Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Macam Tawaf yang Harus Diketahui oleh Jamaah

6 Macam Tawaf yang Harus Diketahui oleh Jamaah
Thawaf Wada (kemenag.go.id)
Intinya Sih
  • Tawaf adalah prosesi mengelilingi Kabah tujuh kali yang menjadi bagian penting dalam ibadah haji dan umrah, dimulai serta diakhiri di Hajar Aswad.
  • Ada enam jenis tawaf: Ifadhah, Wada, Qudum, Nadzar, Tathawwu’, dan Umrah; masing-masing memiliki hukum dan waktu pelaksanaan berbeda sesuai ketentuan syariat.
  • Tawaf Ifadhah dan Wada bersifat wajib bagi jamaah haji, sedangkan Qudum, Nadzar, Tathawwu’, dan Umrah memiliki status sunnah atau tergantung niat nazar jamaah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Prosesi haji yang kerap dilakukan oleh jamaah haji dan umrah adalah tawaf. Tawaf sendiri merupakan prosesi mengelilingi Baitullah (Kabah) sebanyak 7 kali. Hal ini juga merupakan perintah dari surah Al-Hajj ayat 29.

Mengenai tawaf ini juga tertulis dalam Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi dalam buku Fikih Empat Madzhab Jilid 2. Tawaf dimulai dari Hajar Aswad dan akan berakhir di tempat tersebut juga. Diketahui, ada 6 macam tawaf yang harus diketahui oleh jemaah.

Table of Content

1. Tawaf Ifadhah

1. Tawaf Ifadhah

Thawaf ifadhah (islamic-center.or.id)
Thawaf ifadhah (islamic-center.or.id)

Tawaf Ifadhah merupakan tawaf penutupan. Biasanya, ini dilakukan sebelum prosesi ibadah haji atau umrah selesai, sebelum akhirnya meninggalkan kota Makkah. Disebut tawaf fardu karena merupakan syarat rukun haji yang telah disepakati oleh para ulama.

Karena itu, tawaf ini tidak bisa digantikan oleh apa pun dan wajib dilakukan oleh semua jamaah. Dilakukan setelah perjalanan dari 'Arafah, mabit di Muzdalifah, lalu ke Mina. Pada proses tawaf ini, jamaah wajib melakukan beberapa kewajiban. Salah satunya, lempar jumrah. Hingga akhirnya, jamaah melakukan tawaf ifadhah di kota Makkah.

2. Tawaf Wada

Thawaf Wada (kemenag.go.id)
Thawaf Wada (kemenag.go.id)

Ada juga tawaf wada yang juga merupakan tawaf yang wajib diikuti. Pengecualian, hanya jamaah wanita yang sedang haid pada saat tawaf dilaksanakan. Tapi, tetap wajib dilaksanakan setelah haid selesai.

Dalam pelaksanaannya sama, yakni mengelilingi Kabah. Yang membedakannya adalah pada tawaf ini, jamaah tidak wajib menggunakan kain ihram. Selain itu, juga tidak wajib melakukan sa'i dan tahalul. Dianjurkan, untuk tidak berlama-lama di kota Makkah setelah tawaf tersebut.

3. Tawaf Qudum

Thawaf Qudum (azhar.eg)
Thawaf Qudum (azhar.eg)

Tawaf Qudum biasanya juga disebut tawaf wurud atau Tawaf Tahiyyah. Tawaf ini dianjurkan dilakukan bagi orang yang berasal dari luar Makkah sebagai bentuk penghormatan kepada Kabah. Bisa disebut juga Tawaf Liqa'.

Menurut Ulama Hanafiyah, Syafi'iyah dan Hanbali, hukum Tawaf Qudum adalah sunah. Karena itu, sebaiknya juga disunahkan terdahulu dan bukan diakhirkan. Menurut, buku Saya Bisa Manasik Haji yang ditulis oleh Latif Usman, saat tawaf dilaksanakan, jamaah laki-laki dan perempuan dipisah. Kalau bisa, tidak ada kontak fisik sama sekali.

4. Tawaf Nadzar

Ilustrasi thawaf (Pexels.com/Haydan As-soendawy)
Ilustrasi thawaf (Pexels.com/Haydan As-soendawy)

Sesuai dengan namanya, tawaf ini wajib dilaksanakan. Terlebih, jika pada sebelumnya kamu telah menazarkan (melakukan suatu janji).

Tawaf ini boleh dilakukan kapan saja. Untuk pengerjaannya, boleh menggunakan pakaian biasa. Asal, tetap sopan dan tidak melanggar syariat yang ditentukan.

5. Tawaf Tathawwu'

Thawaf Tathawwu' (umroh.com)
Thawaf Tathawwu' (umroh.com)

Sama seperti tawaf nadzar, tawaf tathawwu' juga boleh dilakukan kapan saja. Bahkan, di saat waktu terlarang untuk ibadah sekalipun. Tapi, dengan catatan sudah tidak ada utang kewajiban yang harus dilaksanakan.

Hukumnya juga tergolong sunnah. Selain itu, tawaf ini dapat dijadikan sebagai pengganti dari salat Tahiyatul Masjid saat hendak memasuki Masjidil Haram. 

6. Tawaf Umrah

Ilustrasi thawaf (Pexels.com/Haydan As-soendawy)
Ilustrasi thawaf (Pexels.com/Haydan As-soendawy)

Menurut laman Kemenag Cilacap, tawaf umrah dilakukan oleh haji tamattu (mendahulukan umrah dari ibadah haji). Ketika pertama kali memasuki kota Mekkah, jenis tawaf ini langsung dilakukan.

Tawaf umrah adalah rukun umrah. Orang yang telah melakukan tawaf umrah berarti dia telah melakukan tawaf qudum karena di dalamnya telah mencakup makna tawaf qudum.

Jadi, kamu sudah bisa ketahui mana tawaf diwajibkan dan yang disunahkan. Semoga kamu tidak salah melaksanakannya dan lancar untuk ibadah di kota suci Makkah. Amin!

Penulis: Amanda Rayta Putri

FAQ Seputar Macam Tawaf

Apa yang dimaksud dengan Tawaf Ifadah dan bagaimana kedudukannya dalam ibadah haji?

Tawaf Ifadah adalah tawaf yang menjadi rukun inti dalam ibadah haji dan hukumnya wajib mutlak dilakukan oleh seluruh jemaah setelah kembali dari muncak wukuf di Arafah serta mabit di Muzdalifah dan Mina. Kedudukannya sangat krusial karena jika tawaf ini ditinggalkan, maka ibadah haji seseorang menjadi tidak sah dan tidak dapat digantikan atau ditebus dengan membayar denda (dam) berupa menyembelih hewan jenis apa pun.

Apa perbedaan mendasar antara Tawaf Qudum dan Tawaf Umrah dalam pelaksanaannya?

Perbedaan utamanya terletak pada fungsi kedatangan, di mana Tawaf Qudum merupakan tawaf penghormatan (tahiyyah) selamat datang yang disunnahkan bagi jemaah haji (khususnya jalur Haji Ifrad atau Qiran) saat pertama kali memasuki Masjidil Haram sebelum memulai rangkaian haji, sedangkan Tawaf Umrah status hukumnya adalah rukun wajib yang mengikat bagi jemaah yang sedang melaksanakan ibadah umrah untuk menentukan keabsahan rangkaian ibadahnya.

Kapan waktu pelaksanaan Tawaf Wada dan siapa saja golongan yang mendapatkan keringanan untuk meninggalkannya?

Tawaf Wada (tawaf perpisahan) wajib dilaksanakan sebagai ritual terakhir sebelum jemaah haji atau umrah meninggalkan kota suci Makkah untuk kembali ke negara asal atau bergeser ke Madinah. Golongan jemaah yang mendapatkan dispensasi (rukhsah) atau keringanan untuk meninggalkan Tawaf Wada tanpa dikenai denda dosa maupun dam adalah wanita yang sedang mengalami haid atau nifas, serta orang yang sedang sakit parah.

Apa itu Tawaf Sunnah dan apakah syarat pelaksanaannya sama ketatnya dengan tawaf rukun?

Tawaf Sunnah adalah ibadah mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran yang bisa dilakukan kapan saja oleh jemaah selama berada di Masjidil Haram tanpa terikat pakaian ihram atau rangkaian manasik tertentu. Meskipun berstatus sunnah, syarat kelayakan pelaksanaannya tetap sama ketatnya dengan tawaf rukun, yaitu jemaah wajib dalam keadaan suci dari hadas kecil maupun besar (memiliki wudu yang sah), menutup aurat secara sempurna, serta memuldimulai dari sudut Hajar Aswad.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sierra Citra
Febriyanti Revitasari
3+
Sierra Citra
EditorSierra Citra

Related Articles

See More