ilustrasi seseorang menggunakan handphone (pexels.com/towfiqubarbhuiya)
Membuka media sosial untuk mencari hiburan bisa berubah menjadi kebiasaan membaca berita atau konten negatif tanpa henti. Informasi tentang konflik, kabar buruk, teori konspirasi, hingga peringatan yang mengkhawatirkan dapat membuat pikiran terus waspada. Jika dilakukan berulang sepanjang hari, kebiasaan ini bisa ikut memengaruhi suasana hati dan membuat pikiran dipenuhi hal-hal negatif.
Heather juga mengatakan bahwa paparan berita yang terus-menerus dapat berkaitan dengan meningkatnya perasaan mudah tersinggung, agresif, dan marah. Karena itu, kamu gak harus selalu mengikuti setiap perkembangan yang muncul di linimasa, apalagi kalau setelahnya justru merasa semakin cemas atau kesal.
“Semuanya menyebabkan peningkatan perasaan mudah tersinggung, agresi, dan kemarahan. Kita juga cenderung benar-benar kecanduan siklus pemberitaan tersebut karena pandemi,” ujarnya.
Kalau akhir-akhir ini kamu lebih gampang kesal, coba jangan buru-buru menyalahkan suasana atau orang di sekitarmu. Bisa jadi ada kebiasaan kecil yang tanpa sadar ikut memengaruhi mood dan cara kamu menghadapi hari.