perannya dan tidak menjadikan perbedaan sebagai sumber konflik.

  1. 1. Mail: Sales atau business development yang pantang menyerah

    Mail (dok. Les' Copaque Production/Upin Ipin)
    Mail (dok. Les' Copaque Production/Upin Ipin)

    Kalau ada satu karakter yang paling cocok masuk dunia sales, Mail mungkin kandidat terkuat. Sifatnya yang dikenal suka berdagang dan melihat peluang bisa diterjemahkan menjadi kemampuan mencari pelanggan, menawarkan produk, melakukan negosiasi, sampai menemukan cara kreatif untuk menghasilkan keuntungan.

    Di kantor, Mail kemungkinan menjadi tipe karyawan yang tidak takut menghubungi calon klien. Ketika orang lain sudah berkata, “Kayaknya susah,” Mail mungkin justru menjawab, “Coba dulu.” Ia bisa cocok sebagai sales executive, business development, atau bahkan orang yang mengurus pemasaran dan penjualan. Kemampuan membaca peluang menjadi nilai tambah, terutama ketika perusahaan membutuhkan orang yang berani membuka pintu baru.

  2. 2. Fizi: Social media specialist atau customer relations

    Fizi (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)
    Fizi (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

    Fizi mungkin terlihat seperti karakter yang gampang mengeluh atau suka berkomentar, tetapi kalau diterjemahkan ke dunia kerja, karakter tersebut bisa memiliki sisi positif. Ia berpotensi menjadi orang yang sangat peka terhadap apa yang sedang terjadi di sekitarnya.

    Di kantor modern, kemampuan membaca percakapan dan respons orang lain dapat berguna untuk pekerjaan yang berhubungan dengan media sosial, komunitas, atau layanan pelanggan. Bayangkan Fizi menjadi social media specialist. Ia mungkin menjadi orang pertama yang tahu ketika sebuah konten perusahaan mendapat komentar negatif.

    Ia juga bisa menjadi orang yang memperhatikan tren, membaca komentar netizen, dan melaporkan apa yang sedang ramai dibicarakan. Kalau kemampuan tersebut diarahkan dengan baik, sifatnya yang banyak mengamati dan berkomentar bisa berubah menjadi kemampuan social listening.

  3. 3. Ehsan: Project manager yang suka memimpin

    Ehsan (Les' Copaque Production/Upin & Ipin)
    Ehsan (Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

    Ehsan punya satu modal yang sangat terlihat: kepercayaan diri. Ia cenderung nyaman berada di posisi yang menonjol dan memiliki karakter yang bisa diterjemahkan menjadi sosok yang ingin mengatur jalannya kegiatan. Kalau masuk kantor, kemungkinan Ehsan akan senang menjadi orang yang memimpin rapat, membagi tugas, dan memastikan semua orang mengikuti rencana.

    Karena itu, posisi seperti project manager, team leader, atau account executive mungkin cocok untuknya. Ehsan bisa menjadi orang yang memastikan pekerjaan Mail selesai, mengingatkan Fizi tentang jadwal konten, dan meminta Jarjit segera menyelesaikan bagian presentasi. Dalam tim yang membutuhkan koordinasi, sosok seperti ini memang dibutuhkan agar pekerjaan tidak berjalan tanpa arah.

  4. 4. Jarjit: Creative writer atau content creator kantor

    tokoh Jarjit di Upin & Ipin (dok. Les' Copaque/Upin &Ipin)
    tokoh Jarjit di Upin & Ipin (dok. Les' Copaque/Upin &Ipin)

    Kalau kantor membutuhkan orang yang punya ide tidak biasa, Jarjit kemungkinan menjadi pilihan pertama. Kebiasaannya membuat pantun bisa diterjemahkan menjadi kemampuan bermain dengan kata, menemukan sudut pandang unik, dan membuat sesuatu yang biasa menjadi lebih menarik.

    Jarjit cocok ditempatkan sebagai copywriter, content creator, creative strategist, atau bahkan orang yang mengurus kampanye kreatif perusahaan. Ketika tim mendapat tugas membuat slogan produk yang terasa biasa saja, Jarjit mungkin datang dengan pantun. Tidak semuanya akan bagus, tentu saja, tetapi satu ide aneh kadang bisa menjadi pintu menuju ide yang jauh lebih kreatif.

  5. 5. Kalau mereka berempat jadi satu tim, siapa yang jadi bos?

    Ipin, Mail dan Dzul duduk berdampingan (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)
    Ipin, Mail dan Dzul duduk berdampingan (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

    Kalau keempat karakter tersebut berada dalam satu kantor, pembagian perannya sebenarnya cukup menarik. Mail bisa mengurus penjualan dan mencari peluang bisnis, Fizi menangani media sosial dan hubungan pelanggan, Ehsan menjadi koordinator proyek, sedangkan Jarjit mengurus ide kreatif dan konten.

    Secara sederhana, masing-masing punya 'wilayah' yang berbeda tetapi saling terhubung. Masalahnya, karakter yang berbeda juga bisa menghasilkan konflik. Mail mungkin terlalu fokus pada target, Fizi terlalu banyak berkomentar, Ehsan terlalu suka mengatur, sedangkan Jarjit malah sibuk membuat pantun ketika deadline semakin dekat.

    Namun, konflik semacam ini tidak otomatis membuat tim gagal. Penelitian tentang keberagaman tim menunjukkan bahwa perbedaan dapat menjadi kekuatan sekaligus sumber konflik, dan psychological safety berperan dalam mendukung kerja tim yang efektif.

    "Baik psychological safety maupun kejelasan norma tim dapat memprediksi kinerja dan kepuasan kerja anggota tim," demikian laporan studi Psychological Safety and Norm Clarity in Software Engineering Teams dalam arXiv.

    Jadi, kalau harus menentukan siapa yang menjadi bos, jawabannya mungkin justru Ehsan. Tetapi dengan syarat ia belajar mendengarkan. Mail menjadi mesin bisnis, Fizi menjadi radar sosial, Jarjit menjadi otak kreatif, dan Ehsan menjadi pengarah tim. Kalau menurutmu bagaimana?

    Jika kita membayangkan Mail, Fizi, Ehsan, dan Jarjit menjadi teman sekantor, mungkin memang tidak ada yang harus memiliki karakter sempurna untuk menjadi anggota tim yang baik. Pelajarannya juga berlaku di dunia kerja nyata, tim yang kuat bukan selalu berisi orang yang sama-sama hebat dalam segala hal, tetapi orang dengan kekuatan berbeda yang tahu cara bekerja bersama.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More