Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengenal Istilah Lazy Ambitious dan Cara Mengatasinya

Mengenal Istilah Lazy Ambitious dan Cara Mengatasinya
Seorang pria yang sedang mengalami lazy ambitious (pexel.com/TimaMiroshnichenko)
Intinya Sih
  • Lazy ambitious adalah istilah populer, bukan istilah psikologi resmi, untuk menggambarkan ambisi besar yang terhambat tindakan nyata akibat menunda, takut gagal, ditolak, atau hasil tidak sesuai harapan.
  • Mengatasinya dapat dimulai dengan menulis pikiran dan kekhawatiran, menentukan satu prioritas, memecah tujuan menjadi langkah realistis, serta mengurangi fokus pada penilaian orang lain.
  • Jika dibiarkan, kebiasaan ini dapat menghambat perkembangan karier dan kehidupan pribadi; tindakan kecil, keputusan yang lebih baik, serta keberanian memulai membantu ambisi berubah menjadi kenyataan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Apakah kamu pernah merasa memiliki banyak mimpi dan target besar, tetapi sulit mengambil langkah untuk mewujudkannya? Kamu mungkin sudah menyusun berbagai rencana, membuat target yang ingin dicapai, hingga membayangkan kehidupan yang diimpikan. Namun ketika saatnya mulai bertindak, rasa malas, takut gagal, atau kebiasaan menunda justru membuat semua rencana itu berhenti di dalam kepala.

Kondisi tersebut belakangan ramai dibahas di media sosial dengan istilah lazy ambitious. Meski bukan istilah psikologi resmi, lazy ambitious sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki ambisi besar, tetapi kesulitan mengambil tindakan nyata untuk mencapai tujuannya. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan lazy ambitious dan bagaimana cara mengatasinya?

1. Mengenal istilah lazy ambitious

ilustrasi ambisius
ilustrasi ambisius (freepik.com/wirestock)

Lazy ambitious merupakan istilah populer yang menggambarkan seseorang yang memiliki mimpi, tujuan, atau ambisi besar, tetapi belum mampu mengambil langkah nyata untuk mewujudkannya. Orang dengan kecenderungan ini biasanya memiliki banyak ide dan rencana, tetapi terus menunda untuk memulai karena berbagai alasan, seperti takut gagal, takut ditolak, atau merasa hasilnya tidak akan sesuai harapan.

Jibon Hossen, seorang penulis, mengatakan bahwa kebiasaan menunda sering kali bukan disebabkan oleh rasa malas semata, melainkan karena ketakutan akan kegagalan.

"Kita menunda-nunda bukan karena kita tidak peduli, tetapi karena kita takut. Takut bahwa jika kita benar-benar mencoba, dan mengerahkan 100 persen usaha kita, kita mungkin akan menyadari bahwa kita tidak cukup baik," ungkapnya, dalam tulisan yang ia muat di Medium.

Akibatnya, berbagai impian dan rencana yang sebenarnya sudah tersusun hanya menjadi angan-angan. Padahal, kamu memiliki kemampuan untuk mulai mengambil langkah kecil menuju tujuan tersebut.

2. Cara mengatasi lazy ambitious

ilustrasi perempuan ambisius
ilustrasi perempuan ambisius (pexels.com/Danik Prihodko)
  • Tuangkan isi pikiran di atas kertas: Terlalu banyak memikirkan berbagai kemungkinan sering kali membuat seseorang justru tidak bergerak. Cobalah menuliskan semua pikiran, kekhawatiran, atau tujuan yang ingin kamu capai. Cara ini dapat membantu mengurangi beban pikiran sekaligus membuatmu melihat permasalahan dengan lebih jelas.
  • Tentukan prioritas: Memiliki banyak mimpi bukanlah hal yang salah. Namun, mencoba mengejar semuanya sekaligus justru bisa membuatmu kewalahan. Karena itu, tentukan tujuan yang paling penting untuk dikerjakan terlebih dahulu agar energi dan fokusmu tidak terbagi ke terlalu banyak hal.
  • Susun rencana yang realistis: Setelah menentukan prioritas, buatlah rencana yang sederhana dan mudah dilakukan. Pecah tujuan besar menjadi langkah-langkah kecil sehingga terasa lebih ringan untuk dijalankan. Rencana yang realistis dapat membantumu lebih konsisten dibandingkan menetapkan target yang terlalu tinggi sejak awal.
  • Kurangi memikirkan penilaian orang lain: Rasa takut terhadap komentar atau penilaian orang lain sering kali menjadi penghambat untuk memulai. Padahal, setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda. Selama tujuan yang kamu lakukan positif, fokuslah pada proses dan perkembangan diri dibandingkan mencari validasi dari orang lain.

3. Mengapa penting menghilangkan lazy ambitious?

ilustrasi perempuan ambisius
ilustrasi perempuan ambisius (freepik.com/lookstudio)

Membiarkan kebiasaan lazy ambitious berlarut-larut dapat menghambat perkembangan diri, baik dalam karier maupun kehidupan pribadi. Ambisi tanpa tindakan hanya akan membuat tujuan tetap menjadi keinginan yang terus tertunda. Raghav Balasubramanian, seorang operator sistem untuk pengusaha sekaligus penulis, menjelaskan bahwa mengatasi lazy ambitious menjadi semakin penting di era teknologi yang berkembang pesat.

"Para profesional yang sukses bukanlah mereka yang bekerja paling lama. Mereka adalah mereka yang mengambil keputusan yang lebih baik, menggunakan lebih banyak pengaruh, dan melipatgandakan dampak mereka dengan usaha yang lebih sedikit," ungkapnya.

Perilaku lazy ambitious bukan berarti kamu tidak memiliki potensi atau kemampuan. Kebiasaan ini dapat diatasi dengan mulai mengambil langkah kecil, menentukan prioritas, dan berani bertindak meski belum merasa benar-benar siap. Dengan begitu, ambisi yang kamu miliki tidak hanya berhenti sebagai rencana, tetapi perlahan dapat berubah menjadi kenyataan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More