Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa Saja yang Dipelajari Mahasiswa Jurusan Film dan Televisi?

Apa Saja yang Dipelajari Mahasiswa Jurusan Film dan Televisi?
ilustrasi proses syuting (pexels.com/cottonbro studio)
Share Article

Apa yang pertama terlintas di pikiranmu ketika mendengar kuliah jurusan film dan televisi? Mungkin kamu akan menganggap itu adalah jurusan yang prestige. Jurusan ini juga sering dianggap sebagai tempat berkumpulnya calon sineas muda.

Lantas apa saja, sih yang dipelajari selama berkuliah di jurusan Film dan Televisi? Apakah mahasiswa akan diajarkan membuat film dan acara televisi saja, atau ada pembelajaran lainnya? Kalau kamu berminat untuk melanjutkan studi Strata Satu di jurusan ini, yuk intip apa saja yang akan dipelajari di sana!

1. Penyutradaraan film dan televisi

ilustrasi penyutradaraan
ilustrasi penyutradaraan (pexels.com/Kyle Loftus)

Tentu kamu sudah gak asing lagi dengan istilah sutradara. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sutradara mempunyai arti orang yang memberi pengarahan dan bertanggung jawab atas masalah artistik dan teknis di pementasan drama, pembuatan film, dan sebagainya. Nah, saat berkuliah di jurusan film dan televisi, kamu akan mendapat pembelajaran mengenai penyutradaraan, baik secara materi maupun praktik.

Penyutradaraan di sini akan dibagi menjadi dua kategori, yakni penyutradaraan film dan televisi. Meskipun serupa, namun keduanya memiliki perbedaan. Perbedaan paling mendasar antara keduanya adalah sutradara film memiliki kendali penuh pada proses pembuatan film berdasarkan naskah. Sedangkan sutradara televisi, terutama sinetron, series, seri, dan sejenisnya, bekerja di bawah produser eksekutif atau head writer. Sutradara televisi biasanya dikontrak untuk mengeksekusi sebuah naskah.

Pada mata kuliah penyutradaraan, mahasiswa akan dibimbing untuk menjadi sutradara sesuai jobdesk mereka (sutradara film atau televisi). Pembelajaran tersebut mulai dari membedah naskah, memilih pemain, menentukan crew, membuat story board, mengarahkan pemain, hingga mendampingi editor pada proses penyuntingan.

2. Penulisan naskah

ilustrasi penulisan naskah
ilustrasi penulisan naskah (pexels.com/Ron Lach )

Naskah menjadi salah satu hal yang penting dalam pembuatan film, sinetron, series, seri, dan sejenisnya. Untuk itulah, penulisan naskah menjadi salah satu materi wajib yang diajarkan di jurusan ini. Pada mata kuliah penulisan naskah, mahasiswa akan diajarkan untuk mengolah ide menjadi karya tulis naskah, yang nantinya akan dijadikan pegangan dalam pembuatan sebuah karya. Penulisan naskah bertugas mengubah ide, cerita, atau konsep menjadi sebuah naskah.

Naskah ini nantinya akan menjadi panduan bagi sutradara dalam menggarap film. Beberapa hal yang dipelajari dalam penulisan naskah di antaranya, menemukan premis, melakukan riset, membuat sinopsis, membuat treatment, mengatur tempo ketegangan agar cerita tidak monoton, menciptakan karakter, menulis dialog, dan lain-lain.

3. Videografi

ilustrasi proses syuting
ilustrasi proses syuting (pexels.com/cottonbro studio)

Videografi menurut Sarwo Nugroho, S.Kom., M.Kom dosen Universitas Sains dan Teknologi Komputer adalah seni dan proses menangkap, merekam, dan mengedit gambar bergerak menggunakan kamera untuk menghasilkan video, seperti ditulis dalam materi akademis dan buku Teknik Dasar Videografi. Fokus mata kuliah videografi adalah mengubah naskah atau cerita menjadi visual yang bercerita.

Beberapa detail aspek yang akan dipelajari mahasiswa pada mata kuliah ini di antaranya, teknik dasar penguasaan kamera, komposisi dan framing, pergerakan kamera, tata cahaya,  tata suara, dan manajemen produksi. Goal mata kuliah ini adalah melatih kepekaan rasa dan keterampilan teknis mahasiswa. Pada mata kuliah ini, mahasiswa tak hanya menerima materi pembelajaran di kelas saja, tapi juga akan banyak praktik di lapangan.

4. Sinematografi

ilustrasi proses syuting
ilustrasi proses syuting (pexels.com/cottonbro studio)

Dalam bukunya yang berjudul The Five C's  of Cinematography, Joseph V. Mascelli, mendefinisikan sinematografi sebagai proses komunikasi visual. Sinematografi bukan sekadar merekam gambar bergerak, melainkan bagaimana seorang sineas menyampaikan ide, emosi, dan cerita pada penonton melalui kolaborasi lima elemen visual : Camera angle, continuity, cutting, close-ups, dan composition.

Meskipun sekilas apa yang dipelajari pada mata kuliah videografi dan sinematografi tampak serupa, tapi keduanya memiliki tujuan yang berbeda. Videografi fokus pada dokumentasi dan penyampaian informasi secara langsung. Sedangkan sinematografi akan fokus pada seni bercerita (storytelling ) dan estetika secara visual. Mahasiswa akan diajarkan bagaimana memilih angle camera yang tepat untuk sebuah scene, memilih teknik editing yang cocok untuk mempercantik hasil akhir sebuah film, dan sebagainya.

5. Penyuntingan digital

ilustrasi proses editing
ilustrasi proses editing (pexels.com/Aesthos AR. Photography)

Proses editing menjadi post production, ketika kita membuat sebuah film, sinetron, series, atau seri. Hasil akhir film ditentukan di meja editing. Di sini kerjasama sutradara dan editor sangat diperlukan. Mereka harus bisa menyamakan visi dan misi dalam bekerja. Mata mata kuliah editing, mahasiswa akan diajarkan teknik menyunting gambar secara digital dengan menggunakan software editing seperti Addobe Premier Pro, DaVinci Resolve, dan Final Cut Pro.

Uniknya, meskipun menggunakan software editing yang sama, tapi hasil akhir editing satu mahasiswa dengan yang lain pasti akan berbeda. Karena dalam penyuntingan digital mahasiswa bukan hanya dituntut bisa mengoperasikan software saja, tapi juga melatih kepekaan rasa. Jadi, hasil akhirnya tak hanya rapi dan tampak indah, tapi bisa mendukung penyampaian cerita pada penonton.

6. Kritik film dan televisi

ilustrasi menonton film
ilustrasi menonton film (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Tak sekadar jago membuat film, serial, series, sinetron, dan lain-lain, mahasiswa lulusan film dan televisi juga diharapkan bisa menjadi kritikus film dan televisi yang handal. Maka dari itu, materi kritik film dan televisi juga diajarkan di bangku kuliah.

Pada mata kuliah ini, mahasiswa akan diajak menonton, mengamati, dan melihat detail dalam sebuah karya audio visual. Kritik bukan hanya mencari kekurangan, tapi juga kelebihan pada sebuah karya. Tujuan utamanya bukan untuk mengolok-olok, tapi sebagai cara untuk melatik kepekaan seoranb calon sineas. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari mengkritisi karya orang lain secara objektif.

Nah, itu dia kira-kira beberapa hal yang akan dipelajari mahasiswa jurusan film dan televisi. Menjadi sineas bukan soal pintar membuat film saja, tapi juga harus tahu detail, bisa mengolah rasa, dan mau banyak belajar dari karya-karya lain.

Apakah kamu tertarik melanjutkan studi di jurusan ini? Jika iya, ada beberapa kampus di Indonesia yang memiliki jurusan Film dan Televisi di dalamnya. Di antaranya adalah, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Institut Seni Indonesia Surakarta, dan Institut Kesenian Jakarta.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima

Related Articles

See More

5 Zodiak yang Sering Merasa Out of Place di Lingkungannya Sendiri

25 Mei 2026, 06:25 WIBLife