Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kisah Tour Guide Dynasti Ara, Menilik Jakarta dari Sudut Berbeda

Kisah Tour Guide Dynasti Ara, Menilik Jakarta dari Sudut Berbeda
Tour Guide Dynasti Ara. (dok. Dynasti Ara)
Intinya Sih
  • Dynasti Ara memulai karier sebagai pemandu wisata sejak 2011, berawal dari tur lokal di Jakarta hingga akhirnya fokus pada walking tour yang menyoroti sisi historis ibu kota.
  • Ara menghadapi tantangan pribadi sebagai introvert dengan belajar mengelola emosi dan membangun komunikasi interaktif, menjadikan storytelling sebagai kunci dalam setiap tur yang ia pandu.
  • Melalui passion-nya, Ara ingin menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah Jakarta serta mendorong mereka keluar dari zona nyaman untuk terus berkembang di dunia pariwisata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Jakarta sering digambarkan sebagai kota metropolitan yang padat, identik dengan kemacetan, serta lebih menonjolkan sisi modern berkat deretan gedung pencakar langit hingga fasilitas urban yang mutakhir. Image ini membuat Jakarta seolah minim sejarah dan kehilangan jejak masa lalunya. Padahal, Jakarta juga menawarkan sisi historis yang luar biasa, tersembunyi di balik sudut-sudut kota yang jarang tersorot.

Mengenal Jakarta tentu membutuhkan upaya yang tak instan. Menelusuri bangunan bersejarah, mengenal seluk-beluk kota yang jarang dijamah, hingga menilik jejak budaya dan kisah masa lalu yang masih hidup di tengah peradaban. Untuk mencintai Jakarta, berarti perlu mengenal berbagai sudut dari menjelajah jejak VOC di sisi utara Jakarta hingga menikmati gaya hidup masa kini di Selatan.

Perjalanan untuk mengenal lebih dalam Kota Jakarta, bisa dimulai bersama Dynasti Ara. Tour guide yang saat ini bergabung dengan Jakarta Walking Tour ini, akan membantu individu menelusuri Jakarta dari perspektif berbeda dan lebih mendalam. Tak sekadar memandu perjalanan wisata, lewat kisah yang dibagikan dan aktivitas yang interaktif, kamu bisa menikmati wajah lain Kota Jakarta yang kaya akan cerita dan jejak masa lalu. Kisah perempuan yang akrab disapa Ara sebagai tour guide, dibagikan dalam interview bersama IDN Times pada Selasa (28/4/26) secara daring.

1. Serunya menjadi tour guide, menjelajah berbagai tempat baru dengan pengalaman menyenangkan

WhatsApp Image 2026-04-28 at 15.46.25 (2).jpeg
Tour Guide Dynasti Ara. (dok. Dynasti Ara)

Perjalanan karier di dunia pariwisata sering kali berawal dari langkah kecil yang kelak menjadi fondasi untuk membangun karier di bidang tersebut. Hal ini juga dirasakan oleh Ara yang memulai kiprahnya dari bangku kuliah sebelum berkarier secara profesional sebagai pemimpin tur. Ara bercerita bagaimana ia memulai kariernya, mulai dari latar belakang pendidikan yang dilakoni hingga pengalaman pertama mengawal perjalanan.

"Jadi, kebetulan aku memang ambil sekolahnya itu adalah sekolah pariwisata. Setelah lulus sekolah 2011, itu awal aku memulai karier menjadi pemandu wisata. Dulu memang local guide. Jadi cuma sekitaran Jakarta aja dan tamu pertamaku adalah anak TK. Iya, jadi dimulai dari anak TK, lalu itu cuma keliling Jakarta aja, anak sekolah SD, SMP, sampai akhirnya mulai terus berkarier dari 2011 dan akhirnya memutuskan untuk mengambil lintas Jawa," ceritanya.

Langkah kecil bersama anak-anak menghidupkan perjalanan Ara untuk menjelajah berbagai wilayah di Indonesia hingga mancanegara. Tak puas menjadi tour guide di Jakarta, Ara melebarkan sayap ke berbagai daerah seperti Sumatera hingga Lombok menggunakan bus. Penjelajahannya mengitari tempat-tempat baru yang jauh dari rumah, ternyata membawa Ara untuk fokus kembali memandu di Jakarta

"2018 itu karier pertamaku untuk menjadi pemandu walking tour karena sebelumnya selalu jadi tour leader. Nah, dari 2018 sampai dengan hari ini, akhirnya mulai banyak yang melirik walking tour dan akhirnya sekarang gak hanya di Jakarta Good Guide, tapi beberapa provider walking tour juga sering hire aku buat jadi pemandu wisata," ujarnya.

Sempat mengalami kecelakaan di Padalarang, Ara akhirnya memutuskan untuk mengurangi intensitas bepergian menggunakan bus. Momentum ini juga yang menguatkan Ara untuk lebih fokus menjadi pemandu wisata di Jakarta. Ia memilih untuk lebih banyak menetap dan beraktivitas di Jakarta karena jika harus memandu di luar kota, ia bisa tidak pulang selama beberapa bulan.

2. Mendobrak kenyamanan, Ara pilih keluar dari comfort zone untuk melakoni passion

WhatsApp Image 2026-04-28 at 15.46.25 (3).jpeg
Tour Guide Dynasti Ara. (dok. Dynasti Ara)

Pemandu wisata tak hanya dikenal sebagai sosok yang menyampaikan informasi seputar destinasi, tempat bersejarah, atau kisah dibalik sebuah wilayah. Ia juga penting untuk membangun suasana interaktif selama perjalanan. Bagi sebagian orang, peran tersebut memiliki tantangan tersendiri karena perlu melibatkan kemampuan komunikasi, penguasaan materi, hingga kesiapan mental.

Ara mengaku, tantangan yang paling berpengaruh bukan penguasaan materi. Justru tantangan itu kerap datang dari dirinya sendiri. Mood yang kurang stabil, kondisi emosional yang tidak optimal sering kali menghadirkan dinamika tersendiri dalam pekerjaan sebagai pemandu wisata bagi Ara. Ia mengaku sebagai seorang introvert, kesulitan justru datang dari sisi komunikasi.

Ia menyampaikan, "Sebenarnya aku tuh introvert banget waktu sekolah. Aku bukan orang yang suka bergaul. Tapi karena keadaan, terus aku juga harus bekerja, akhirnya menemukan bidang pekerjaan ini, kok menarik ya? Apalagi awalnya aku bawa anak sekolah. Bawa anak-anak ternyata menyenangkan, terus coba lagi bawa orang dewasa. Ternyata, bawa orang dewasa juga menyenangkan dan bisa memutarkan tadi sifat introvert-ku menjadi lebih ekstrovert sekarang. Jadi, menurut aku, berinteraksi dengan orang baru, orang banyak, itu jadi bikin aku termotivasi sih untuk tetap di karier ini atau di bidang bawa tour ini."

Ara tak menampik terkadang kesulitan yang dihadapi berkaitan dengan suasana hati yang tengah menyelimuti. Saat memimpin tur, ada kalanya emosi tengah tak stabil, muncul rasa sedih, mungkin juga tengah mengalami duka. Namun, demi tampil profesional, ia harus berupaya membangun suasana menyenangkan.

Alih-alih berdiam diri di comfort zone, Ara mendobrak kenyamanan dengan berupaya meregulasi suasana hati sebaik mungkin. Ia mendorong diri untuk bisa mengelola energi dan menjaga emosi untuk bisa beradaptasi dengan berbagai situasi.

"Tantangan pertama sebenarnya diri sendiri. Karena untuk naikin mood, kan kita gak bisa menentukan mood kita untuk baik setiap hari. Sedangkan ketemu klien itu adalah salah satu tugas kita untuk tetap ceria. Nah, tantangan yang paling berat adalah ya tadi, diri sendiri sih," kata Ara saat ditanya tantangan selama menjadi pemandu wisata.

Sementara itu, penguasaan materi selalu dipersiapkan dengan matang. Riset mendalam sebelum menyampaikan informasi dan mempelajari teknik komunikasi yang baik untuk menyajikan materi, senantiasa dilakukannya.

"Kalau untuk materi setiap pembawaan, aku biasanya mulai untuk baca dulu sebelum bertemu sama tamu. Dan biasanya, aku riset dan juga sama temen-temen Jakarta Good Guide, kita tuh punya satu atau dua hari, biasanya kita akan komunikasi bareng untuk membahas nih materi penyampaian yang akan disampaikan ke tamu-tamu nanti," ujarnya.

3. Pemandu wisata bukan sekadar teman perjalanan, namun memandu petualangan dari masa lalu

WhatsApp Image 2026-04-28 at 15.46.25 (4).jpeg
Tour Guide Dynasti Ara. (dok. Dynasti Ara)

Perjalanan Ara sebagai perempuan dalam menyebarkan berbagai informasi menarik dan bersejarah, tergerak oleh kekuatan passion. Selaku pemandu wisata yang kini fokus untuk menggerakkan program Jakarta Walking Tour, ia mengakui pekerjaan ini memang tak banyak ditekuni oleh perempuan.

"Mungkin bagi perempuan, ini adalah suatu hal yang gak banyak ditekuni karena mungkin kalau kita perempuan melihat kerja lapangan gitu capek, panas. Tapi ternyata, passion aku di sini. Beberapa kali aku pernah coba untuk kerja kantoran itu, gak pernah berhasil dan akhirnya memutuskan untuk resign dan kembali lagi ke lapangan," ujar Ara.

Berangkat dari passion Ara untuk terus mendalami dunia wisata, ia kemudian mempelajari berbagai cara untuk menyampaikan informasi kepada para tamu. Pengalaman panjang selama beberapa tahun di lapangan, membuatnya menemukan formula agar tidak hanya fokus pada isi materi, tetapi juga cara penyampaian yang berkesan. Pendekatan storytelling menjadi bagian penting dalam prosesnya sebagai pemandu wisata.

"Aku selalu membawakan sebuah materi itu dengan cara storytelling. Jadi, sebenarnya kalau materi mungkin mudah dicari, tapi cara untuk membawakannya itu yang mesti dipelajari. Itu pasti kita butuh waktu lama karena aku juga berproses dari 2011 sampai dengan hari ini untuk menjadi yang sekarang, itu tetep harus berproses," ujarnya.

Lebih dari sekadar teknik komunikasi, elemen lain yang penting untuk menjadi seorang pemandu wisata adalah memiliki rasa percaya diri. Memiliki narasi yang baik dalam menyampaikan suatu informasi, tak cukup untuk bisa mengena di hati tamu. Ia perlu menghidupkan suasana, membuat suatu tempat menjadi punya makna.

Saat ditanya keterampilan apa yang harus dimiliki untuk menjadi tour guide, Ara menyampaikan, "Untuk menjadi pemandu wisata, seseorang tuh harus memiliki rasa percaya diri. Kalau menurut aku, percaya diri itu nomor satu. Setelah itu, baru gimana cara berkomunikasi secara baik dan benar. Kita bukan ngomongin kosakata, tapi cara berkomunikasi bahwa kita ini seorang pemandu berarti komunikasinya dua arah."

"Lalu kalau sekarang, aku merasa storytelling penting sih untuk seorang pemandu, punya basic bagaimana cara ber-storytelling. Ketika ber-storytelling dengan ketika dia menjelaskan seperti lagi teaching, itu beda banget rasanya ketika mereka punya ilmu storytelling itu," tambahnya.

Ara menekankan bahwa kemampuan komunikasi, khususnya melalui teknik storytelling, dapat menciptakan suasana yang lebih hidup dan membuat perjalanan wisata terasa jauh lebih atraktif. Selain itu, aspek lain seperti etika, termasuk cara berpakaian, juga menjadi bagian penting yang dapat dipelajari dan disempurnakan seiring berjalannya waktu.

4. Mencintai Jakarta dengan sudut pandang yang berbeda

WhatsApp Image 2026-04-28 at 15.48.25.jpeg
Tour Guide Dynasti Ara. (dok. Dynasti Ara)

Jakarta mungkin dikenal sebagai ibu kota yang padat, penuh hiruk-pikuk, dan kompleks. Namun bagi Ara, Jakarta menjadi rumah, ruang yang penuh cerita dan membentuk identitas dirinya. Dari banyaknya tempat yang pernah dikunjungi, Jakarta adalah kota paling berkesan untuknya.

"Kalau tempat yang berkesan pastinya di Jakarta, nomor satu. Jakarta itu menjadi tempat yang berkesan lagi-lagi karena mengenal kota sendiri, akhirnya termotivasi untuk lebih mengenalnya lagi. Jadi mau cari tahu nih tentang kemerdekaan Indonesia, mau cari tahu peristiwa apa yang pernah terjadi di Kota Tua. Itu motivasinya dari Jakarta sih yang membuat aku menabung, pokoknya harus cari di mana pun informasi tentang Indonesia, tentang Jakarta walaupun itu harus ke luar negeri. Jadi, menurut aku, Jakarta adalah kota yang dengan sebanyak ceritanya ini, tapi membuat aku lebih terkesan," ungkapnya.

Untuk menikmati keindahan Kota Jakarta, Ara menyarankan untuk memulai penjelajahan sejarah dari bagian utara, tepatnya di Pelabuhan Sunda Kelapa. Bukan tanpa sebab, pelabuhan tersebut justru menjadi lokasi yang membawa banyak perubahan bagi Batavia hingga kini menjadi Jakarta.

"Aku selalu kasih suggest ke orang-orang, khususnya turis mancanegara, kalau mau dan mencintai sejarah tentang Jakarta, pastinya datang dulu ke Pelabuhan Sunda Kelapa," katanya menerangkan cara memulai perjalanan yang menarik untuk menilik sejarah di Jakarta.

Ia melanjutkan, "Sebagai pelabuhan awal, adanya Jakarta ya dimulai dari Sunda Kelapa. Dari situ, bolehlah kita main ke Kota Tua untuk melihat bangunan yang pernah dibangun sama VOC dan pemerintah Belanda. Lalu, jalan lagi perkembangannya ke arah Monas. Ini lho yang diperjuangkan sama orang-orang kita ketika menjelang kemerdekaan sampai dengan kemerdekaan, kita punya landmark Monas."

Setelah menilik berbagai lokasi bersejarah dari bagian utara hingga ke Jakarta Pusat, petualangan untuk menjelajah Jakarta bisa dilanjutkan ke area SCBD sebagai sentral bisnis dan perekonomian, dan berakhir di Blok M, area yang kini banyak diminati oleh kawula muda.

"Maju lagi nanti ke arah Selatan, ini lho Sudirman dan wilayah SCBD. Tanpa mereka, perekonomian di Jakarta gak akan berputar. Pojoknya ya Blok M dan Kemang. Ini lho areanya kalau kamu mau cari hiburan di Jakarta, mau cari makanan di Jakarta, atau kamu mau cari tempat tinggal yang memang berdekatan dengan orang-orang asing dan ekspatriat tinggal, ya di sini, lho di Selatan Jakarta. Jadi, aku selalu memulai dari Utara ke arah Selatan sesuai dengan perkembangan kota," tuturnya.

Menariknya, ketertarikan anak muda akan sejarah Jakarta tumbuh semakin tinggi. Ara melihat tren positif di kalangan anak muda yang semakin sadar untuk mempelajari kisah bersejarah di balik setiap tempat semakin meningkat.

Bicara soal awareness di kalangan anak muda, Ara menerangkan, "Jadi, anak-anak yang sekarang, mereka lebih aware sih akan sejarah dan aku suka itu karena lagi-lagi ini adalah cara kita bagaimana menyampaikannya biar mereka lebih excited dan ternyata berhasil, jadi banyak yang suka. Berarti mereka juga berupaya untuk menyukai Jakarta dengan cara yang lain gitu."

5. Ara: Jangan berhenti sampai titik nyamanmu!

Kota Jakarta
ilustrasi jakarta (unsplash.com/madebyekhrwntro)

Hobi yang dibayar, mungkin itulah sebutan yang tepat untuk menggambarkan perjalanan Ara. Profesi yang dilakoninya tak sekadar mendatangkan pengetahuan baru, namun juga mengantarkan pada berbagai pengalaman berkesan. Meski tour guide berkaitan erat dengan penjelajahan ke tempat baru, namun yang membuat Ara nyaman adalah pertemuannya dengan orang baru.

"Dengan menjadi pemandu wisata, aku bisa bertemu sama orang-orang yang aku idolakan. Aku tidak pernah menyangka akan ketemu orang ini, tapi ternyata dengan aku menjadi pemandu, saat itu aku jadi pemandu orang itu. Jadi, menurut aku tuh kayak, wow ternyata dengan pekerjaan aku yang sekarang, semua apa yang pernah aku mimpikan tuh, bisa tercapai," ia melanjutkan. Kenangan itulah yang menguatkan keinginannya untuk tetap menjalani profesi tersebut.

Pengalaman-pengalaman berharga yang ia dapatkan selama menjadi pemandu wisata, tidak hanya memberi kepuasan pribadi, tetapi juga membentuk cara pandangnya terhadap karier yang dijalani. Setelah melakoni peran sebagai tour guide selama lebih dari satu dekade, Ara berharap ada lebih banyak orang dapat mengikuti jejaknya.

Ia ingin generasi berikutnya dapat melakoni profesi yang sama sebagai pemandu wisata. Tujuannya supaya masyarakat dapat menikmati perjalanan tanpa mengabaikan makna dan peristiwa yang tersimpan di balik suatu tempat. Sebab, di situlah peran seorang pemandu wisata menjadi begitu berarti.

"Tujuanku sekarang, aku senang menyampaikan apa yang selalu aku kasih ketika lagi guiding, tapi aku juga sambil mencari regenerasi aku. Mungkin aku juga gak akan di sini terus, mungkin aku juga gak akan di karier ini terus, tapi aku pengen punya 'aku-aku' yang lain yang ada di titik sama kayak aku sekarang," ujarnya.

Keinginan Ara untuk terus berkembang, tak berhenti pada dirinya sendiri. Ia mulai memikirkan keberlanjutan, bagaimana pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya bisa diteruskan kepada generasi berikutnya.

Ara berpesan untuk generasi muda, "Kalau aku cuma berpesan jangan berhenti sampai titik nyamanmu. Kadang untuk mencapai sesuatu, hal yang baru, kamu harus keluar dari titik nyaman. Mungkin titik nyaman berikutnya tertutupi sama titik yang tidak nyaman. Jadi, jalani terus sampai kamu menemukan titik tidak nyaman, tapi percaya akan ada titik sangat nyaman lagi di depanmu. Jangan berhenti."

Kisah Ara dan passion yang menggerakkan dirinya, menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus bergerak maju. Memulai karier dengan jatuh cinta pada peran yang tengah dilakoni, mendalami dengan penuh ketulusan, dan menyebarkannya menjadi kebaikan pada lebih banyak orang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriyanti Revitasari
EditorFebriyanti Revitasari
Follow Us

Related Articles

See More