Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Mahasiswa Sering Menjadi Motor Gerakan Protes? Ini Alasannya
ilustrasi aksi demo mahasiswa (unsplash.com/Angiola Harry)
  • Mahasiswa kerap menjadi motor protes karena idealisme, keberanian, dan minimnya keterikatan pada jabatan atau kepentingan partai politik.
  • Kekecewaan terhadap kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada rakyat mendorong mahasiswa menyuarakan ketidakadilan serta aspirasi masyarakat melalui demonstrasi.
  • Kesadaran akan dampak kebijakan terhadap peluang hidup, ditambah harapan akan masa depan lebih baik, membuat mahasiswa aktif memperjuangkan perubahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mahasiswa kerap berada di barisan depan dalam berbagai gerakan protes dan perubahan sosial. Dengan semangat yang kuat, keberanian menyuarakan pendapat, serta kepedulian terhadap isu di sekitarnya, mahasiswa sering menjadi motor penggerak ketika muncul persoalan yang dianggap tidak adil.

Omékongo Dibinga, profesor yang mengajar Perdamaian, Hak Asasi Manusia, dan Hubungan Budaya, dikutip dari American University, menjelaskan bila kaum muda seperti mahasiswa umumnya lebih berani karena mereka memiliki lebih sedikit hal yang harus dipertaruhkan. Mereka belum terikat oleh kepentingan jabatan atau partai politik tertentu, sehingga idealismenya relatif terjaga.

Selain itu, ada sejumlah faktor lain yang membuat kelompok muda ini lebih berani menyuarakan keresahan yang terjadi. Berikut beberapa alasannya.

1. Adanya kekecewaan terhadap kebijakan yang dibuat

ilustrasi aksi demo mahasiswa (unsplash.com/Rafli Firmansyah)

Faktor utama yang melandasi terjadinya demonstrasi adalah karena adanya kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan rakyat. Dalam hal ini, mahasiswa kerap mengambil peran dengan menyuarakan berbagai persoalan dan ketidakadilan yang dirasakan masyarakat.

Aksi gerakan protes atau demonstrasi merupakan wadah bagi mahasiswa untuk memperjuangkan kepentingan rakyat sekaligus menyampaikan aspirasi kepada para wakil rakyat. Aksi tersebut diharapkan dapat mendorong perubahan dan menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi bangsa.

2. Sadar akan dampak sebuah kebijakan

ilustrasi aksi demo mahasiswa (unsplash.com/Rafli Firmansyah)

Menurut Dibinga, saat menanggapi aksi demostrasi di Sri Lanka (2022) dan Bangladesh (2024), terkait korupsi pemerintah yang sudah berlangsung lama dan ketidaksetaraan ekonomi, menjelaskan bahwa anak muda memiliki keinginan kuat untuk mendapatkan kebebasan dan masa depan yang lebih baik. Karena itu, mereka cenderung merasa frustrasi ketika menyadari bila kebijakan pemerintah atau kondisi sosial tertentu dapat memengaruhi kesempatan mereka untuk mencapai kehidupan yang diharapkan.

Dengan usia yang masih panjang, mahasiswa dan generasi muda merasa memiliki banyak hal yang perlu diperjuangkan. Mereka ingin memastikan masa depan yang lebih baik sekaligus tidak membiarkan kebijakan yang dinilai merugikan membatasi peluang mereka untuk berkembang.

3. Memiliki harapan dan kepedulian akan kehidupan masa depan yang lebih baik

ilustrasi aksi demo mahasiswa (unsplash.com/Rafli Firmansyah)

Dibinga menjelaskan, mahasiswa dan anak muda umumnya memiliki harapan besar untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik di masa depan. Mereka masih memiliki banyak waktu untuk menjalani kehidupan, cenderung lebih berani mengambil risiko dan memperjuangkan perubahan yang dianggap penting.

Anak muda juga merasa memiliki banyak hal yang perlu diperjuangkan untuk masa depan, seperti kesempatan memiliki rumah, membangun karier atau bisnis, serta membentuk kehidupan yang mereka inginkan. Pengalaman yang belum terlalu banyak juga membuat mereka tidak mudah menyerah ketika menghadapi penolakan. Hal inilah yang dapat mendorong mereka lebih berani menyuarakan aspirasi dan terlibat dalam gerakan perubahan.

Keterlibatan mahasiswa dalam gerakan protes tidak terlepas dari kepedulian mereka terhadap kondisi saat ini dan masa depan. Dengan idealisme, keberanian, serta keinginan untuk melihat perubahan, mahasiswa dapat menjadi salah satu kelompok yang aktif menyuarakan aspirasi masyarakat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article