ilustrasi halloween (unsplash.com/Clint Patterson)
Halloween era ini sangat berbeda dengan perayaannya ribuan tahun lalu. Tak semena-mena perayaan untuk mengusir roh jahat, Halloween sudah berkembang menjadi event tahunan yang penuh keceriaan dan sangat dinanti oleh anak-anak.
Setelah budaya menyebar, Halloween mulai menjadi bagian perayaan. Sekitar abab ke-19 imigran dari Eropa mulai menginjakan kaki di Amerika Utara. Sejak saat itu Halloween mulai populer di Amerika Utara.
Saat perayaan Halloween, masyarakat tak hanya memakai kostum atau menghias rumah dengan tema mencekam. Ada juga tradisi bernama trick-or-treat di mana anak-anak berkostum akan mengetuk pintu rumah tetangga dan kemudian meminta permen atau makanan manis. Tradisi tersebut mulai umum dilakukan pada abad ke-20 di Amerika Serikat dan dipopulerkan oleh komunitas Skotlandia.
Meski mulai dibumbui budaya trick-or-treat, permen manis, dan keseruan anak-anak, tapi Halloween masih erat dengan nuansa menyeramkan. Pada momen Halloween banyak film, video game, dan produk pop culture yang hadir dengan nuansa mencekam. Lebih lanjut, Halloween juga tak hanya populer di Eropa dan Amerika Utara, tapi pamornya sudah meluas hampir ke seluruh dunia, termasuk beberapa negara Asia seperti Korea Selatan hingga Indonesia.