Di tengah budaya kerja yang serba cepat, muncul kembali ungkapan ‘kerja untuk hidup, bukan hidup untuk kerja.’ Kalimat sederhana ini ramai dibahas di media sosial, podcast, hingga ruang diskusi profesional karena dianggap mewakili keresahan banyak orang yang merasa hidupnya hanya berputar di antara target, rapat, dan tenggat waktu.
Pertanyaannya, apakah filosofi tersebut masih relevan di era modern yang penuh persaingan? Simak ulasannya di bawah ini!
