Dulu membeli barang baru sering dianggap sebagai bentuk pencapaian. Punya ponsel terbaru, pakaian bermerek, kendaraan, atau perabot rumah yang bagus bisa memberikan rasa puas sekaligus menjadi simbol keberhasilan. Namun, sekarang semakin banyak orang justru rela mengeluarkan uang untuk konser, traveling, kulineran, mengikuti kelas, mencoba aktivitas baru, atau sekadar menghabiskan waktu berkualitas bersama orang terdekat.
Perubahan ini bukan berarti barang sudah tidak penting. Kebutuhan terhadap pakaian, perangkat elektronik, rumah, dan berbagai benda tetap ada. Lalu kenapa orang lebih suka pengalaman daripada membeli barang?
