Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Meningkatkan Rasa Religius

5 Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Meningkatkan Rasa Religius
ilustrasi religius (pexels.com/Mikhail Nilov)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti bahwa rasa religius tidak hanya tumbuh dari ibadah, tetapi juga dari kebiasaan kecil sehari-hari yang melatih kesadaran dan pengendalian diri.
  • Lima kebiasaan sederhana seperti menahan komentar, merapikan barang, memberi jalan, tidak membuang makanan, dan menunda belanja dapat memperkuat nilai spiritual secara perlahan.
  • Konsistensi dalam tindakan kecil tersebut membantu seseorang menjadi lebih tenang, rendah hati, serta peka terhadap makna hidup dan rasa syukur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Rasa religius sering dibayangkan lewat ibadah , padahal justru tumbuh dari kebiasaan kecil yang jarang disadari. Dalam kehidupan sehari-hari, ada tindakan sederhana yang terlihat biasa saja, tetapi perlahan membuat seseorang lebih peka terhadap makna hidup.

Kebiasaan seperti ini tidak selalu berkaitan langsung dengan ritual ibadah, melainkan cara memandang hal-hal kecil di sekitar. Ketika dilakukan konsisten, muncul perasaan lebih tenang sekaligus lebih sadar terhadap nilai spiritual. Berikut lima kebiasaan kecil yang diam-diam bisa meningkatkan rasa religius.

1. Menahan komentar spontan saat melihat sesuatu yang tidak disukai

ilustrasi gosip (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
ilustrasi gosip (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Tidak semua hal perlu langsung dikomentari, apalagi jika hanya memicu emosi sesaat. Kebiasaan menahan diri untuk tidak bereaksi spontan, terutama di media sosial atau percakapan ringan, ternyata punya dampak besar. Ada momen jeda yang membuat seseorang berpikir lebih dulu sebelum berbicara. Dari situ muncul kesadaran bahwa tidak semua hal harus direspons.

Ketika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini membentuk sikap lebih tenang dan tidak mudah terpancing. Rasa religius tumbuh karena ada usaha menjaga lisan tanpa perlu terlihat mencolok. Dari tindakan kecil seperti menahan komentar, muncul latihan mengendalikan diri yang jarang disadari.

2. Mengembalikan barang ke tempat semula tanpa ditunda

ilustrasi mengembalikan barang
ilustrasi mengembalikan barang (pexels.com/Ivan Vi)

Kebiasaan mengembalikan barang setelah dipakai sering dianggap sekadar soal rapi. Padahal, tindakan kecil ini berkaitan dengan rasa tanggung jawab terhadap hal yang dimiliki. Saat seseorang langsung merapikan tanpa menunggu diingatkan, muncul kesadaran menjaga amanah.

Jika dilakukan rutin, kebiasaan ini menumbuhkan rasa disiplin yang tidak terasa dipaksakan. Dari situ muncul perasaan lebih tertib dan tenang dalam menjalani aktivitas. Rasa religius tumbuh karena kebiasaan kecil ini melatih sikap menghargai sesuatu yang dipercayakan.

3. Membiasakan memberi jalan lebih dulu

ilustrasi memberi jalan
ilustrasi memberi jalan (pexels.com/Bence Szemerey)

Memberi jalan di antrean, mempersilakan orang lewat, atau tidak berebut tempat duduk terlihat sangat sederhana. Namun kebiasaan ini mencerminkan kesediaan mendahulukan orang lain tanpa pamrih. Tindakan kecil seperti itu sering terjadi di ruang publik sehari-hari.

Ketika dilakukan konsisten, muncul kebiasaan menekan ego dalam situasi ringan. Dari situ terbentuk sikap rendah hati tanpa perlu diucapkan. Rasa religius muncul karena kebiasaan ini melatih keikhlasan melalui tindakan kecil.

4. Mengurangi kebiasaan membuang makanan meski dalam porsi kecil

ilustrasi sisa makanan
ilustrasi sisa makanan (pexels.com/PNW Production)

Sering kali sisa makanan dianggap hal biasa selama jumlahnya sedikit. Padahal, membiasakan mengambil porsi secukupnya dan menghabiskan makanan adalah latihan kesadaran yang nyata. Kebiasaan ini membuat seseorang lebih menghargai proses dan usaha di balik makanan.

Ketika dilakukan terus-menerus, muncul rasa syukur yang tidak dibuat-buat. Pikiran menjadi lebih peka terhadap hal sederhana yang sering terlewat. Dari tindakan kecil ini, rasa religius tumbuh karena ada kesadaran menghargai nikmat yang tersedia.

5. Menunda membeli sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan

membeli barang
ilustrasi membeli barang (pexels.com/Jack Sparrow)

Keinginan membeli sering muncul secara impulsif, terutama saat melihat promo atau tren baru. Membiasakan menunda keputusan membeli selama beberapa waktu ternyata memberi dampak besar. Ada ruang untuk menilai apakah barang itu benar-benar diperlukan.

Jika dilakukan rutin, kebiasaan ini melatih pengendalian diri tanpa terasa berat. Dari situ muncul perasaan lebih cukup dan tidak mudah terbawa keinginan sesaat. Rasa religius tumbuh karena kebiasaan ini membantu menjaga diri dari sikap berlebihan.

Rasa religius tidak selalu tumbuh dari hal besar, justru sering terbentuk dari kebiasaan kecil yang tampak sepele. Tindakan sederhana yang dilakukan konsisten mampu membentuk kesadaran, ketenangan, sekaligus pengendalian diri. Dari kebiasaan kecil itu, mana yang paling sering dilakukan tanpa disadari?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More