“Seiring waktu, self-talk negative dengan dampaknya terhadap suasana hati yang cemas atau depresi dapat meningkatkan risiko perilaku coping yang tidak sehat,” kata Dr. Ashwini Nadkarni, asisten profesor psikiatri di Harvard Medical School, dikutip dari Real Simple.
7 Kebiasaan Toxic yang Diam-diam Mengundang Energi Negatif ke Hidupmu

- Artikel menyoroti tujuh kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele namun diam-diam menyerap energi positif dan memicu stres, overthinking, serta penurunan semangat hidup.
- Kebiasaan seperti self-talk negatif, terlalu sering scrolling media sosial, hingga tidak menetapkan batasan pribadi disebut dapat memperburuk kondisi mental dan emosional seseorang.
- Penulis mengajak pembaca untuk mulai refleksi diri, memperbaiki pola hidup sederhana, serta menumbuhkan empati agar energi positif kembali mengalir dalam keseharian.
Kadang rasa lelah yang kamu rasakan bukan cuma karena banyaknya aktivitas, tapi juga karena kebiasaan kecil yang tanpa sadar kamu lakukan setiap hari. Kebiasaan ini terlihat sepele, tapi bisa jadi sumber energi negatif yang bikin mood gampang drop, overthinking, bahkan kehilangan semangat. Parahnya lagi, kamu mungkin gak sadar kalau itu penyebabnya.
Nah, sebelum energi negatif makin menumpuk, coba deh mulai refleksi diri. Siapa tahu ada kebiasaan yang selama ini kamu anggap biasa aja, ternyata diam-diam merusak keseimbangan hidupmu. Yuk, kenali satu per satu!
1. Terlalu sering dikelilingi orang yang menguras energi

Kamu pasti pernah merasa capek setelah ngobrol sama seseorang, padahal gak ngapa-ngapain. Bisa jadi, kamu sedang berada di lingkungan yang penuh energi negatif, seperti orang yang suka mengeluh, iri, atau hobi bergosip. Tanpa sadar, energi mereka ikut menular ke kamu.
Kalau terus dibiarkan, kamu bisa jadi lebih mudah stres dan kehilangan semangat. Bukan berarti harus memutus hubungan, tapi penting untuk mulai membatasi diri. Pilih lingkungan yang bikin kamu merasa dihargai dan lebih ringan secara emosional.
2. Sering ngomong negatif ke diri sendiri

“Kayaknya aku gak bisa deh,” atau “Aku emang gak cukup baik”. Kalimat seperti ini mungkin sering muncul di pikiranmu, bahkan tanpa kamu sadari. Padahal, self-talk negatif bisa membentuk cara kamu melihat diri sendiri.
Semakin sering kamu merendahkan diri, semakin besar juga rasa tidak percaya diri yang terbentuk. Lama-lama, kamu jadi sulit berkembang karena sudah mengunci diri dengan pikiran negatif. Coba pelan-pelan ubah jadi kalimat yang lebih suportif, ya!
3. Mengabaikan hal-hal kecil yang sebenarnya penting

Hal sederhana seperti merapikan tempat tidur atau membereskan kamar sering dianggap gak terlalu penting. Padahal, lingkungan yang rapi bisa membantu pikiran jadi lebih tenang dan teratur. Sebaliknya, suasana berantakan bisa bikin kamu makin sumpek.
Kebiasaan menunda hal kecil juga bisa terbawa ke hal yang lebih besar. Kamu jadi terbiasa menunda dan akhirnya kewalahan sendiri. Mulai dari hal kecil dulu, karena perubahan besar sering dimulai dari kebiasaan sederhana.
4. Kebiasaan scrolling tanpa batas

Cuma sebentar berubah jadi berjam-jam scroll media sosial? Yup, ini salah satu kebiasaan paling umum yang bikin energi terkuras. Terlalu banyak informasi dan konten bisa bikin otak lelah tanpa kamu sadari.
“Scrolling tanpa henti sering kali membuat pikiran terlalu terstimulasi, sehingga lebih sulit untuk benar-benar rileks,” kata Dr. Zishan Khan, seorang psikiater di Mindpath Health, dikutip dari Real Simple.
Selain itu, kamu juga jadi lebih mudah membandingkan hidup dengan orang lain. Ujung-ujungnya, muncul rasa insecure dan gak puas dengan diri sendiri. Coba atur waktu penggunaan gadget dan beri jeda untuk benar-benar hadir di dunia nyata.
5. Gak punya batasan dalam hidup

Sering bilang “iya” padahal sebenarnya kamu capek atau gak mau? Hati-hati, ini bisa jadi tanda kamu belum punya batasan yang sehat. Terlalu sering mengiyakan orang lain bisa bikin kamu kelelahan secara mental.
“Terlalu banyak berkomitmen atau terlalu sering mengatakan ‘ya’ dapat menyebabkan kelelahan, rasa kesal, dan hubungan yang tidak sehat,” jelas Dr. Khan.
Lama-lama, kamu juga bisa merasa dimanfaatkan atau gak dihargai. Gak apa-apa kok untuk menolak kalau memang kamu butuh istirahat. Ingat, menjaga diri sendiri juga sama pentingnya dengan membantu orang lain.
6. Mengabaikan kebutuhan diri sendiri

Sering lupa makan tepat waktu, kurang tidur, atau jarang punya waktu untuk diri sendiri? Kebiasaan ini kelihatannya sepele, tapi dampaknya besar banget. Tubuh yang lelah akan memengaruhi kondisi mentalmu juga.
Padahal, self-care gak harus mahal atau ribet. Cukup luangkan waktu sebentar untuk melakukan hal yang kamu suka. Dengan begitu, energi kamu bisa terisi ulang dan mood pun jadi lebih stabil.
7. Bersikap negatif ke orang lain atau makhluk hidup

Cara kamu memperlakukan orang lain ternyata juga berpengaruh ke energi dalam hidupmu. Sikap kasar, meremehkan, atau tidak peduli bisa menciptakan suasana yang tidak nyaman. Energi negatif itu bisa balik ke kamu dalam bentuk yang berbeda.
Sebaliknya, ketika kamu bersikap baik dan penuh empati, lingkungan di sekitarmu juga ikut terasa lebih hangat. Hal kecil seperti menghargai orang lain bisa membawa perubahan besar. Energi positif itu sering datang dari hal-hal sederhana.
Mengubah kebiasaan memang butuh waktu, jadi gak perlu langsung sempurna. Yang penting, kamu sudah mulai sadar dan mau pelan-pelan memperbaiki diri. Karena pada akhirnya, energi yang kamu ciptakan hari ini akan menentukan bagaimana hidupmu berjalan ke depannya.