Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kena PHK saat Pandemik, Mantan Buruh Pabrik Ini Malah Sukses Jadi MUA

5 min read
Kena PHK saat Pandemik, Mantan Buruh Pabrik Ini Malah Sukses Jadi MUA
Amsiyah, MUA dan Trainer BFBL Tangerang pada acara Beauty For a Better Life Media Visit di BFBL Training Centre, Kecamatan Kemiri, Tangerang, Selasa (22/9/2026). (IDN Times/Febriyanti Revitasari)
  • Amsiyah, mantan buruh pabrik sepatu di Tangerang, kehilangan pekerjaan bersama suaminya saat pandemi COVID-19 dan sempat menganggur dua tahun sambil membesarkan anak.

  • Pada 2021, ia mengikuti pelatihan makeup dan tata rambut gratis BFBL di Tangerang, meski menghadapi kendala transportasi, pengasuhan anak, serta ketiadaan modal alat makeup.

  • Setelah lulus sebagai terbaik, Amsiyah membangun karier MUA, membuka salon dan galeri busana pengantin, melayani pelanggan luar kota, serta kini menjadi pelatih BFBL Tangerang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Hidup seakan diputar balik seketika bagi perempuan bernama Amsiyah pada tahun 2020 silam. Amsiyah yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh pabrik sepatu di Tangerang, tak menyangka harus menjadi pengangguran ketika COVID-19 mendera Indonesia. Ia terkena gelombang layoff akibat pembatasan sosial yang berdampak pada operasional pabrik. Nasib yang sama pun dialami sang suami yang juga buruh pabrik sepatu.

Harus menganggur selama dua tahun, Aam, panggilan akrab Amsiyah, harus memutar otak. Anaknya saat itu baru berusia delapan bulan, sementara pemasukan sama sekali tidak ada. Berjualan pun sempat dilakoninya.

Namun, kehidupan tak selamanya apes jika seseorang mau membaca peluang dan giat berusaha. Lewat pelatihan gratis yang ia temukan, nasibnya berubah 180 derajat kemudian. Buruh yang setiap harinya berjibaku dengan ratusan pasang sepatu itu, kini mahir memoles wajah dengan kepekaannya terhadap warna-warni. Banyak senyum tertoreh di pelaminan berkat ketangkasan tangan dan intuisi rasanya.

Kini, Amsiyah bukan lagi seorang buruh, melainkan makeup artist (MUA) yang mandiri dan berdaya. Berikut kisah Amsiyah yang dituturkannya pada acara Beauty For a Better Life Media Visit di BFBL Training Centre, Kecamatan Kemiri, Tangerang, Selasa (22/9/2026).

  1. 1. Pada tahun 2021, Aam mendapatkan informasi pelatihan makeup dan hair dressing gratis di Tangerang

    Amsiyah, MUA dan Trainer BFBL Tangerang pada acara Beauty For a Better Life Media Visit di BFBL Training Centre, Kecamatan Kemiri, Tangerang
    Amsiyah, MUA dan Trainer BFBL Tangerang pada acara Beauty For a Better Life Media Visit di BFBL Training Centre, Kecamatan Kemiri, Tangerang, Selasa (22/9/2026). (IDN Times/Febriyanti Revitasari)

    Di tengah upayanya untuk tetap bertahan hidup dan membesarkan sang buah hati, Aam mendapatkan informasi jika L'Oreal Indonesia membuka program Beauty for A Better Life (BFBL). Tujuan program ini adalah membekali perempuan dengan beauty skill untuk mendorong kepercayaan diri, kemandirian, hingga potensi berkontribusi secara ekonomi. Program nyatanya adalah pelatihan makeup dan hair dressing secara gratis selama tiga kali dalam seminggu. Durasinya mencapai 2-4 bulan dan disertai ujian sebagai evaluasi hasil pelatihan sebelum dinyatakan lulus.

    "Waktu itu, aku ada informasi di sini ada BFBL. Pelatihannya gratis. Aku ingin mengembangkan (keterampilan) ya karena ingin mencoba jadi MUA. Bagus nih ada program ini, gratis lagi. Kalau pelatihan private kan mahal, ya," paparnya.

    Pada momen yang sama, Melanie Masriel, Chief of Corporate Affairs, Engagement & Sustainability L’Oréal Indonesia menuturkan, “Berakar dari visi L’Oréal untuk menciptakan kecantikan yang menggerakkan dunia, kami percaya bahwa kecantikan memiliki kekuatan untuk mengubah hidup banyak orang menjadi lebih baik. Program BFBL menjembatani demand terhadap servis kecantikan di masyarakat dengan keinginan kuat para perempuan tangguh untuk terus membawa manfaat bagi dirinya sendiri maupun lingkungannya.”

    Program BFBL ini tidak berdiri sendiri. Dalam pelaksanaannya, L'Oreal Indonesia bermitra dengan organisasi Perkumpulan Penggerak Perubahan Ekosistem Komunitas Perempuan Kepala Keluarga (PEGAS PEKKA) yang berpengalaman mendampingi dan memberdayakan perempuan di tingkat akar rumput. BFBL Tangerang yang menjadi 1 dari 12 training center BFBL, mendapatkan fasilitas lokasi dan tempat dari PEGAS PEKKA.

    "Bagi PEGAS PEKKA, pemberdayaan perempuan bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi bagaimana perempuan memiliki kapasitas dan keterampilan yang dapat membantu mereka memiliki lebih banyak pilihan dalam hidupnya” ujar Ir. Zulminarni, M.S., Ketua PEGAS PEKKA.

  2. 2. Pelatihan dimulai, namun rintangan seakan tidak hilang dari langkah Aam

    Amsiyah, MUA dan Trainer BFBL Tangerang pada acara Beauty For a Better Life Media Visit di BFBL Training Centre, Kecamatan Kemiri, Tangerang
    Amsiyah (paling kanan), MUA dan Trainer BFBL Tangerang pada acara Beauty For a Better Life Media Visit di BFBL Training Centre, Kecamatan Kemiri, Tangerang, Selasa (22/9/2026). (IDN Times/Febriyanti Revitasari)

    "Mau belajar di sini, banyak rintangannya banget. Gak ada kendaraan, bener-bener buruk banget ya. Terus mencoba, 'Ah, semangat aja.' Pakai ojek karena gak punya kendaraan," cerita Aam soal awal mulanya bergabung di BFBL Training Center.

    Pengorbanan terbesar Aam adalah harus meninggalkan anaknya yang berusia 8 bulan yang masih membutuhkan ASI. Pada akhirnya, Aam bisa menyiasati.

    "Alhamdulillah, berjalannya waktu selama beberapa bulan itu, aku kayak pengen terus belajar di BFBL. Pengen lebih bisa lagi makeup-nya. Aku belajar terus di rumah. Setiap minggu, aku update. Makeup lebih latihan lagi karena yang bikin sulit itu kan alis," kenang dia.

  3. 3. Mendapatkan pekerjaan pertama sebelum lulus, Aam malah bingung

    Amsiyah, MUA dan Trainer BFBL Tangerang pada acara Beauty For a Better Life Media Visit di BFBL Training Centre, Kecamatan Kemiri, Tangerang
    Amsiyah (paling kanan), MUA dan Trainer BFBL Tangerang pada acara Beauty For a Better Life Media Visit di BFBL Training Centre, Kecamatan Kemiri, Tangerang, Selasa (22/9/2026). (IDN Times/Febriyanti Revitasari)

    "Sebelum lulus dari BFBL, aku sempat disewa langsung untuk merias pengantin. Nah, itu lebih kebingungan lagi. Aku gak punya modal (alat makeup) sama sekali," ujar Aam sambil terisak mengingat masa lalunya.

    Mendapat orderan pertama, bukannya senang, Aam justru gamang. Ia mencurahkan perasaan ke suaminya, "Apa mau menyerah aja ya? Jadi MUA itu gak gampang, harus punya modal."

    Aam tidak buru-buru mengikuti emosinya. Setidaknya, Aam masih punya modal berupa skill atau keterampilan makeup yang layak. Sebagai jalan tengah, ia meminta uang DP kepada calon pengantin. Uang tersebut yang ia gunakan untuk membeli alat makeup. Ia pun lega pekerjaan pertamanya itu berhasil ia jalani dengan lancar.

  4. 4. Ketekunan Aam berbuah manis. Ia lulus dari BFBL dengan predikat terbaik

    Hasil karya Aam menjadi MUA (IDN Times/Febriyanti Revitasari)
    Hasil karya Aam menjadi MUA (IDN Times/Febriyanti Revitasari)

    Setelah dua bulan belajar di BFBL angkatan 10 tahun 2021, waktu ujian tiba. "Kan di situ ada ujian akhir, ujian makeup pengantin akhir. Di situ juga ada (peringkat) The Best-nya. Alhamdulillah, aku juara 1, The Best," ucap Aam penuh haru.

    Dari proses itu, Aam lebih percaya diri dan semangat. Berdasarkan pengalaman yang dialaminya sendiri, ia memberi pesan bagi alumni dan generasi BFBL berikutnya bahwa semangat harus ada walaupun tidak ada modal. Baginya, yang penting, skill makeup ditingkatkan sampai bagus.

    "Kalau makeup sudah bagus, rezeki akan mengikuti kita," ucapnya sembari tersenyum.

  5. 5. Tak lama setelah lulus, Aam mendapat order merias pengantin tanpa menawar harga dan kini berlanjut menjadi pelatih

    Amsiyah, MUA dan Trainer BFBL Tangerang pada acara Beauty For a Better Life Media Visit di BFBL Training Centre, Kecamatan Kemiri, Tangerang
    Amsiyah (paling kiri), MUA dan Trainer BFBL Tangerang pada acara Beauty For a Better Life Media Visit di BFBL Training Centre, Kecamatan Kemiri, Tangerang, Selasa (22/9/2026). (IDN Times/Febriyanti Revitasari)

    Setelah berproses penuh suka dan duka, jerih payah Aam berbuah manis.

    "Alhamdulillah, aku disewa langsung untuk makeup pengantin. Gak nawar-nawar lagi, langsung akad dain karena sudah percaya banget sama makeup-nya," cerita Aam yang kini kembali tersenyum.

    Tidak tanggung-tanggung, ia mendapatkan pembayaran hingga jutaan rupiah. Padahal, umumnya MUA pemula saat itu mendapatkan ratusan ribu rupiah.

    Aam masih terus berproses. Dari setiap panggilan merias pengantin, selalu ia sisihkan untuk membeli modal. Bukan cuma alat makeup, tapi juga transportasi hingga gaun pengantin. Setahun menjadi MUA, ia berhasil membangun salon dan membuat galeri berisi baju-baju pengantin yang dimilikinya sendiri. Bahkan, pelanggannya kini telah mencapai daerah yang lebih jauh lagi seperti Bandung dan Sukabumi. Profesi barunya ini juga telah membawanya melanglang ke Malaysia untuk mengikuti pelatihan makeup.

    Puncaknya, kini ilmu yang telah mengangkatnya itu, ditularkan ke lebih banyak orang. Aam dipercaya menjadi Trainer BFBL Tangerang dan ikut menjadi perantara kemandirian ekonomi perempuan lewat dunia kecantikan. Ya, Aam telah bertransformasi sepenuhnya dari buruh pabrik menjadi penata rias yang sukses.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More