Sport massage sejatinya menjadi cara untuk memulihkan performa fisik justru berubah menjadi pengalaman yang meninggalkan rasa takut dan tidak nyaman. Seorang pelari perempuan akhirnya memberanikan diri membagikan pengalamannya di Threads, ketika ia diduga mengalami pelecehan seksual saat melakukan sport massage pada Minggu (18/10/2026) di area kawasan Gelora Bung Karno (GBK).
Terapis diduga memijat dan menyentuh bagian yang tidak seharusnya disentuh. Meskipun sempat merasakan kejanggalan, korban berpikir positif dan merasa bahwa perilaku tersebut adalah bagian dari treatment. Sempat diam, korban akhirnya memilih untuk speak up setelah kejadian tersebut berlaku. Kisah ini pun kemudian mendapatkan banyak respons dari warganet.
Nyatanya, tak sedikit perempuan yang mengalami kisah serupa. Selain fisik, komentar-komentar di utas Threads tersebut menunjukkan bahwa ada pula perempuan-perempuan yang mengalami pelecehan secara verbal. Fenomena ini menunjukkan bagaimana pelecehan seksual masih sering terjadi di setiap kalangan. Namun pertanyaannya, mengapa perempuan merasa begitu sulit untuk speak up setelah mengalami pelecehan seksual?