Ini 3 Kebiasaan Perempuan Hebat yang Terinspirasi dari RA Kartini

- Semangat Kartini menginspirasi perempuan modern untuk terus belajar, membaca, dan meningkatkan literasi agar mampu berkembang di tengah tantangan ketidakadilan gender.
- Kartini menunjukkan pentingnya keberanian menyuarakan pendapat demi melawan ketidakadilan dan membuka jalan bagi perempuan meraih mimpi mereka.
- Melalui perjuangannya mendirikan sekolah, Kartini menanamkan nilai saling mendukung antarperempuan agar semua memiliki kesempatan berkembang dan membawa perubahan positif.
Perempuan modern kini memegang peran luar biasa, meski tantangan ketidakadilan gender di Indonesia belum sepenuhnya usai. Perempuan masih mendapatkan banyak tantangan dan ketidakadilan dalam keseharian mereka.
Namun, semangat juang Raden Ajeng Kartini menjadi pemantik bagi perempuan di era modern untuk mendobrak stigma dan batas dalam meraih potensi mereka masing-masing. Untuk menjadi perempuan hebat seperti Kartini, tentu saja tidak bisa dicapai secara instan. Ini dia beberapa kebiasaan yang bisa kamu terapkan untuk menjadi perempuan Indonesia yang hebat.
1. Tekun belajar dan membaca

Jika menilik sejarah Kartini, ia merupakan perempuan yang lahir di kalangan bangsawan pada tahun 1879. Masa kecil Kartini dan saudara-saudaranya sangat berkecukupan. Berbeda dari masyarakat biasa, latar belakang keluarganya membuat Kartini bisa menempuh pendidikan di Europesche Lagere School (ELS) atau sekolah dasar Eropa, yang termasuk sekolah elit pada masa itu.
Bersekolah di ELS membuat Kartini memiliki pergaulan yang cukup luas. Namun setelah lulus, Kartini menjadi pribadi yang berbeda karena "dikekang" dan dibatasi pergaulannya. Di usia yang sangat belia, Kartini terpaksa harus berdiam diri di rumah dan mengikuti segala adat istiadat yang ada. Namun, semangat Kartini tidak membuatnya berhenti belajar.
Justru dari keterbatasan itulah, Kartini menjadi terbiasa untuk membaca buku. Ia terus mengasah rasa keingintahuannya dengan membaca buku, koran, hingga majalah. Karakter ini juga yang akan membentuk kita tumbuh menjadi perempuan hebat. Ada rasa ingin tahu, haus untuk terus belajar, punya literasi tinggi, dan terus mengikuti perkembangan zaman.
2. Berani menyuarakan pendapat atau isi pikiran

Salah satu hal penting yang kini dilihat dunia adalah keberanian Kartini untuk menyuarakan pendapat atau isi pikirannya. Meski dibatasi oleh tradisi dan adat istiadat, Kartini punya growth mindset. Ia rutin mengirim surat kepada sahabat-sahabat penanya di Belanda.
Melalui surat tersebut, Kartini menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi perempuan di masa itu. Kala itu, perempuan seperti tidak punya kuasa untuk melakukan hal besar dan melawan ketidakadilan. Di surat-suratnya, Kartini juga menyatakan bagaimana perempuan masih menghadapi praktik poligami, pernikahan paksa, dan kondisi di mana perempuan tidak punya akses pendidikan yang layak.
Kebiasaan ini juga yang seharusnya bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan sekecil apa pun itu bisa lahir dari keberanian untuk mengambil langkah, seperti apa yang Kartini lakukan. Dengan begitu, akhirnya aspirasi Kartini yang membukakan jalan bagi perempuan di era modern menggapai mimpi-mimpi mereka.
3. Mendukung perempuan lainnya

Kartini tergolong perempuan yang cerdas. Namun, kecerdasannya tidak ia simpan begitu saja. Kartini punya semangat pantang menyerah untuk mendapatkan izin dari ayahnya supaya bisa mendirikan sekolah. Hak istimewa yang ia miliki sebagai anak bangsawan, ia bagikan lagi kepada anak-anak perempuan.
Kartini menunjukkan semangat dan perjuangannya untuk mendukung sesama perempuan. Ia ingin banyak perempuan lain punya hidup dan masa depan yang lebih baik. Semangat inilah yang juga harus kita teladani dengan menyalurkan dukungan kepada sesama perempuan.
Lewat Kartini, kita belajar bahwa setiap perempuan berhak mendapatkan hak dan kesempatan untuk mengembangkan diri mereka. Kalau kita punya sumber dayanya, maka bagikanlah juga kepada orang lain agar mereka juga punya kesempatan untuk membuat perubahan.
Itulah kebiasaan yang terinspirasi dari Kartini. Kartini bukan sekadar perempuan biasa. Ia mewariskan banyak ide, perspektif, dan semangat yang harus terus dilestarikan.