"Aku share di YouTube dan Instagram, cuman kayak share hasil-hasil aku aja, tapi ternyata ramai, viral, sampai akhirnya banyak yang order. Brand juga mulai ajak collab. Semenjak itu, jadi jalan ngelukis sepatu terus. Sampai akhirnya aku lulus kuliah juga, ya udah ngelukis," katanya.
Debby Vania, dari Hobi sampai Jadi Fashion Custom Painter Steve Aoki

- Debby Vania memulai karier sebagai custom painter dari hobi menggambar dan mengoleksi sepatu saat pandemik, hingga karyanya viral dan menarik perhatian banyak brand.
- Ia mendirikan Dbay Studio pada 2021 untuk menampung pesanan yang terus meningkat, serta membangun Dozokip sebagai ruang eksplorasi kreatif yang lebih personal.
- Pertemuannya dengan Steve Aoki di Singapura membuka jalan bagi kolaborasi internasional, menjadikannya satu-satunya seniman Indonesia di tim eksklusif Aoki 1of1.
Jakarta, IDN Times - Di Indonesia, custom painter masih jadi profesi yang asing di telinga banyak orang. Berbeda dengan pelukis kanvas atau muralis yang sudah lebih dikenal luas. Custom painter bekerja di atas permukaan yang jauh lebih personal, mulai dari sepatu, jaket, tas, hingga fashion items lainnya. Di tengah sedikitnya nama yang bergerak di bidang ini, Debby Vania hadir sebagai salah satu yang paling menonjol di bidang ini.
Perjalanan Debby tak dimulai dari rencana besar atau ambisi yang sudah tersusun rapi. Semuanya berawal dari dua hal sederhana yang ia sukai sejak kecil, yakni menggambar dan mengoleksi sepatu. Di masa pandemik, saat dunia sedang belajar bertahan, Debby justru menemukan jalannya. Ia mulai melukis sepatu-sepatunya sendiri, membagikannya di media sosial tanpa ekspektasi muluk. Tanpa ia duga, dunia merespons dengan antusias.
Kini, beberapa tahun setelah itu semua dimulai, Debby bukan hanya mengelola studionya sendiri. Ia juga menjadi bagian dari tim Aoki 1of1, melukis pakaian panggung milik DJ dan produser musik kelas dunia, Steve Aoki. Pada Jumat (24/4/2026), IDN Times berkesempatan mewawancarai Debby secara daring. Ia bercerita tentang perjalanannya sebagai custom painter hingga bagaimana sebuah keputusan iseng mengantarkannya ke panggung internasional.
1. Berawal dari hobi sederhana yang semakin tumbuh di masa pandemik

Bagi Debby, melukis bukan sesuatu yang tiba-tiba ia temukan di satu titik tertentu dalam hidupnya. Kecintaannya pada gambar dan sepatu sudah ada sejak kecil. Dua hal yang tumbuh berdampingan itu, tanpa ia sadari akan menyatu menjadi sebuah profesi. Ia kerap ikut lomba menggambar, mengoleksi sneakers, dan menikmati keduanya sebagai bagian dari keseharian yang menyenangkan.
Titik baliknya datang di masa pandemik 2020 lalu, ketika Debby sedang mengerjakan skripsi dan aktivitas di luar rumah nyaris terhenti total. Di tengah kebosanan itu, ia kembali melirik sepatu-sepatunya yang lama dan mulai melukisnya, yang awalnya hanya untuk dirinya sendiri. Ia membagikan hasilnya di YouTube dan Instagram tanpa ekspektasi besar, sampai tiba-tiba kontennya viral dan pesanan mulai berdatangan dari berbagai penjuru.
2. Melanjutkan langkahnya dengan membangun Dbay Studio dari nol

Ketika pesanan mulai berdatangan, Debby sempat menolak banyak permintaan. Bukan karena gak mau, tapi karena ia merasa belum siap menjadikannya sebuah bisnis. Ia masih ingin berkarya untuk dirinya sendiri, tanpa tekanan target atau tenggat waktu. Namun seiring waktu, pesanan terus bertambah dan ia mulai menyadari bahwa terlalu sayang untuk terus-terusan ditolak begitu saja.
Keputusan besar itu akhirnya datang ketika sebuah brand sepatu lokal mengajaknya berkolaborasi. Dari situlah, Debby memutuskan untuk membangun tim dan studionya sendiri. Ia juga menyebutkan bahwa latar belakangnya sebagai lulusan arsitektur, membuatnya bisa merancang dan membangun studionya sendiri. Dbay Studio resmi berdiri pada Juni 2021, tepat di tengah gelombang COVID yang sedang parah.
"Waktu itu, ada brand lokal sepatu yang ngajak collab lagi, waktu itu 200 pasang. Akhirnya, aku mutusin untuk harus bikin studio dan tim. Kebetulan di sebelah rumah, ada tempat kosong dan aku juga arsitek kan, jadi bisa bangun sendiri. Banyak challenge-nya sih sebenarnya karena waktu itu lagi COVID yang parah, tahun-tahun 2021 itu. Jadi, kita juga kerjanya susah. Aku sering kayak misalnya masuk, udah gitu nanti libur lagi, masuk, libur, tergantung kondisi situasinya waktu itu," lanjut Debby.
Selain itu, Debby juga membangun Dozokip sebagai platform berkarya yang lebih personal. Berbeda dengan Dbay Studio yang kini sudah berjalan di ranah profesional, Dozokip dibangun sebagai wahana berkarya yang lebih personalized. Di sini, Debby lebih banyak re-imagined Pokémon sebagai salah satu franchise favoritnya.
3. Momen kali pertama Debby bertemu Steve Aoki

Kalau ada satu momen dalam perjalanan Debby yang terasa seperti skenario film, itu adalah pertemuannya dengan Steve Aoki di Marina Bay Sands, Singapura, pada Desember 2023. Debby sedang ikut pameran seni di sana, menjaga booth di tengah ratusan peserta lain. Di antara keramaian itu, tiba-tiba ada kerumunan yang bergerak ke arahnya dan di sanalah ia melihat Steve Aoki berjalan mendekat.
Debby tidak tinggal diam. Ia tahu Steve dikenal sebagai kolektor dan penggemar berat dunia anime dan Pokémon.Kebetulan di booth-nya saat itu, terpajang sepatu Charizard, salah satu karya terbaiknya. Tanpa pikir panjang, ia mengangkat sepatu itu untuk menarik perhatian Steve.
"Nah dari situ, ternyata beneran nyangkut tuh si Steve ke booth aku. Dia suka banget sama karya-karya aku. Itu benar-benar mukjizat sih, soalnya event-nya gede banget, booth yang ikutan itu kayak ada ratusan, dan Steve itu cuman datang di lantai booth aku doang. Setelah dari booth aku tuh, dia udahan, keluar. Jadi itu benar-benar sangat kebetulan," tambahnya.
4. Bergabung dalam tim Aoki 1 of 1

Setelah pertemuan di Singapura, komunikasi antara Debby dan Aoki terus berjalan. Sekitar April 2024, Aoki mulai mengirimkan barang-barangnya untuk dilukis. Bisa dikatakan, kolaborasi itu resmi dimulai. Debby bergabung dalam tim Aoki 1of1, sebuah lingkaran kecil seniman di seluruh dunia yang dipercaya untuk mengerjakan pakaian dan aksesori panggung Steve Aoki secara eksklusif.
Hal yang membuat posisi Debby istimewa bukan hanya fakta bahwa ia satu-satunya anggota dari Indonesia, tapi juga bagaimana kepercayaan Steve tumbuh begitu cepat sejak karya pertamanya tiba. Setelah sepatu pertama yang Debby kerjakan diterima dengan antusias, Steve nyaris tidak pernah lagi banyak memberi arahan. Hingga kini, sudah lebih dari 100 barang yang Debby kerjakan untuk Steve dan semuanya hadir dengan visual yang berbeda meski bertema sama.
"Semenjak sepatu yang pertama itu, dia suka dan cocok banget. Sampai sekarang, dia benar-benar udah gak pernah banyak komen lah. Dia udah benar-benar terserah karena udah percaya banget sama aku. Jadi, udah gak pernah lihat lagi desainnya. Dia cuma terima jadi. Kalau misalnya lihat di Instagram Steve, mostly barang-barang yang dia pakai tuh aku yang buat. Itu benar-benar berarti banget buat aku."
5. Tantangan Debby di balik kuas

Di balik karya-karya yang terlihat memukau di layar, ada tekanan yang gak sedikit yang harus Debby hadapi setiap kali ia memegang kuas. Custom painting bukan seperti melukis di atas kanvas atau kertas yang bisa diulang jika salah. Karena sekali cat menyentuh permukaan, tak ada jalan kembali. Ketika permukaan itu adalah sepatu Hermes atau jaket branded senilai puluhan juta rupiah milik Steve Aoki, tekanan itu berlipat ganda.
Tantangan lain datang dari sisi kreatif. Mengerjakan lebih dari 100 barang dengan satu tema yang sama, yaitu HiROQUEST (IP character Steve Aoki), tanpa ada satu pun yang terlihat mirip satu sama lain, adalah ujian kreativitas yang sesungguhnya. Debby harus terus memutar otak, mencari sudut pandang baru, eksperimen dengan style yang berbeda sambil tetap menjaga esensi tema yang diminta. Di sinilah, ia merasa kreativitasnya benar-benar diuji dan tumbuh paling pesat.
"Aku pengen Steve tuh pas lagi nerima barangnya, tetap ada excitement buat dia. Kayak, ‘Wah ini keren, ini style-nya baru lagi, beda lagi!’ meskipun sama-sama HiROQUEST lagi, HiROQUEST lagi. Aku benar-benar muter otak banget buat ngedesain itu, gimana caranya 100 barang itu temanya sama, tapi semuanya beda style-nya. Dan untungnya sampai sekarang, itu masih benar-benar tercapai. Dari situ, aku merasa kreativitas aku diuji banget dan benar-benar aku merasa sampai sekarang, aku jauh lebih kreatif dibanding dulu waktu awal mulai," ujarnya.
Menjadi perempuan di industri ini pun sempat menjadi pertanyaan tersendiri bagi banyak orang yang pertama kali melihat karyanya. Bukan dalam artian diremehkan, justru sebaliknya. Banyak yang takjub, bahkan tak percaya bahwa karya sedetail dan sekompleks itu lahir dari tangan seorang perempuan. Reaksi itulah yang tanpa disengaja justru mempercepat nama Debby dikenal luas di industri ini.
6. Pesan dari Debby: mulai aja dulu!

Setelah semua yang ia lalui, dari melukis sepatu sendiri di kamar saat pandemik, membangun studio di tengah keterbatasan, hingga menjadi bagian dari tim seniman kepercayaan Steve Aoki, Debby tetap memegang satu prinsip yang ia yakini sejak awal. Bahwa perjalanan sepanjang apapun selalu dimulai dari satu langkah pertama yang sederhana, yaitu keberanian untuk memulai.
Bagi Debby, salah satu hambatan terbesar yang sering ia lihat pada sesama seniman bukan soal kurangnya bakat atau kemampuan, melainkan kebiasaan membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Kebiasaan itu, menurutnya, adalah yang paling sering membuat seseorang tak pernah benar-benar melangkah. Ia percaya bahwa setiap karya punya nilainya sendiri dan seorang seniman hanya bisa berkembang ketika ia cukup berani untuk bangga dengan hasil karyanya sendiri.
"Yang penting itu mulai aja dulu. Jangan bandingin sama orang lain, udah kita fokus aja sama kita sendiri. Karena kalau misalnya orang suka bandingin, jadinya kayak, ‘Ah, punya aku jelek nih, udahan deh gak jadi deh di-posting.’ Akhirnya gak maju-maju dan gak mulai-mulai. Kita sebagai artisan itu benar-benar yang dilihat hasil banget dan artisan itu di seluruh dunia ada banyak banget. Apalagi udah ada AI dan sebagainya. Jadi, pasti akan dibanding-bandingin terus. Nah, itu benar-benar negatif banget buat pikiran, buat mood. Makanya, aku selalu merasa aku udah ngelakuin yang terbaik, ya aku senang, aku bangga dengan hasil akhirnya," ucap Debby.
Perjalanan Debby adalah bukti nyata dari nilai hidup yang ia pegang. Ia tidak menunggu kondisi sempurna dan tak membiarkan perbandingan dengan orang lain menghentikan langkahnya. Ia cukup take a small step, konsisten, dan percaya pada prosesnya sendiri. Dari satu keputusan sederhana untuk iseng mencoba itulah, Debby Vania kini berdiri di panggung yang bahkan ia sendiri mungkin belum bayangkan beberapa tahun lalu.




![[QUIZ] Pilih Cikgu Favorit di Upin Ipin, Kami Tebak Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega!](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_aba6f1cccbe5359e8509f4c843e1a9e5_1d8619da-514e-4525-9c5b-15d9796b41a5.png)





![[QUIZ] Ini Keberuntunganmu di Bulan Mei, Cek Zodiakmu Sekarang!](https://image.idntimes.com/post/20260418/1000016409_e6bbeda9-3d14-46f1-8e0c-ac83c4e1f86d.jpg)
![[QUIZ] Cek Zodiak di Bulan Mei: Hoki atau Sial, Penasaran?](https://image.idntimes.com/post/20260129/pexels-tima-miroshnichenko-7567565_c14cb80a-79ae-4809-b02f-de4b20267d0b.jpg)
![[QUIZ] Dari Karakter Upin & Ipin, Kamu Dog Person atau Cat Person?](https://image.idntimes.com/post/20260219/upload_6c0915d1b21e570b374b70f2000e098f_d2cc5b96-6f0c-4380-b67e-c891af1c1d7f.jpg)
![[QUIZ] Seberapa Pintar Kamu Kalau Ada di Geng Upin & Ipin?](https://image.idntimes.com/post/20260227/whatsapp-image-2026-02-27-at-07_511e43a3-c969-41d1-a29a-12bbed4ec74f.jpeg)

![[QUIZ] Prediksi Mood dari Stiker WA, Cobain Deh!](https://image.idntimes.com/post/20251120/upload_2cd4c7e494392012a755befd39fc4b99_a05446ff-c8f1-469b-bee0-420e8fff1768.jpg)
![[QUIZ] Tebak Karakter dari Wallpaper Handphone](https://image.idntimes.com/post/20260328/1000213328_b41eec6c-f289-4931-aae8-66998307005c.jpg)

