Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
IDN Times Xplore (Tim Mading Medaliku_SMKN Kudu Jombang)

Halo Para pencinta kedamaian dan anti perundungan! Kami dari Tim Mading Medaliku SMKN Kudu Jombang dengan penuh rasa semangat dan bangga mempersembahkan karya Mading yang membahas tema"Perundungan Bukan Sebuah Tradisi : Rise Up, Speak Up! : Be an Upstander not a Bystander", jadi apakah kamu Siap menjadi generasi yang berani bersuara, bukan sekadar diam melihat sesama terluka? Sebab, diam bukan selalu berarti setuju, dan berani bukan berarti menyakiti.Di balik tawa seseorang yang terdengar, mungkin tanpa di sadari ada hati yang terluka. Di balik candaan yang dianggap biasa, mungkin ada air mata yang disembunyikan.Mungkin hal itu menjadi hal biasa tanpa kita sadari banyak hati dan psikis bahkan fisik terluka. ubah pola pikir kita untuk tidak menjadikan perundungan sebuah tradisi dan be an Upstander not a bystander

TIM REDAKSI MEDALIKU

  • Guru Pembimbing: Winda Pratiwi, S.Pd.

  • Ketua: Muhammad Hisyam Al Islam

  • Anggota Redaksi: Adi Kurniawan, Ahmad Arshavin, Evelin Dwi valentina, Kharisma Nur Fadilla, Nur Haziqah

Karya ini dibuat untuk keperluan kompetisi Mading Digital IDN Times Xplore 2026. Mading ini ditampilkan apa adanya tanpa proses penyuntingan dari redaksi IDN Times

ESAI POPULER

IDN Times Xplore (Tim Mading Medaliku_SMKN Kudu Jombang)

Kenapa perundingan itu tidak dikatakan sebagai sebuah tradisi ? Pernahkah kalian ketahui kebanyakan dari kita bertindak hanya sebagai penonton/diam?
Perundungan (bullying) bukanlah sekadar kenakalan remaja biasa atau dinamika sosial yang wajar dalam proses tumbuh kembang. Fenomena ini adalah luka terbuka di dalam ekosistem sosial kita—baik di sekolah, lingkungan kerja, maupun di ruang digital. Selama bertahun-tahun, perundungan sering kali hanya dilihat sebagai urusan antara pelaku dan korban. Namun, ada pihak ketiga yang kerap terlupakan tetapi memiliki kekuatan terbesar untuk mengubah keadaan: para penonton atau saksi. Mengubah peran dari sekadar penonton yang diam (bystander) menjadi pembela yang berani (upstander) adalah kunci utama untuk memutus rantai perundungan di masyarakat modern.
Secara ilmiah, perundungan dapat dijelaskan melalui Teori Agresi yang dipelopori oleh psikolog Albert Bandura melalui Social Learning Theory (Teori Pembelajaran Sosial). Bandura berargumen bahwa perilaku agresif tidak diturunkan secara genetik, melainkan dipelajari melalui pengamatan terhadap lingkungan sosial. Ketika perilaku merundung disaksikan oleh orang lain dan tidak mendapatkan konsekuensi negatif, hal tersebut justru menjadi bentuk peniruan sosial yang merusak. Dampaknya sangat merusak psikologis korban, di mana mereka kerap mengalami kecemasan sosial, penurunan prestasi, hingga depresi berat akibat hilangnya rasa aman (sense of security). Di era digital saat ini, perundungan telah menemukan wajahnya baru dan bermutasi menjadi cyberbullying, di mana intimidasi tidak lagi mengenal batasan ruang dan waktu.

Di sinilah dilema terbesar sosial kita muncul, yang dapat dijelaskan melalui fenomena psikologis terkenal bernama efek penonton(Bystander Effect). Maka tidak jarak saat ini kita menemukan bahwa semakin banyak orang yang menyaksikan suatu keadaan darurat atau tindakan kejahatan, semakin kecil kemungkinan bagi individu tertentu untuk turun tangan. Dimana setiap orang dalam kerumunan berpikir bahwa sudah ada orang lain yang akan menolong.
Dalam konteks perundungan, sehingga hal ini menimbulkan efek psikologis ini membuat para saksi memilih bungkam karena takut menjadi sasaran berikutnya atau berasumsi masalah itu akan selesai sendiri. Padahal, sikap diam dari mayoritas justru memberikan validasi terselip bagi pelaku, sementara korban merasa semakin terisolasi.
Sebaliknya, konsep upstander menawarkan paradigma yang memberdayakan. Berdasarkan teori perilaku (Prosocial Behavior Theory) yang dikembangkan oleh para ahli seperti Eisenberg dan Batson, manusia memiliki kapasitas bawaan untuk melakukan tindakan yang menguntungkan orang lain tanpa pamrih yang didorong oleh empati tinggi. Seorang upstander adalah perwujudan nyata dari teori ini—seseorang yang mengenali ketidakadilan dan mengambil tindakan konstruktif untuk mendukung korban.
Menjadi upstander tidak selalu berarti harus menghadapi pelaku secara fisik. Di dunia nyata, kita bisa melakukan intervensi tenang, mengalihkan perhatian, atau melaporkannya kepada pihak berwenang (seperti guru, orang tua, atau atasan). Di dunia digital, peran ini diwujudkan dengan tidak menyebarkan konten perundungan, melaporkan (report) akun pelecehan, atau memberikan dukungan moral kepada korban. Membangun budaya ini memerlukan transformasi kesadaran kolektif melalui kerangka kerja pendidikan berbasi empati untuk melatih keberanian moral sejak dini.

IDN Times Xplore (Tim Mading Medaliku_SMKN Kudu Jombang)

Kesimpulan:

Perundungan adalah masalah sosial sistemik yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan menghukum pelaku semata. Berdasarkan tinjauan psikologis, keberadaan Bystander Effect sering kali melanggengkan penindasan akibat runtuhnya rasa tanggung jawab sosial di tengah kerumunan. Namun, melalui pemahaman tentang Prosocial Behavior Theory, kita mengetahui bahwa setiap individu memiliki potensi bawaan berupa empati untuk bertransformasi menjadi seorang upstander.
Menjadi upstander bukan sekadar pilihan moral, melainkan sebuah kebutuhan mendesak untuk menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif. Dunia tidak akan runtuh karena kejahatan dari segelintir orang jahat, melainkan karena kebungkaman dari orang-orang baik. Dengan memecah kebimsuan, menolak sikap acuh tak acuh, dan berani bersuara membela kebenaran, kita tidak hanya menyelamatkan korban dari jurang trauma, tetapi juga merajut kembali masa depan kemanusiaan yang jauh lebih beradab dan bermartabat.

ESAI POPULER

IDN Times Xplore (Tim Mading Medaliku_SMKN Kudu Jombang)
IDN Times Xplore (Tim Mading Medaliku_SMKN Kudu Jombang)
IDN Times Xplore (Tim Mading Medaliku_SMKN Kudu Jombang)

INFOGRAFIK: PERUNDUNGAN BUKAN SEBUAH TRADISI

IDN Times Xplore (Tim Mading Medaliku_SMKN Kudu Jombang)

Melalui Infografik ini Tim mading Medaliku mencoba untuk mengampanyekan gerakan penolakan yang berharap adanya penghapusan terhadap perundungan (bullying) dengan tajuk "Perundungan Bukan Sebuah Tradisi: Be an Upstander Not a Bystander". infografik edukatif ini bertujuan mengajak masyarakat, khususnya pelajar, untuk beralih dari seorang penonton yang pasif (bystander) menjadi pembela yang aktif (upstander) demi menghentikan perundungan sehingga tidak dengan gampanya menganggap hal ini sebuah hal yang biasa dikalangan masyarakat

RUANG KREASI: PROFIL INSPIRATIF

IDN Times Xplore (Tim Mading Medaliku_SMKN Kudu Jombang)
IDN Times Xplore (Tim Mading Medaliku_SMKN Kudu Jombang)

Bu Erna merupakan figur inspiratif di sekolah kami karena di balik jabatan seorang kepala sekolah, tersimpan tanggung jawab untuk menjadi teladan, menumbuhkan semangat, dan menghadirkan perubahan yang bermakna. Melalui pesan tentang Stop Bullying: Be an Upstander, Not a Bystander, nilai kepemimpinan juga tercermin dalam ajakan untuk membangun lingkungan sekolah yang aman, menghargai perbedaan, dan menjunjung tinggi kepedulian. Sosok pemimpin sejati bukan hanya mereka yang mampu mengarahkan, tetapi juga mereka yang menginspirasi orang lain untuk berani berbuat baik. sehingga Perlu di tanamkan pada diri kita semua bahwa setiap manusia mempunyai Kelebihan dan kekurangan masing-masing. Bergaullah dengan menyenangkan memberikan semangat kepada siapapun lawan bicara kita.

RUANG KREASI: PROFIL SISWA INSPIRATIF

IDN Times Xplore (Tim Mading Medaliku_SMKN Kudu Jombang)
IDN Times Xplore (Tim Mading Medaliku_SMKN Kudu Jombang)

RUANG KREASI: CERPEN (KARYA FIKSI)

IDN Times Xplore (Tim Mading Medaliku_SMKN Kudu Jombang)
IDN Times Xplore (Tim Mading Medaliku_SMKN Kudu Jombang)
IDN Times Xplore (Tim Mading Medaliku_SMKN Kudu Jombang)
IDN Times Xplore (Tim Mading Medaliku_SMKN Kudu Jombang)

RUANG KREASI: PUISI

IDN Times Xplore (Tim Mading Medaliku_SMKN Kudu Jombang)

RUANG KREASI: PUISI

IDN Times Xplore (Tim Mading Medaliku_SMKN Kudu Jombang)

RUANG KREASI: FOTO BERCERITA

IDN Times Xplore (Tim Mading Medaliku_SMKN Kudu Jombang)

Tim Mading Medaliku membuat karya mading digital ini melalui berbagai proses antara lain penentuan tema yang diambil melalui proses diskusi yaitu perundungan bukan sebuah tradisi dimana dalam diskusi ini melibatkan 6 orang . dari hasil diskusi Tim Mading Medaliku menyatukan pandangan sehingga mengambil isu perundungan bukan suatu tradisi yang bertujuan untuk menghapus tradisi tersebut dengan cara be upstander not bystandar ( berani melawan dan bersuara bukan hanya diam).

RUANG KREASI FOTO BERCERITA: GERAKAN SERIBU GENGGAMAN

IDN Times Xplore (Tim Mading Medaliku_SMKN Kudu Jombang)

setelah melaksanakan pemilihan tema ini, kami tim medaliku melakukan program tahap awal yaitu dengan mengadakan kesepakatan melalui penandatangan dan gerakan seribu genggaman untuk menolak terjadinya perundungan terutama di sekolah kami. hal ini diharapkan mampu meningkatkan persaudaraan dan toleransi antar sesama sehingga jangan hanya diam saja be upstander not bystander

RUANG KREASI: FOTO BERCERITA EKSTRAKURIKULER CERMIN SOLIDARITAS

IDN Times Xplore (Tim Mading Medaliku_SMKN Kudu Jombang)

gerakan tanpa perundungan di sekolah kami ini bisa dilihat dari adanya ekstrakulikuler yang bukan hanya untuk mengembangkan potensi siswa tapi juaga bertujuan untuk meningkatkan solidaritas dan toleransi bukan sebagai ajang unjuk ego maka hal ini bisa mengikis kebiasaan yang kurang baik.apalagi ekstrakulikuler ini adalah sebagai bentuk panggung talenta bukan panggung senioritas

RUANG KREASI: GAME

IDN Times Xplore (Tim Mading Medaliku_SMKN Kudu Jombang)

RUBRIK DISKUSI 1: INFOGRAFIK BIOFARMA

IDN Times Xplore (Tim Mading Medaliku_SMKN Kudu Jombang)

Melalui Infografik Update Imun: cegah Tipes, bebas Tipes ini, Tim Mading Medaliku ingin memberikan informasi yang edukatif mengenai apa itu imun dan tipes kemudian tentang pentingnya menjaga daya tahan tubuh untuk menghindari dan mencegah dari penyakit tipes ini, di tambah lagi penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa saja tetapi juga anak- anak . Hal ini terjadi di karenakan beberapa faktor, antara lain : makanan yang tidak higienis, air yang tidak matang, tangan kotor dan yang paling penting adalah saat imunitas dalam tubuh mengalami penurunan. Sehingga terdapat langka- langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah terkena atau terjangkit penyakit Tipes ini.

RUANG DISKUSI 2: POSTER BUKIT ASAM

IDN Times Xplore (Tim Mading Medaliku_SMKN Kudu Jombang)

Berikut adalah poster Bukit Asam ini Tim mading medaliku mengambil judul : bukit asam berinovasi untuk masa depan energi bersih. Dimana saat matahari menjadi sumber energi yang paling penting.

Yuk teman - teman katakan tidak pada setiap tindakan perundungan /bully jangan jadikan itu hal yang biasa sebab terkadang ​"Senyuman palsu sering kali menjadi topeng dari luka yang tak terlihat. Hari ini, beranikan diri untuk berdiri di pihak yang benar. Jangan cuma melihat saat mereka disakiti jadilah perisai, jadilah suara, dan jadilah alasan mereka merasa aman di dunia ini. Stop Bullying, Mulai Peduli, Berani Jadi Upstander! Jangan hanya menjadi bystander

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article