Kenapa Halloween Identik dengan Hantu? Begini Awal Mulanya

Halloween identik dengan hantu karena berakar dari festival Celtic Samhain, saat masyarakat percaya batas dunia hidup dan kematian menipis.
Kepercayaan terhadap roh jahat mendorong masyarakat Celtic memakai kostum menyeramkan untuk mengelabuhi mereka.
Setelah dipengaruhi budaya dan populer di Amerika Utara, Halloween menjadi perayaan global dengan kostum, dekorasi, trick-or-treat, serta tema horor.
Pada 31 Oktober, seluruh dunia merayakan Halloween. Dijuluki sebagai Spooky Season, Halloween adalah hari di mana orang-orang akan menghias rumah dan berdandan dengan nuansa menyeramkan. Nah, karena suasana menyeramkannya tersebut Halloween juga erat kaitannya dengan hantu atau setan.
Banyak orang yang mengenakan kostum hantu, merilis film horor pada momen Halloween, bahkan melakukan aktivitas yang berhubungan dengan mistis. Lantas, kenapa Halloween identik dengan hantu dan bagaimana sejarahnya? Kita ulik di bawah ini, yuk!
Table of Content
1. Kenapa Halloween identik dengan hantu?

ilustrasi halloween (unsplash.com/Jonny Gios) Laman Arcadia University menjelaskan bahwa kepercayaan mengenai hantu sudah mengakar di budaya manusia sejak ribuan tahun lalu dan berhubungan erat dengan agama. Jika diulik lebih dalam, hampir semua agama memiliki kepercayaan tentang hantu, setan, atau kehidupan setelah kematian.
Untuk hubungan hantu dengan Halloween sendiri bisa ditarik dari festival kuno bernama Samhain yang diadakan oleh suku Celtic pada ribuan tahun lalu. Festival tersebut dilaksanakan pada 31 Oktober hingga 1 November, tanggal yang serupa dengan perayaan Halloween masa kini. Suku atau orang-orang Celtic merupakan masyarakat kuno yang menghuni wilayah Eropa pada era sebelum Masehi, pertama muncul dalam catatan sejarah abad ke-8 hingga 5 SM.
Masyarakat Celtic percaya bahwa pada 31 Oktober hingga 1 November batas antara makhluk hidup dan dunia kematian sangat tipis sehingga para hantu bisa datang ke Bumi dengan bebas. Mereka juga percaya adanya evil spirit atau roh jahat yang bisa mencelakai manusia.
Untuk membingungkan roh jahat, mereka kemudian memakai kostum menyeramkan. Nah, pada 31 Oktober, budaya kostum menyeramkan dan kepercayaan hantu tersebut akhirnya berkembang serta diadopsi menjadi Halloween setelah ribuan tahun lamanya.
2. Pengaruh Halloween era modern

ilustrasi halloween (unsplash.com/Clint Patterson) Halloween era ini sangat berbeda dengan perayaannya ribuan tahun lalu. Tak semena-mena perayaan untuk mengusir roh jahat, Halloween sudah berkembang menjadi event tahunan yang penuh keceriaan dan sangat dinanti oleh anak-anak.
Setelah budaya menyebar, Halloween mulai menjadi bagian perayaan. Sekitar abab ke-19 imigran dari Eropa mulai menginjakan kaki di Amerika Utara. Sejak saat itu Halloween mulai populer di Amerika Utara.
Saat perayaan Halloween, masyarakat tak hanya memakai kostum atau menghias rumah dengan tema mencekam. Ada juga tradisi bernama trick-or-treat di mana anak-anak berkostum akan mengetuk pintu rumah tetangga dan kemudian meminta permen atau makanan manis. Tradisi tersebut mulai umum dilakukan pada abad ke-20 di Amerika Serikat dan dipopulerkan oleh komunitas Skotlandia.
Meski mulai dibumbui budaya trick-or-treat, permen manis, dan keseruan anak-anak, tapi Halloween masih erat dengan nuansa menyeramkan. Pada momen Halloween banyak film, video game, dan produk pop culture yang hadir dengan nuansa mencekam. Lebih lanjut, Halloween juga tak hanya populer di Eropa dan Amerika Utara, tapi pamornya sudah meluas hampir ke seluruh dunia, termasuk beberapa negara Asia seperti Korea Selatan hingga Indonesia.
3. Kostum menjadi ciri khas Halloween

ilustrasi halloween (unsplash.com/Conner Baker) Awalnya kostum Halloween memang ditunjukan mengelabuhi roh jahat. Namun, kebiasaan tersebut berubah seiring berkembangnya zaman. Kini, kostum bertema Halloween hanya digunakan sebagai hiasan dan pemanis. Adapun kostumnya sendiri umumnya masih bertema hantu, misalnya zombie atau vampir.
Meski begitu, kostum yang lebih kids friendly mulai dikenakan oleh banyak orang. Hal tersebut berangkat dari perayaan Halloween yang sekarang sering diikuti oleh anak kecil. Banyak orang tua yang khawatir kostum menyeramkan bisa memberikan efek buruk bagi anak-anak.
Akhirnya, kostum Halloween mulai berubah menjadi karakter anime, kartun, superhero, atau hewan yang kesannya lucu hingga menggemaskan. Untuk kostum yang benar-benar menyeramkan atau berdarah-darah lebih sering dipakai oleh orang dewasa dan remaja.
Alasan kenapa Halloween identik dengan hantu berhubungan erat dengan budaya masyarakat pada masa lalu. Dari budaya tersebut, Halloween terus berkembang dan menjadi perayaan yang populer di seluruh dunia.





![[QUIZ] Apakah Tekanan Hidup yang Paling Sering Kamu Abaikan tapi Selalu Jadi Beban?](https://image.idntimes.com/post/20250321/1000075049-99a83272f9010317982b89aac9ec1a00-128b9f66d7b56bb6f7bbdc090f757083.jpg)






![[QUIZ] Pilih Cermin yang Paling Menarik, Ini Kebohongan Kecil yang Sering Kamu Percayai tentang Diri Sendiri](https://image.idntimes.com/post/20250126/pexels-photo-211024-1e25446658b950fc41902308955be88a-2f1f171f30ee78d77b6e7c01a723d5d1.jpeg)






![[QUIZ] Apakah Kamu sedang Memanipulasi Pikiran Sendiri?](https://image.idntimes.com/post/20241117/1000168476-3159a2704e4b6062c72c7e3be406df32-b6ffdaba385a86c64c94e08ef104e65b.jpg)


![[QUIZ] Apakah Kebutuhan Emosional yang Sering Terabaikan tapi Berdampak Besar pada Hidupmu?](https://image.idntimes.com/post/20230504/pexels-pixabay-247314-ddb636fe8391af96f297e796f2b8815c.jpg)