5 Cara Menghadapi Work Anxiety Saat Melihat Jadwal Meeting yang Padat

Pernah buka kalender kerja di pagi hari, lalu langsung merasa dada sesak karena meeting berjejer tanpa jeda? Baru jam sembilan, tapi undangan rapat sudah memenuhi layar dari pagi sampai sore. Belum sempat mulai kerja, energi mentalmu sudah terkuras duluan. Inilah bentuk work anxiety yang sering dialami banyak pekerja kantoran.
Cemas melihat jadwal meeting padat bukan tanda kamu lemah atau gak profesional. Itu reaksi wajar saat otak merasa kehilangan kontrol atas waktu dan fokus kerja. Kalau dibiarkan, kecemasan ini bisa berdampak ke performa dan kesehatan mental kantor. Yuk simak lima cara menghadapi work anxiety saat jadwal meeting terasa terlalu penuh.
1. Berhenti menganggap semua meeting itu darurat

Tidak semua meeting punya tingkat urgensi yang sama, meski judulnya terdengar penting. Banyak orang langsung tegang karena merasa semua rapat harus dihadiri dengan energi penuh. Padahal, ada meeting yang sifatnya update singkat atau sekadar formalitas. Menyadari hal ini bisa langsung menurunkan level cemas.
Coba lihat agenda meeting secara lebih realistis. Tanyakan pada diri sendiri, apakah kamu benar-benar perlu aktif bicara atau cukup mendengarkan. Dengan mengubah sudut pandang, beban mental terasa lebih ringan. Kamu jadi lebih tenang menghadapi hari yang padat rapat.
2. Siapkan energi, bukan perfeksionisme

Work anxiety sering muncul karena kamu merasa harus selalu tampil maksimal di setiap meeting. Ingin jawaban selalu siap, ide selalu tajam, dan ekspresi selalu terlihat fokus. Ekspektasi ini justru bikin kamu kelelahan sebelum rapat dimulai. Padahal, gak semua meeting menuntut performa 100 persen.
Fokuslah pada kesiapan yang cukup, bukan sempurna. Baca poin penting saja, catat hal yang perlu disampaikan, lalu berhenti overthinking. Energi mentalmu jadi lebih terjaga sepanjang hari. Cara ini efektif untuk atasi cemas kerja tanpa mengorbankan profesionalitas.
3. Beri jeda kecil di antara meeting

Meeting yang berurutan tanpa jeda sering bikin kepala terasa penuh. Kamu pindah dari satu topik ke topik lain tanpa waktu mencerna. Otak butuh transisi, meski hanya lima menit. Tanpa jeda, rasa cemas mudah menumpuk.
Gunakan waktu singkat itu untuk tarik napas, minum air, atau berdiri sebentar. Jangan langsung membuka chat kerja atau email lain. Jeda kecil membantu pikiran lebih stabil dan fokus. Ini langkah sederhana tapi berdampak besar bagi kesehatan mental kantor.
4. Ubah mindset dari “terjebak” menjadi “terkendali”

Melihat jadwal meeting padat sering membuatmu merasa tidak punya kendali atas hari sendiri. Perasaan terjebak inilah yang memicu kecemasan. Padahal, kamu tetap punya pilihan dalam merespons situasi. Mindset ini penting untuk menurunkan tekanan emosional.
Coba ubah cara berpikir menjadi lebih aktif. Alih-alih merasa diseret oleh jadwal, anggap meeting sebagai bagian dari ritme kerja hari itu. Kamu tetap bisa mengatur energi dan fokus di sela-selanya. Rasa cemas pun perlahan berkurang.
5. Evaluasi meeting yang benar-benar efektif

Work anxiety juga bisa jadi sinyal bahwa sistem kerjamu perlu dievaluasi. Terlalu banyak meeting sering kali tidak sebanding dengan hasilnya. Diskusi berulang, keputusan tidak jelas, atau rapat yang seharusnya bisa jadi email. Semua itu menguras mental tanpa disadari.
Kalau memungkinkan, ajukan opsi meeting yang lebih efektif. Minta agenda yang jelas atau durasi yang lebih singkat. Ini bukan sikap menolak kerja, tapi bentuk kepedulian pada kualitas kerja. Meeting efektif membantu menjaga fokus dan kesehatan mental jangka panjang.
Menghadapi work anxiety saat jadwal meeting padat bukan soal menghilangkan rapat sepenuhnya. Yang lebih penting adalah cara kamu merespons dan mengelola tekanan di dalamnya. Dengan pendekatan yang lebih sadar, hari kerja terasa lebih terkendali. Yuk, rawat kesehatan mental kantor dengan langkah kecil yang realistis dan manusiawi.


















