Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Post Mudik Blues, Kenapa Kita Merasa Hampa setelah Lebaran?

Post Mudik Blues, Kenapa Kita Merasa Hampa setelah Lebaran?
ilustrasi mudik Lebaran (pexels.com/RDNE Stock project)

Mudik menjadi rutinitas yang masih banyak dilakoni oleh masyarakat Indonesia menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kembali ke kampung halaman, berkumpul dengan keluarga sambil merayakan Lebaran, menjadi rutinitas yang istimewa. Sayangnya, ketika mudik usai dan kita harus kembali ke rutinitas harian, justru muncul perasaan hampa.

Suasana hangat penuh kebersamaan dengan keluarga harus kembali ke aktivitas sehari-hari. Perubahan ini membuat sebagian orang merasa sedih, hampa, dan kehilangan momen indah yang baru dilewati. Mengapa perasaan hampa, kosong, dan sedih bisa muncul setelah Lebaran usai? Temukan jawabannya dalam artikel ini!

1. Post holiday blues setelah mudik berakhir

ilustrasi mudik (pexels.com/ cottonbro studio)
ilustrasi mudik (pexels.com/ cottonbro studio)

Mudik seperti halnya liburan, membawa berbagai lonjakan emosi yang intens, dari rasa gembira hingga kelelahan. Ketika mudik berakhir dan mengharuskan kita untuk kembali ke rutinitas harian, suasana hati yang muncul adalah low mood atau umumnya disebut post holiday blues.

Post holiday blues muncul setelah berbagai perayaan, selebrasi, socializing, dan kegiatan dengan pace yang cepat mendadak harus berakhir. Rasa bahagia, excited, berubah menjadi stres dan kelelahan. Fase ini terjadi karena kamu tengah bertransformasi dari pace liburan yang cepat dan menyenangkan, kembali ke rutinitas harian yang berulang. Untuk itu, diperlukan langkah proactive dalam menangani isu post holiday blues, termasuk setelah pulang mudik.

Menurut psikolog dan dosen Universitas IPB di Fakultas Ekologi Manusia, Nur Islamiah, MPsi, PhD, kondisi depresi pasca liburan muncul karena berbagai tekanan emosional seperti rasa sedih dan hampa setelah liburan berakhir. Dalam laman resmi IPB University, Nur Islamiah mencatat kondisi ini berkembang ditandai dengan hilangnya motivasi dan minat pada rutinitas harian, kesulitan konsentrasi, kecemasan, gangguan tidur hingga rasa putus asa.

2. Pemicu rasa hampa setelah mudik, perubahan ritme dan emosi

ilustrasi mudik (vecteezy.com/11445095456274267)
ilustrasi mudik (vecteezy.com/11445095456274267)

Stephanie A. Sarkis Ph.D, Clinical Specialist in Child and Adolescent Counseling dalam Psychology Today menyebut post holiday blues terjadi karena beberapa hal. Di antaranya emosi yang naik-turun karena liburan berakhir, kamu mengalami masalah keuangan akibat liburan tersebut, misalnya budget-mu habis. Selain itu, kamu juga merasa ada beberapa harapan ketika berlibur yang tidak terpenuhi, dan kelelahan setelah merencanakan liburan.

Stephanie A. Sarkis juga menegaskan bahwa post-holiday blues cenderung terjadi karena perubahan ritme aktivitas setelah liburan. Sebelumnya, seseorang memiliki jadwal yang padat dengan berbagai acara sosial, namun setelah liburan berakhir harus kembali pada rutinitas harian yang terasa lebih monoton.

Saat berlibur atau mudik, waktu banyak dihabiskan bersama keluarga, sementara ketika kembali ke aktivitas harian, interaksi tersebut menjadi lebih terbatas. Selain itu, banyaknya kenangan yang tercipta selama liburan juga dapat menimbulkan rasa kehilangan ketika momen tersebut telah berlalu.

Jika berkaca pada beberapa pemicu post holiday blues, kamu mungkin dapat menganalisa apa penyebab perasaan ini muncul setelah mudik. Sebab tak mengherankan jika kamu mengalami perasaan semacam itu begitu kembali dari kampung halaman.

3. Lakukan aktivitas ini setelah mudik agar rasa hampa terobati

ilustrasi mudik bersama anak kecil (freepik.com/pressfoto)
ilustrasi mudik bersama anak kecil (freepik.com/pressfoto)

Mengurangi dampak post holiday blues atau perasaan hampa sepulang mudik dapat dilakukan dengan melakukan hal-hal kecil. Mengutip dari laman Psychology Today, Polly Campbell, penulis buku self development menyarankan langkah pertama yang bisa dilakukan adalah kamu bisa melihat foto atau kenangan yang menyenangkan selama liburan dengan perasaan penuh rasa syukur.

Ketika kembali dari kampung halaman, cobalah untuk merencanakan sesuatu yang menyenangkan. Misalnya membuat jadwal untuk bertemu teman atau melakukan kegiatan favorit. Selain itu, bersikaplah lebih lembut pada diri sendiri dengan menyadari bahwa perasaan ini hanya sementara. Momen ini juga bisa dimanfaatkan sebagai motivasi untuk mulai merencanakan liburan berikutnya.

Terakhir, liburan menjadi refleksi diri, oleh karenanya kamu dapat mengidentifikasi perubahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya ketika liburan kamu banyak menghabiskan waktu untuk beristirahat atau bersantai, maka kamu bisa mulai untuk memprioritaskan waktu tidur ketika di rumah. Perlu banyak penyesuaian sepulang dari mudik, akan tetapi hal ini bisa membawa perubahan positif pada dirimu.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us