Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kiat Biar Hidupmu Gak Lagi Ribet, Dibikin Simpel Aja!

5 Kiat Biar Hidupmu Gak Lagi Ribet, Dibikin Simpel Aja!
Pexels.com/john-rae-cayabyab-1570188

Pernahkah ada yang bilang kamu itu orangnya ribet dan hidupmu dipenuhi keributan? Kalau pernah, siapa pun yang mengatakannya tentu bukan tanpa alasan, kan? Atau kamu sendiri sebenarnya juga sudah merasa gak nyaman dengan kondisi hidupmu yang seperti itu?

Bila kamu merindukan hidup yang lebih tenang biar bisa lebih berkonsentrasi pada hal-hal yang penting seperti pekerjaan, 5 kiat di bawah ini wajib segera dipraktikkan! Catat ya?

1.Gak perlu meminta persetujuan orang-orang di sekitarmu untuk setiap tindakan yang akan diambil

Pexels.com/minan1398
Pexels.com/minan1398

Saat kamu dewasa, kamu harus bisa mengambil tindakanmu sendiri. Mintalah persetujuan orang lain hanya jika suatu urusan memang terkait dengan mereka. Jangan sampai ke urusan-urusan pribadimu pun kamu meminta persetujuan orang lain.

Jangankan persetujuan, permintaan pendapat saja harus dikurangi. Kalau tidak, kamu akan sering kebingungan karena setiap orang mungkin akan memberikan pendapat yang berbeda. Nanti malah jadi tak kunjung beraksi.

2.Gak perlu mengikuti dan mengomentari semua berita terpanas

Pexels.com/mentatdgt-330508
Pexels.com/mentatdgt-330508

Perkembangan teknologi informasi tentu sangat bermanfaat. Kapan pun, kita jadi bisa terhubung dengan dunia luar. Ibaratnya, dunia benar-benar dalam genggaman. Namun ingat, tetap batasi diri dalam menerima informasi.

Jangan sampai kamu seperti kebanjiran berita yang membuatmu sulit berpikir jernih. Kamu harus berpegang pada keyakinan bahwa gak semua hal di dunia ini perlu kamu ketahui. Kalau kamu ada keperluan seperti mencari bahan untuk tulisan, bolehlah mencari tahu ada berita terpanas apa saja akhir-akhir ini.

Namun kalau sekadar menenggelamkan diri lalu terpancing buat selalu mengomentarinya bahkan terlibat perdebatan di media sosial; kamu cuma buang-buang waktu, tenaga, dan tentunya kuota.

3.Gak perlu memberitahukan rencana-rencanamu pada orang yang gak berkepentingan

Pexels.com/ketut-subiyanto
Pexels.com/ketut-subiyanto

Setiap kali kamu sudah merasa gak tahan buat menyiarkan rencana-rencanamu, tanyakan pada dirimu sendiri, “Sepenting apa sih, memberitahukannya ke orang lain?”

Jika disiarkan atau tidak disiarkan gak ada bedanya, berarti memberitahukan rencanamu ke orang lain bukanlah sesuatu yang berguna. Batalkan saja. Rencana itu cuma penting buat kamu dan tugas utamamu adalah mewujudkannya. Jangan sampai waktu terus berlalu dan rencanamu belum juga menjadi nyata.

4.Gak perlu menjelaskan alasan di balik setiap sikapmu

Pexels.com/allanfranca
Pexels.com/allanfranca

Kadang-kadang, sikapmu menuai kontroversi. Ada yang mendukungmu, ada juga yang justru menghujatmu habis-habisan. Jelas, kamu akan merasa perlu menjelaskan alasan di balik sikapmu itu. Tetapi gak perlu meladeni semuanya ya?

Kamu perlu tetap selektif pada siapa kamu memang harus menjelaskannya. Tentu hanya pada pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan sikapmu. Itu pun hanya jika mereka meminta.

Sebab sering kali, kegaduhan justru datang dari orang-orang luar yang sebenarnya gak ada hubungannya dengan sikap yang kamu ambil. Jangan sampai keributan mereka menyeretmu dan bikin hidupmu ribet. Tak jarang, menutup telinga memang perlu kok.

5.Jauhi teman bertipe penghasut

Pexels.com/d-ng-nhan-324384
Pexels.com/d-ng-nhan-324384

Di tangan penghasut, apa pun bisa berubah menjadi masalah rumit. Bahkan yang sebetulnya sama sekali bukan masalah. Teman yang seperti ini biasanya menggebu-gebu dalam memengaruhimu biar kamu merasa panas lalu meledak.

Tetapi setelah ledakan terjadi dan kamu berhadapan dengan banyak orang, adu argumen bahkan mungkin adu jotos, temanmu itu kok tiba-tiba menghilang ya? Dia adalah bentuk nyata dari peribahasa lempar batu, sembunyi tangan. Kalau sudah begini, kamu yang dikejar-kejar orang. Bukan dia.

Memang penting kok memilih siapa saja orang-orang terdekatmu. Kalau kamu ingin hidupmu gak ribet dan ribut lagi, pastikan kamu berada di tengah orang-orang yang berpikiran praktis dan berpembawaan tenang. Bagaimana, sudah siap menyeleksi ulang teman-temanmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Robertus Ari
EditorRobertus Ari
Follow Us