ilustrasi menghabiskan waktu bersama (unsplash.com/priscilladupreez)
Menyayangi seseorang bukan berarti kamu harus mengorbankan kesehatan mentalmu sendiri. Jika perilaku sahabatmu mulai membuatmu merasa lelah secara emosional, dimanfaatkan, atau terus berada dalam situasi yang tidak sehat, menetapkan batasan adalah hal yang wajar dilakukan.
Memberikan tough love juga berarti berani mengatakan bahwa kamu membutuhkan ruang untuk menjaga dirimu sendiri. Kamu tetap bisa hadir untuknya tanpa harus selalu menjadi penyelamat dalam setiap masalah yang dihadapinya. Hubungan pertemanan yang sehat seharusnya memberikan rasa aman bagi kedua belah pihak.
"Kita tidak memiliki kendali atas kehidupan sahabat kita. Mereka bebas menjalani hidup sesuai dengan pilihan mereka sendiri, meskipun terkadang sulit bagi kita untuk menyaksikannya. Yang bisa kita lakukan hanyalah menunjukkan kepedulian dan perhatian, serta menetapkan batasan yang sehat bagi diri kita sendiri," ujar Claudia de Llano, LMFT, terapis pernikahan dan keluarga, dikutip dari Verywell Mind.
Memberikan tough love memang tidak selalu nyaman, tetapi terkadang itulah bentuk kepedulian yang paling dibutuhkan oleh sahabatmu. Selama disampaikan dengan empati, kejujuranmu bisa menjadi langkah awal yang membantunya bertumbuh dan mengambil keputusan yang lebih baik.